Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk cadangan emas terbesar di dunia. Kekayaan ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Papua hingga Maluku dan Sulawesi. Berdasarkan data Pegadaian, Indonesia memproduksi sekitar 48 ton emas per tahun dengan total cadangan mencapai 2.600 ton. Angka tersebut setara sekitar 5% dari cadangan emas global.
Potensi besar ini menjadikan industri pertambangan emas sebagai sektor strategis nasional yang berkontribusi pada ekspor, devisa negara, serta penyerapan tenaga kerja. Dari sekian banyak tambang yang beroperasi, Tambang Grasberg di Papua Tengah masih menjadi yang terbesar dalam hal kapasitas produksi dan cadangan mineralnya.
Selain Grasberg, terdapat beberapa tambang emas besar lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Berikut adalah daftar 8 tambang emas terbesar di Indonesia beserta perusahaan pengelolanya:
Daftar 8 Tambang Emas Terbesar di Indonesia
Grasberg, Papua Tengah
Tambang Grasberg menjadi yang terbesar di Indonesia sekaligus salah satu yang terbesar di dunia. Lokasinya berada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Menurut data Mining Visuals, Grasberg menghasilkan sekitar 937 ribu ons emas pada 2025. Selain emas, tambang ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil tembaga terbesar secara global.Deep Mill Level Zone (DMLZ) – Papua
Masih dalam kawasan operasi PT Freeport Indonesia, DMLZ memproduksi sekitar 633 ribu ounces emas pada 2023. Sistem tambang bawah tanah ini menjadi pusat produksi emas terbesar nasional.Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat
Tambang milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara ini merupakan salah satu penghasil emas dan tembaga terbesar di Indonesia. Pada 2025, AMMAN memasuki fase 8 penambangan Batu Hijau dengan total cadangan mineral sekitar 460 juta ton, yang diproyeksikan dapat memperpanjang usia operasional hingga 2030.Martabe, Sumatra Utara
Dioperasikan oleh PT Agincourt Resources, Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dikenal sebagai salah satu tambang emas terbesar di Pulau Sumatra. Produksi emas pada 2023 mencapai sekitar 314 ribu ounces, dengan proses bijih lebih dari 6 juta ton per tahun. Martabe juga menghasilkan jutaan ounces perak.Toka Tidung, Sulawesi Utara
Tambang milik PT Archi Indonesia Tbk ini menjadi pusat produksi emas terbesar di Indonesia timur. Produksi mencapai sekitar 200 ribu ounces emas per tahun. Kawasan ini memiliki beberapa pit aktif yang masih beroperasi.Gosowong, Maluku Utara
Gosowong di Halmahera, Maluku Utara, dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals. Proyek ini memiliki cadangan sekitar 6 juta ounces emas dan menjadi proyek strategis nasional. Saham mayoritas dimiliki oleh Indotan Group (75%) dan ANTAM (25%).Tujuh Bukit, Jawa Timur
Dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tujuh Bukit di Banyuwangi memiliki potensi cadangan emas dan tembaga besar. Area konsesi mencapai 4.008 hektare, dengan area tambang sekitar 992 hektare. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 110 ribu ton tembaga dan sekitar 350 ribu ounces emas per tahun.Pani Gold Project, Gorontalo
Proyek ini menjadi salah satu tambang emas terbesar yang sedang dikembangkan. Milik PT Merdeka Gold Resources, Pani Gold Project diperkirakan memiliki sumber daya lebih dari 7 juta ounces emas. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.
Keberadaan tambang emas berskala besar menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan potensi mineral terbesar di dunia. Selain mendukung ekspor dan industri pertambangan nasional, sejumlah proyek baru juga diproyeksikan akan memperkuat produksi emas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.







