Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Tegal
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal terus berupaya memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat. Berbagai program telah diterapkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan terjangkau. Program-program ini mencakup pelayanan dasar, pembiayaan kesehatan, serta percepatan penurunan stunting.
Layanan Kesehatan Gratis di Puskesmas
Salah satu layanan yang disediakan adalah pelayanan berobat gratis di puskesmas. Masyarakat Kabupaten Tegal dapat memperoleh layanan kesehatan dasar hanya dengan menunjukkan KTP. Pembiayaan layanan tersebut berasal dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemerintah Daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto menjelaskan bahwa masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan tetap akan memperoleh pelayanan dasar di puskesmas. Jika membutuhkan pelayanan lanjutan melalui sistem rujukan, masyarakat akan didaftarkan sebagai peserta Program PBI Pemda sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung pelayanan dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melaksanakan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu hamil yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Tahun ini program tersebut didukung anggaran sebesar Rp566 juta.
Program PBI Pemda dan Universal Health Coverage
Pemerintah Kabupaten Tegal juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,6 miliar untuk Program PBI Pemda yang menyasar masyarakat Desil 1 hingga Desil 5. Setiap bulan, sekitar 600 peserta baru ditambahkan. Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Tegal mencapai 94,07 persen. Targetnya adalah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen pada tahun 2029.
Namun, untuk mencapai cakupan 100 persen, dibutuhkan dukungan anggaran yang jauh lebih besar, diperkirakan sekitar Rp100 miliar. Oleh karena itu, peningkatan kepesertaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Bagi peserta BPJS Mandiri yang kepesertaannya tidak aktif akibat menunggak iuran, tunggakan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dapat dialihkan menjadi peserta PBI Pemda apabila memenuhi persyaratan.
Program Dokter Spesialis Keliling
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal juga terus mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling). Program ini merupakan prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 26 desa dan hingga saat ini telah terlaksana di empat desa.
Program Spelling melibatkan 11 rumah sakit pemerintah maupun swasta dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan, anak, penyakit dalam, paru, dan jantung. Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan spesialis lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Penanganan Gizi Buruk dan Stunting
Di bidang perbaikan gizi masyarakat, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan penanganan gizi buruk dan percepatan penurunan stunting. Upaya ini dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), perawatan anak gizi buruk, serta edukasi gizi kepada keluarga.
Hasilnya, prevalensi stunting di Kabupaten Tegal turun dari sekitar 21 persen menjadi 15 persen. Biaya perawatan anak gizi buruk mencapai sekitar Rp3 juta per anak. Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor bersama Alfamart, Polres Tegal, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), serta Gerakan Pramuka.
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Insidental
Selain program rutin, Dinas Kesehatan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan insidental. Contohnya adalah sunatan massal gratis pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal dengan sasaran sekitar 40 anak. Operasi bibir sumbing gratis juga diikuti peserta dari dalam maupun luar Kabupaten Tegal.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan pada berbagai kegiatan masyarakat, pemeriksaan kesehatan di lingkungan kerja termasuk kawasan industri, serta pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker leher rahim.
Harapan untuk Pembangunan Kesehatan
Edy Sucipto berharap seluruh program kesehatan yang dijalankan dapat mendukung visi Bupati Tegal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Keberhasilan pembangunan kesehatan diukur melalui empat indikator utama: angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, dan prevalensi stunting. Selama dua tahun terakhir, seluruh indikator tersebut menunjukkan tren yang semakin baik. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan di Kabupaten Tegal berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan dan terus menuju target pembangunan kesehatan daerah.







