Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Siaran Langsung MotoGP Catalunya 2026: Veda Ega Siap Menggebrak Moto3 di Barcelona

    17 Mei 2026

    Disdikbud Kalbar Buka Suara Soal Juri LCC 4 Pilar Tak Dengar Jawaban SMA 1 Pontianak

    17 Mei 2026

    Puasa Dzulhijjah 2026: Jadwal, Niat, Keutamaan, Doa Sahur & Buka Lengkap

    17 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 17 Mei 2026
    Trending
    • Siaran Langsung MotoGP Catalunya 2026: Veda Ega Siap Menggebrak Moto3 di Barcelona
    • Disdikbud Kalbar Buka Suara Soal Juri LCC 4 Pilar Tak Dengar Jawaban SMA 1 Pontianak
    • Puasa Dzulhijjah 2026: Jadwal, Niat, Keutamaan, Doa Sahur & Buka Lengkap
    • Live TVRI? Jadwal Thailand Open 2026 Hari Ini, Anthony Ginting Cs Tampil
    • Rahasia ASI Kental dan Kuning Pelet ala Steffi Zamora, Cek Tipsnya!
    • Pemerintah Diminta Perbaiki Harga Sawit untuk Sukses B50
    • Kasus Bunuh Mertua di Mojokerto, Keluarga Akui Pelaku Eksploitasi Anak
    • 10 produk perawatan kulit alami untuk kulit sensitif
    • Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Mei-Juni 2026, Terdekat Jakarta, Singgah Makassar dan Fakfak
    • Kronologi Penjaga Perumahan di Malang Tewas Usai Lawan Pencuri
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Disdikbud Kalbar Buka Suara Soal Juri LCC 4 Pilar Tak Dengar Jawaban SMA 1 Pontianak

    Disdikbud Kalbar Buka Suara Soal Juri LCC 4 Pilar Tak Dengar Jawaban SMA 1 Pontianak

    adm_imradm_imr17 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perdebatan dalam LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Kalbar Viral

    Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang seharusnya menjadi ruang edukasi dan sportivitas justru berubah menjadi polemik nasional. Sebuah video yang merekam perdebatan antara peserta dan dewan juri viral di media sosial, memicu gelombang kritik dari warganet.

    Sorotan publik muncul setelah dua tim peserta memberikan jawaban yang dinilai serupa, namun memperoleh hasil penilaian yang berbeda. Satu tim justru dikurangi poin, sementara tim lain mendapat nilai sempurna. Peristiwa itu langsung memantik perdebatan luas, terutama karena lomba tersebut membawa nama besar Empat Pilar MPR RI yang menjunjung nilai keadilan dan objektivitas.

    Protes Peserta Picu Perhatian Publik

    Dalam video yang beredar luas di media sosial, peserta dari Grup C SMAN 1 Pontianak tampak menyampaikan keberatan kepada dewan juri. Mereka merasa jawaban yang diberikan sebenarnya sama dengan jawaban peserta lain yang kemudian dinyatakan benar. Namun alih-alih memperoleh klarifikasi yang memuaskan, protes tersebut disebut tidak mendapat tanggapan berarti dari pihak juri. Situasi itu membuat suasana perlombaan memanas dan menjadi perhatian publik.

    Tak butuh waktu lama, rekaman video tersebut menyebar ke berbagai platform media sosial. Kolom komentar akun Instagram resmi MPR RI pun dibanjiri kritik dari warganet yang mempertanyakan objektivitas penilaian dewan juri.

    Dugaan Gangguan Speaker Jadi Penyebab

    Menanggapi polemik tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping untuk membahas persoalan tersebut.

    “Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini,” kata Faisal, Senin (11/5/2026).

    Faisal menjelaskan, salah satu faktor yang diduga menjadi pemicu kesalahpahaman adalah adanya gangguan pada speaker yang mengarah ke meja dewan juri. Menurutnya, suara jawaban peserta kemungkinan tidak terdengar jelas di sisi juri, meskipun di area penonton dan siaran langsung YouTube terdengar dengan baik.

    “Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas,” ujar Faisal.

    Diminta Tempuh Jalur Resmi

    Meski polemik sudah telanjur viral, Faisal meminta seluruh pihak tetap mengikuti mekanisme resmi perlombaan. Ia menegaskan bahwa LCC 4 Pilar merupakan agenda yang diselenggarakan langsung oleh MPR RI, bukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. Karena itu, pihak sekolah diminta mengajukan peninjauan ulang melalui prosedur yang berlaku.

    Menurut Faisal, secara prinsip SMAN 1 Pontianak menerima hasil akhir perlombaan. Namun evaluasi tetap diperlukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

    “Kita selesaikan sesuai ketentuan lomba dan semua pihak harus menunjukkan sikap kesatria,” tegas Faisal.

    Sekda Kalbar Soroti Rasa Keadilan Peserta

    Polemik ini juga mendapat perhatian serius dari Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut rasa keadilan yang dirasakan peserta didik.

    Menurut Harisson, substansi jawaban peserta sebenarnya sudah benar dan memiliki kesamaan, namun tetap dinyatakan salah oleh dewan juri. Ia menduga para juri terlalu terpaku pada teks jawaban yang ada di perangkat penilaian mereka.

    “Juri ini terkesan tidak terlalu memahami materi yang ditanyakan sehingga harus membaca jawaban yang ada di tab mereka lalu mencocokkannya dengan jawaban peserta,” kata Harisson.

    Harisson menilai, apabila juri benar-benar memahami materi Empat Pilar MPR RI secara mendalam, penilaian semestinya bisa dilakukan lebih objektif tanpa bergantung penuh pada redaksi kalimat.

    “Kalau kita sudah paham materi yang ditanyakan, tidak perlu lagi terus melihat tab. Cukup dengar jawaban anak-anak ini, kita langsung tahu substansinya benar atau tidak dan bisa langsung memberikan nilai,” ujarnya.

    Jangan Sampai Ketidakadilan Membekas

    Lebih jauh, Harisson meminta panitia dan dewan juri memberikan rasa keadilan kepada para peserta, khususnya siswa SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan dalam perlombaan tersebut. Ia mengingatkan bahwa pengalaman seperti ini bisa meninggalkan luka psikologis bagi para pelajar apabila tidak disikapi secara bijaksana.

    “Saya minta ada rasa keadilan yang harus diterima oleh anak-anak SMANSA. Jangan biarkan rasa ketidakadilan itu membekas di diri mereka,” tegas Harisson.

    Menurutnya, lomba bertema Empat Pilar MPR RI seharusnya menjadi contoh penerapan nilai-nilai keadilan, sportivitas, dan objektivitas.

    “Apalagi kita sedang berbicara tentang Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai keadilan dan objektivitas harus benar-benar dijunjung,” ucap Harisson.

    Alumni SMAN 1 Pontianak Desak Sistem Replay Digital

    Sorotan juga datang dari Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari. Ia menilai sistem perlombaan perlu diperbarui mengikuti perkembangan teknologi digital saat ini. Windy mengusulkan agar panitia menyediakan fitur pemutaran ulang atau replay secara real time untuk mengantisipasi sengketa jawaban di tengah lomba.

    “Setelah menonton ini apa tindak lanjut yang dilakukan dari panitia? Di zaman digital harusnya sudah tersedia pemutaran ulang real time jika terjadi hal-hal seperti ini,” ujar Windy.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta SMAN 1 Pontianak yang dinilai berani menyampaikan pendapat secara terbuka meski berada dalam tekanan kompetisi.

    “Salut atas keberanian adik-adik Smansa untuk menyampaikan pendapat yang benar di situasi tekanan,” tutup Windy.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    IPMADO Kecewa, Komnas HAM Belum Ungkap Aparat Penembak 8 Warga Dogiyai

    By adm_imr17 Mei 20261 Views

    Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir

    By adm_imr16 Mei 20260 Views

    Rocky Gerung Bela Nadiem, JPU Serang Balik Soal Tim Eksternal dan Harta Rp4,8 Triliun

    By adm_imr16 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Siaran Langsung MotoGP Catalunya 2026: Veda Ega Siap Menggebrak Moto3 di Barcelona

    17 Mei 2026

    Disdikbud Kalbar Buka Suara Soal Juri LCC 4 Pilar Tak Dengar Jawaban SMA 1 Pontianak

    17 Mei 2026

    Puasa Dzulhijjah 2026: Jadwal, Niat, Keutamaan, Doa Sahur & Buka Lengkap

    17 Mei 2026

    Live TVRI? Jadwal Thailand Open 2026 Hari Ini, Anthony Ginting Cs Tampil

    17 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?