Sholat Sunnah Qudum dan Amalan Setelah Pulang Haji
Setelah menjalani ibadah haji, jemaah haji dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan agar hajinya menjadi mabrur. Salah satu amalan yang disarankan adalah sholat sunnah qudum dua rakaat setelah kembali dari perjalanan jauh. Hal ini sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Contoh dari Nabi Muhammad SAW
Dari Ka’ab bin Malik r.a., dikatakan bahwa ketika Nabi SAW pulang dari suatu perjalanan pada waktu dhuha, beliau masuk ke masjid lalu melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Dalam hadis lain juga disebutkan bahwa Nabi SAW menganjurkan untuk sholat sunnah setelah pulang dari perjalanan jauh.
Dari Jabir bin Abdullah r.a., dikatakan bahwa ketika mereka tiba di Madinah setelah perjalanan, Nabi SAW bersabda kepadaku: “Masuklah ke masjid dan shalatlah dua rakaat.”
Niat dan Doa Sholat Sunnah Qudum
Berikut niat dan doa yang dapat dibaca saat melaksanakan sholat sunnah qudum:
Niat Sholat Sunnah Qudum
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْقُدُوْمِ مِنَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal quduumi minas safari rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah qudum karena perjalanan (safar) dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Pulang Haji
اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْحَجِّ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Allahumma baarik fii hayaatii ba’dal hajji waj’alnii minash shaalihiin.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kehidupanku setelah berhaji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh.”
Amalan Setelah Pulang Haji
Setelah pulang dari perjalanan haji, jemaah haji dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan agar hajinya menjadi mabrur. Berikut beberapa amalan tersebut:
Menjaga Salat dan Meningkatkan Ketaatan kepada Allah
Salah satu tanda haji mabrur adalah meningkatnya kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Jika sebelum berhaji masih sering lalai dalam salat atau ibadah lainnya, maka setelah berhaji seharusnya semakin disiplin dan istiqamah.Menjaga Lisan dan Berkata Baik kepada Sesama
Haji mabrur tidak hanya terlihat dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak yang semakin baik. Orang yang baru pulang haji hendaknya menghindari ghibah, fitnah, adu domba, perkataan kasar, serta membiasakan ucapan yang santun dan menenangkan hati orang lain.Gemar Bersedekah dan Membantu Orang Lain
Salah satu ciri haji mabrur adalah memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Bentuknya bisa berupa sedekah, membantu tetangga, menyantuni anak yatim, membantu fakir miskin, atau terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat.Menyebarkan Salam dan Kedamaian
Orang yang memperoleh kemabruran haji akan menjadi sumber kedamaian di lingkungannya. Menyebarkan salam bukan hanya sekadar mengucapkan salam, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kerukunan, dan perdamaian di tengah masyarakat.Menyambung Silaturahmi yang Pernah Terputus
Kemabruran haji juga tercermin dari semakin baiknya hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sahabat. Silaturahmi bukan hanya menjaga hubungan yang sudah baik, tetapi juga berusaha memperbaiki hubungan yang sempat renggang atau terputus akibat perselisihan.Menjauhi Maksiat dan Dosa
Orang yang baru pulang haji hendaknya menjaga dirinya dari berbagai bentuk kemaksiatan agar kemabruran tidak rusak oleh perbuatan buruk. Menjaga pandangan, lisan, pergaulan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang agama merupakan salah satu cara mempertahankan kemabruran haji.Membiasakan Qiyamul Lail atau Salat Malam
Setelah pulang haji, seorang muslim dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Salat malam menjadi bukti kedekatan seorang hamba dengan Allah karena dilakukan secara pribadi tanpa diketahui banyak orang sehingga lebih jauh dari riya.Menjadi Pribadi yang Lebih Rendah Hati
Gelar “haji” bukan untuk dibanggakan, melainkan menjadi pengingat agar semakin tawaduk dan bersyukur. Orang yang hajinya mabrur akan semakin menyadari kelemahan dirinya di hadapan Allah dan semakin menghormati sesama manusia.Menjadikan Haji sebagai Titik Awal Perubahan
Haji bukan akhir perjalanan ibadah, melainkan awal kehidupan yang lebih baik. Kemabruran harus terus diusahakan melalui amal saleh yang berkelanjutan.Menjadi Teladan Kebaikan di Tengah Masyarakat
Predikat haji mabrur seharusnya terlihat dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Semakin banyak kebaikan yang dirasakan masyarakat dari kehadirannya, semakin besar harapan bahwa hajinya diterima oleh Allah SWT.





