Peran Board of Peace dalam Konteks Politik Global
Board of Peace (BoP), atau Dewan Perdamaian, adalah inisiatif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara World Economic Forum (WEF) 2026. Acara ini berlangsung di Davos, Swiss, pada 22 Januari. BoP bertujuan untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, serta memajukan perdamaian yang adil dan berlandaskan hukum internasional.
Dalam pengumumannya, Trump mengundang sejumlah negara untuk bergabung dengan BoP. Beberapa di antaranya termasuk Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Turkiye, Indonesia, Pakistan, Paraguay, Argentina, Arab Saudi, dan Qatar. Masa keanggotaan umumnya berlangsung selama tiga tahun, kecuali bagi negara yang telah menyumbang dana sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun (kurs Rp 16.832) pada tahun pertama.
Sindiran Elon Musk terhadap Board of Peace
Elon Musk, bos teknologi kenamaan, melontarkan candaan yang menyindir Board of Peace dalam sesi diskusi yang dihelat sehari setelah pengumuman BoP. Dalam sesi tersebut, Musk mengganti kata “peace” menjadi “piece”, yang secara etimologis mirip tetapi memiliki makna yang sangat berbeda.
“Saya dengar ada ‘peace summit’ (konferensi perdamaian), saya kayak, apakah maksudnya ‘p-i-e-c-e’ (bagian)?” ujar Musk, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang unik dan penuh tantangan.
Candaan ini merujuk pada ambisi Trump terkait penguasaan dua wilayah, yaitu Greenland dan Venezuela. Musk menambahkan, “Tahu kan, bagian kecil Greenland, bagian kecil Venezuela,” sambil tertawa kepada audiens.
Sindiran ini juga mengacu pada aksi Trump belakangan, terutama terkait aneksasi Greenland dan pengambilalihan Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Musk, yang saat ini masih dalam perang dingin dengan Presiden Trump, seolah menyindir pembentukan Dewan Perdamaian yang diumumkan tak lama setelah kontroversi tersebut.
Kehadiran yang Mengejutkan Elon Musk di WEF 2026
Kehadiran Elon Musk di WEF 2026 cukup mengejutkan. Sebelumnya, ia tidak dijadwalkan hadir. Namun, menurut laporan Business Insider, jadwal Musk ditambahkan oleh panitia sehari setelah pidato Trump dan pengumuman Board of Peace.
Musk hadir dalam sesi pukul 16.30 waktu Davos, berbincang dengan CEO BlackRock Larry Fink. Diduga, Musk terbang ke Davos menggunakan pesawat jet pribadinya pada Rabu (21/1/2026) malam waktu AS, dari bandara San Jose International Airport. Hal ini didasarkan pada pantauan situs pelacakan penerbangan ADS-B Exchange.
Sebelumnya, Musk pernah mengkritik forum ekonomi tingkat tinggi ini. Pada tahun 2023, ia mengkritik WEF dengan menyampaikan, “Bagaimana bisa WEF atau apalah Davos ini, menjadi sesuatu? Apa mereka mau menjadi bosnya Bumi?” Ia juga pernah menolak undangan ke Davos pada tahun 2022 karena menganggap acara ini membosankan.
Tantangan dan Reaksi terhadap Board of Peace
Board of Peace dianggap sebagai upaya Trump untuk memperkuat posisinya dalam diplomasi global. Namun, banyak pihak mempertanyakan tujuan sebenarnya dari lembaga ini. Beberapa menganggapnya sebagai langkah politik yang bertujuan untuk memperluas pengaruh AS di dunia.
Selain itu, sindiran Musk terhadap “peace” menjadi “piece” juga mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan Trump yang dinilai tidak sepenuhnya bermaksud baik. Meskipun demikian, BoP tetap menjadi topik yang menarik perhatian publik dan media internasional.







