Empat Nama yang Meramaikan Bursa Calon Rektor UNM 2027-2031
Empat nama yang dianggap memiliki potensi kuat untuk menjadi calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 mulai menunjukkan tanda-tanda kehadiran mereka dalam bursa pemilihan. Mereka adalah Prof Andi Aslinda, Dr Arifin Manggau, Prof Eko Hadi Sujiono, dan Prof Suwardi Annas. Nama-nama ini muncul sebagai kandidat utama berdasarkan reputasi akademik, pengalaman kepemimpinan, serta kontribusi terhadap perkembangan kampus.
Prof Andi Aslinda: Pengalaman Akademik yang Kaya
Prof Andi Aslinda lahir di Pinrang pada 10 Oktober 1969. Ia lulus dari Universitas Hasanuddin dengan gelar sarjana pada tahun 1988. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan magister di bidang Administrasi Pembangunan pada 2000 dan meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Publik dari Unhas pada 2014. Saat ini, ia aktif sebagai dosen tetap UNM dan menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan asosiasi akademik.
Dr Arifin Manggau: Pengalaman dalam Pendidikan Seni
Dr Arifin Manggau lahir di Ujungpandang pada 2 April 1974. Ia lulus dari Program Studi Sendratasik FBS UNM dengan gelar sarjana pada 1999. Ia kemudian meraih gelar magister di bidang Pendidikan Antropologi dari UNM pada 2001 dan menyelesaikan program doktoralnya di bidang Pendidikan Seni di Universitas Negeri Semarang pada 2015–2018. Sejak 2006, ia aktif sebagai dosen UNM dan pernah menjabat beberapa posisi penting seperti Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Media Pembelajaran serta Wakil Dekan II FSD UNM. Ia juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM serta Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan.
Prof Eko Hadi Sujiono: Pakar Fisika dengan Pengalaman Lintas Disiplin
Prof Eko Hadi Sujiono lahir di Purwoharjo pada 17 Oktober 1969. Ia menempuh pendidikan S1 Fisika di IKIP Ujung Pandang dan menyelesaikan studinya pada 1992. Ia kemudian meraih gelar S2 dan S3 Fisika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar doktoralnya diselesaikan pada 2001, dan ia juga menjalani program Postdoctoral Applied Physics di University of Twente, Belanda, pada 2002–2004. Dalam kariernya, ia pernah menjadi Wakil Rektor IV UNM periode 2012–2016 dan Direktur PPG UNM periode 2010–2013. Sejak 2017, ia menjadi bagian dari Majelis Program Doktor Kemdiktisaintek dan masuk Tim Pakar SDM Ditjen Kemdiktisaintek pada 2025.
Prof Suwardi Annas: Ahli Statistika dengan Pengalaman Kepemimpinan
Prof Suwardi Annas lahir di Teppo Batu, Wajo, pada 31 Desember 1969. Ia menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di UNM pada 1992. Ia kemudian menyelesaikan S2 Statistika di Institut Pertanian Bogor pada 2001 dan meraih gelar doktor dari Osaka Prefecture University, Jepang, pada 2007. Bidang keahliannya berkaitan dengan statistika dan statistika lingkungan. Di lingkungan UNM, ia memiliki pengalaman panjang dalam jabatan struktural. Ia pernah menjadi Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan FMIPA UNM, Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNM periode 2016–2019, serta Dekan FMIPA UNM sejak 2019 hingga sekarang.
Proses Pemilihan Rektor UNM
Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM sedang menyusun tahapan pemilihan rektor periode berikutnya. Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof Dr Ir A Muhammad Idkhan MT IPM, mengatakan bahwa pihaknya masih meramu jadwal pelaksanaan agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tidak dilakukan secara terburu-buru. Target pelantikan rektor baru dipilih pada Januari 2027 agar rektor baru dapat langsung menjalankan program kerja bersamaan dengan dimulainya tahun anggaran yang baru.
Persyaratan dan Tahapan Pemilihan
Persyaratan bakal calon rektor belum dapat dipublikasikan secara rinci karena masih akan berkoordinasi dengan Senat Universitas. Namun, panitia akan secara terbuka mengumumkan setiap tahapan yang dilaksanakan. Dalam proses pemilihan rektor, Senat Universitas menjadi organ yang berperan menjalankan tahapan penjaringan, penyaringan, hingga penetapan calon sesuai ketentuan yang berlaku.
Peluang bagi Figur Internal Kampus
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum, membuka peluang seluas-luasnya bagi figur internal kampus untuk bersaing dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM. Menurutnya, UNM memiliki banyak sumber daya akademik yang layak memimpin perguruan tinggi tersebut. Ia menilai banyak putra-putri terbaik UNM yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak kepemimpinan.






