Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Anomali Harga Cabai dan Ayam di Malang, Bawang dan Tepung Beras Naik

    13 Juni 2026

    Perusahaan Pemenang Motor Listrik MBG Diperiksa Usai Dadan Cs Jadi Tersangka

    13 Juni 2026

    20 Twibbon Hari Laut Sedunia 2026, Unggah Mudah di Media Sosial

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Anomali Harga Cabai dan Ayam di Malang, Bawang dan Tepung Beras Naik
    • Perusahaan Pemenang Motor Listrik MBG Diperiksa Usai Dadan Cs Jadi Tersangka
    • 20 Twibbon Hari Laut Sedunia 2026, Unggah Mudah di Media Sosial
    • Mengenang Rusdy Bahalwan, Legenda Persebaya yang Bawa Tim Juara sebagai Kapten dan Pelatih
    • Meski IHSG turun, saham komoditas ini jadi incaran investor asing
    • Rubiyah Kartini Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Enim Usai Hilang
    • Kunci Jawaban PAI Kelas 8 Halaman 131-134 Kurikulum Merdeka Bab 5 Daulah Abbasiyah
    • FITRA NTB Kecam Pemangkasan Dana Kesehatan Reproduksi 82 Persen di Lombok Tengah
    • Satu alpukat sehari, turunkan risiko diabetes?
    • 12 destinasi romantis dekat Piala Dunia 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»GUPBI Nasional Dibentuk, Wadah Peternak Tingkatkan Ekonomi Indonesia

    GUPBI Nasional Dibentuk, Wadah Peternak Tingkatkan Ekonomi Indonesia

    adm_imradm_imr5 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pertemuan Peternak Babi di Solo Membentuk GUPBI Nasional

    Sejumlah peternak babi dari berbagai daerah menggelar pertemuan di Kota Solo pada Jumat (27/2/2026). Pertemuan ini menjadi awal terbentuknya Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Nasional. Awalnya, organisasi ini lahir dari kelompok peternak daerah di Bali dan kini menjadi wadah bersatunya peternak-peternak dari seluruh Indonesia.

    Pertemuan yang digelar di Solo dihadiri hampir 100 orang peternak dari berbagai daerah, mulai dari Indonesia Barat hingga Timur. Mereka akhirnya mengukuhkan struktur kepengurusan GUPBI Nasional. I Ketut Hari Suyasa, pria asal Bali dengan penampilan nyentrik, secara aklamasi ditunjuk sebagai Ketua Umum GUPBI Nasional. Ia dibantu oleh pengurus lain seperti Budi Susanto sebagai bendahara dan Adie Karjanto sebagai sekretaris.

    I Ketut Hary Suyasa menjelaskan bahwa GUPBI sebenarnya merupakan organisasi peternak yang awalnya bersifat kedaerahan dan berawal di Bali. Namun, banyak tantangan yang dihadapi oleh para peternak di berbagai daerah mendorong inisiatif membentuk GUPBI Nasional agar bisa menjadi wadah bagi seluruh peternak babi di Indonesia.

    Menurutnya, proteksi dari pemerintah terhadap peternakan babi dinilai masih jauh dari harapan. “Kita selalu berpikir bahwa peternakan babi seperti termarjinalkan di Indonesia. Regulasi juga tidak memberikan payung hukum yang kuat dalam memproteksi budaya peternakan,” ujarnya.

    Babi di Indonesia bukan datang tiba-tiba, melainkan sudah menjadi pekerjaan turun-temurun masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki penduduk Muslim. “Tidak bisa diabaikan, ada warga Indonesia yang punya peternakan selain sapi atau ayam. Ada juga peternak babi yang sudah turun-temurun ada. Karena kurangnya proteksi ini, maka perlu adanya organisasi berskala nasional,” tambahnya.

    Terbentuknya GUPBI Nasional diharapkan bisa menjadi jembatan antara peternak dan pemerintah. “GUPBI Nasional tidak ingin menjadi kompetitor organisasi yang sudah ada maupun pemerintah. Kita ingin menjadi bagian yang memberikan informasi utuh kepada pemerintah daerah dan pusat agar kebijakan yang diambil tepat dan tidak mengesampingkan para peternak babi,” jelas Ketum GUPBI Nasional tersebut.

    Tantangan yang Dihadapi Peternak Babi

    Sebagai peternak babi, banyak tantangan yang dihadapi oleh anggota GUPBI Nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi komunikator yang baik kepada pihak pemerintah agar tidak mengesampingkan keberadaan para peternak babi.

    “Menurut saya, tidak cukup hanya di tingkat daerah. Perlu dibuat ke jenjang yang lebih tinggi. Ada beberapa keputusan pemerintah yang kita anggap tidak berpihak kepada peternak babi, misalnya pemerintah ingin berswasembada tetapi membuat kebijakan kontraproduktif dengan masuknya daging babi impor secara masif,” ujarnya.

    Ia beranggapan bahwa pemerintah mungkin menerima informasi yang tidak utuh, sehingga membuat keputusan yang merugikan masyarakat ternak babi. “Ini yang mendorong ide pembentukan GUPBI secara nasional,” imbuhnya.

    Usai disahkan sebagai organisasi peternak setingkat nasional, GUPBI Nasional akan segera menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian-kementrian yang membidangi peternakan. “Kita akan melakukan audiensi kepada pengambil kebijakan untuk menyampaikan data-data yang benar, seperti jumlah populasi babi, agar pemerintah dapat mengkoreksi kebijakan impor daging babi yang membuat resah seluruh peternak babi di Indonesia.”

    Peran Peternak Babi dalam Ekonomi

    Beliau berharap GUPBI Nasional menjadi tonggak proteksi bagi peternak dari sektor regulasi nantinya agar tidak dianaktirikan dibanding peternak hewan lainnya di Indonesia.

    Ia juga menyebut bahwa adanya peternak babi tidak hanya menguntungkan para pengusaha di sektor tersebut. Peternakan babi juga menjadi mata rantai penggerak ekonomi karena berkaitan dengan sektor-sektor lain seperti pertanian.

    Peternak babi sangat bergantung pada produksi jagung maupun padi yang menjadi bahan dasar pakan ternak mereka. “Peternak babi ini juga menjadi bagian penggerak ekonomi pertanian di Indonesia. Ini kan juga menjadi hal positif jika dikembangkan,” ujarnya.

    Harapan Peternak Kecil

    Terbentuknya GUPBI Nasional disambut baik oleh para peternak di daerah seperti Adi Purnomo, peternak berasal dari Kabupaten Sragen. Adanya GUPBI Nasional diharapkan oleh Adi bisa menjadi penyambung lidah peternak kecil seperti dirinya untuk bisa diperhatikan oleh pemerintah.

    “Ya, saya harapkan untuk peternak kecil seperti saya, GUPBI Nasional menjadi wadah, rumah yang nyaman dan aman untuk menampung aspirasi peternak kecil seperti kita yang minim fasilitas ke pemerintah sebagai regulator,” ungkapnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Meski IHSG turun, saham komoditas ini jadi incaran investor asing

    By adm_imr13 Juni 20263 Views

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!

    By adm_imr13 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Anomali Harga Cabai dan Ayam di Malang, Bawang dan Tepung Beras Naik

    13 Juni 2026

    Perusahaan Pemenang Motor Listrik MBG Diperiksa Usai Dadan Cs Jadi Tersangka

    13 Juni 2026

    20 Twibbon Hari Laut Sedunia 2026, Unggah Mudah di Media Sosial

    13 Juni 2026

    Mengenang Rusdy Bahalwan, Legenda Persebaya yang Bawa Tim Juara sebagai Kapten dan Pelatih

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?