Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ahli: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan Kapal Roro

    7 Agustus 2026

    3 Kargo Jenazah Korban KMP Mutiara Santosa Dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya, 2 Lagi Menyusul

    7 Agustus 2026

    Gerhana Matahari Total 2026: Wilayah yang Bisa Menyaksikan

    7 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 13 Agustus 2026
    Trending
    • Ahli: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan Kapal Roro
    • 3 Kargo Jenazah Korban KMP Mutiara Santosa Dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya, 2 Lagi Menyusul
    • Gerhana Matahari Total 2026: Wilayah yang Bisa Menyaksikan
    • Kecelakaan Maut di Kapuas Hulu, Ibu Tewas Usai Motor Tabrak Bus
    • UAS Buka Rahasia Arba Mustakmir Bulan Safar, Istillah Rebo Wekasan Dijelaskan
    • Coba Kebiasaan Pagi Ini untuk Vibes Positif Sepanjang Hari
    • 7 cara menanam terong hijau sederhana ala Andrew Kalaweit
    • Jadwal Kapal Pelni Agustus 2026: Rute Surabaya-Ambon dengan KM Sinabung, Dorolonda, Ciremai, Nggapulu, Leuser
    • Renungan Katolik: Iman di Tengah Badai, Senin 3 Agustus 2026
    • Putra Mahkota Saudi Peringatkan Trump: Serangan ke Iran Picu Perang Besar di Timur Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Gus Maftuch: Jalan Sunyi Cak Imin, Dari Kekuasaan ke Pengabdian sebagai Ketum PBNU

    Gus Maftuch: Jalan Sunyi Cak Imin, Dari Kekuasaan ke Pengabdian sebagai Ketum PBNU

    adm_imradm_imr5 Mei 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dukungan untuk Gus Muhaimin sebagai Calon Ketua Umum PBNU

    Ketua Panitia Pelaksana Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU), KH Mas Muhammad Maftuch, menyampaikan harapan, doa, dan dukungannya kepada Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin atau Gus Muhaimin sebagai calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Gus Muhaimin adalah salah satu tokoh politik yang telah menempuh perjalanan panjang di panggung nasional. Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun berkiprah di dunia politik, ia telah melewati berbagai fase, dinamika, serta asam garam kekuasaan dan politik. Pengalaman tersebut menempatkannya sebagai sosok yang matang secara politik dan kaya akan pembelajaran serta pengalaman.

    Menurut Gus Maftuch, pada titik ini muncul pandangan bahwa Gus Muhaimin telah mencapai fase puncak sebagai seorang politisi. Oleh karena itu, sudah waktunya ia mengambil peran yang lebih reflektif dan substantif, bukan lagi elektoral. Hal ini dapat dilakukan dengan “naik pangkat” menjadi pandito ratu melalui jalan meninggalkan politik praktis dengan kehormatan atas kemenangan dalam dunia politik yang telah beliau dapatkan.

    Salah satu ikhtiar yang dapat ditempuh adalah dengan melepaskan diri dari kontestasi politik kemudian mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Menurut Gus Maftuch, dengan bekal pengalaman panjang di kancah politik nasional, Gus Muhaimin memiliki modal kepemimpinan, jaringan, serta pemahaman struktural yang kuat. Lebih dari itu, kedekatannya dengan para Kyai Khos NU dan basis akar rumput Nahdliyin menjadi kekuatan tersendiri untuk dapat berkhidmat secara utuh terutama dalam mengamalkan persoalan kemaslahatan umat Islam Indonesia, Warga Nahdliyin, dan Bangsa Indonesia tanpa terikat kepentingan kekuasaan jangka pendek.

    Gus Maftuch, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, menjelaskan bahwa secara historis dan genealogis, Gus Muhaimin memiliki ikatan kuat dengan Nahdlatul Ulama. Beliau merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri, satu dari lima tokoh utama pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang. Garis keturunan ini bukan sekadar identitas simbolik, melainkan bagi Gus Muhaimin memuat tanggung jawab moral dan historis untuk melanjutkan estafet perjuangan ulama dalam membimbing umat, menjaga tradisi keilmuan, dan merawat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

    Dengan latar belakang tersebut, pengambilan peran strategis di PBNU dapat dipandang sebagai bentuk pengabdian yang selaras dengan warisan keulamaan Mbah Bisri. Ia menambahkan, menahkodai PBNU bukan hanya soal jabatan struktural, melainkan amanah besar untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat posisi NU dalam kehidupan kebangsaan, serta memastikan NU tetap berpihak pada kepentingan umat dan rakyat kecil.

    “Oleh karena itu, Gus Muhaimin mencalonkan diri pada Muktamar ke-35 PBNU dapat dimaknai sebagai ‘jalan sunyi’ yang bermartabat bagi Cak Imin. Sebuah langkah transformatif dari politik kekuasaan menuju politik kebijaksanaan, dari arena kontestasi menuju ruang pengabdian, dari Ketum PKB menuju Ketum PBNU. Jalan ini bukanlah suatu bentuk kemunduran, melainkan lompatan peran menuju fase kepemimpinan yang lebih substansial dan berorientasi pada kemaslahatan jangka panjang Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

    Keistimewaan Gus Muhaimin dalam Konteks Kepemimpinan NU

    Gus Muhaimin memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya layak menjadi ketua umum PBNU. Berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan:

    • Pengalaman Politik yang Mendalam: Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun di dunia politik, Gus Muhaimin telah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika politik. Hal ini memberinya wawasan yang luas tentang cara mengelola organisasi dan menjaga stabilitas.

    • Jaringan yang Kuat: Selama bertahun-tahun berkiprah di dunia politik, Gus Muhaimin telah membangun jaringan yang luas, termasuk dengan para tokoh agama dan politik. Jaringan ini akan sangat berguna dalam memperkuat posisi NU di berbagai tingkatan.

    • Kedekatan dengan Para Kyai: Kedekatan Gus Muhaimin dengan para Kyai Khos NU dan basis akar rumput Nahdliyin menjadi kekuatan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan aspirasi masyarakat NU.

    • Warisan Keluarga yang Kental: Sebagai cicit dari KH Bisri Syansuri, Gus Muhaimin memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk melanjutkan estafet perjuangan ulama. Warisan ini akan menjadi fondasi yang kuat dalam kepemimpinannya.

    Kesimpulan

    Pemilihan Gus Muhaimin sebagai calon ketua umum PBNU tidak hanya merupakan langkah politik, tetapi juga sebuah pengabdian yang bermartabat. Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman yang matang, ia diyakini mampu membawa NU menuju masa depan yang lebih baik.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ahli: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan Kapal Roro

    By adm_imr7 Agustus 20262 Views

    Sarwendah Buka Rahasia Video Pertengkaran Ruben Onsu

    By adm_imr7 Agustus 20263 Views

    Sarwendah Akhirnya Bicara, Ungkap Penyebab Emosinya pada Ruben Onsu

    By adm_imr7 Agustus 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ahli: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan Kapal Roro

    7 Agustus 2026

    3 Kargo Jenazah Korban KMP Mutiara Santosa Dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya, 2 Lagi Menyusul

    7 Agustus 2026

    Gerhana Matahari Total 2026: Wilayah yang Bisa Menyaksikan

    7 Agustus 2026

    Kecelakaan Maut di Kapuas Hulu, Ibu Tewas Usai Motor Tabrak Bus

    7 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?