Jenis-Jenis Kejang dan Cara Menghadapinya
Kejang adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada sebagian orang. Diperkirakan, sekitar 1 dari 10 orang mungkin mengalami kejang selama hidupnya. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana menangani situasi ini dengan benar, terutama jika suatu hari kamu harus membantu seseorang yang sedang mengalami kejang.
Kejang bisa berupa kejang parsial sederhana, di mana seseorang kehilangan kesadaran sesaat, hingga kejang parsial fokal atau kompleks, di mana seseorang tidak responsif dan menatap kosong, hingga kejang umum yang memengaruhi seluruh otak. Seseorang yang mengalami kejang umum mungkin kehilangan kesadaran sepenuhnya dan mungkin jatuh, gemetar hebat, dan kesulitan bernapas. Meskipun ada banyak jenis kejang, sebagian besar berakhir dalam beberapa menit.
Penyebab Utama Kejang
Ada berbagai penyebab yang diketahui dapat memicu kejang, antara lain:
- Penyalahgunaan narkoba.
- Tersengat listrik.
- Epilepsi.
- Stres.
- Infeksi otak, termasuk meningitis.
- Demam (terutama pada anak kecil).
- Kadar natrium atau glukosa abnormal dalam darah.
- Cedera kepala.
- Penyakit jantung.
- Keracunan.
Terkadang, penyebab kejang tidak diketahui. Sebagian besar kejang terjadi tiba-tiba tanpa peringatan, berlangsung beberapa detik atau menit, dan berhenti dengan sendirinya. Kejang dapat berbeda untuk setiap orang karena kejang bergantung pada bagian otak yang terlibat.
Pertolongan Pertama Saat Kejang
Jika kamu melihat seseorang sedang mengalami kejang, berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
- Tetaplah bersama orang tersebut sampai kejang berakhir dan orang tersebut sepenuhnya sadar.
- Bantulah orang tersebut untuk berdiri dan duduk di tempat yang aman setelah kejang.
- Hiburlah orang tersebut dan bicarakan dengan tenang tentang apa yang terjadi.
- Periksa apakah orang tersebut mengenakan gelang medis untuk rencana penyelamatan dan informasi darurat lainnya.
- Untuk kejang umum (konvulsif), baringkan orang tersebut ke lantai dan putar tubuhnya perlahan ke satu sisi untuk membantunya bernapas. Untuk mencegah cedera, singkirkan benda keras atau tajam dari area sekitar orang tersebut dan letakkan benda lunak di bawah kepala orang tersebut.
- Lihat jam tangan untuk menghitung waktu kejang. Jika berlangsung lebih dari lima menit, hubungi ambulans.
Hal yang Tidak Harus Dilakukan Saat Menolong Orang yang Sedang Kejang
Saat menolong seseorang yang sedang mengalami kejang, hindari melakukan hal-hal berikut:
- Jangan menahannya: Merupakan kesalahpahaman umum untuk mencoba menahan tubuh orang tersebut agar tetap diam selama kejang. Menahan seseorang selama kejang dapat menyebabkan lebih banyak bahaya, termasuk cedera pada orang yang mengalami kejang dan orang yang mencoba membantu.
- Jangan masukkan apa pun ke mulut: Jangan masukkan benda apa pun, termasuk jari, ke dalam mulut orang tersebut. Menelan selama kejang tidak mungkin dilakukan. Memasukkan benda ke dalam mulut mereka dapat menyebabkan cedera pada gigi, mulut, atau rahang dan dapat menyebabkan tersedak.
- Hindari memberi makanan atau minuman segera setelah kejang: Jangan berikan makanan, minuman, atau obat-obatan kepada orang tersebut sampai mereka sepenuhnya sadar dan waspada. Mereka mungkin mengalami kesulitan menelan atau berisiko tersedak.
- Jangan melakukan CPR: Kejang sering kali melibatkan jeda sementara dalam pernapasan, yang akan pulih dengan sendirinya. CPR tidak diperlukan kecuali orang tersebut tidak melanjutkan pernapasan setelah kejang berakhir.
- Jangan memindahkan mereka kecuali diperlukan: Hanya pindahkan orang tersebut jika mereka dalam bahaya langsung, seperti di dekat lalu lintas atau air.
- Jangan tinggalkan mereka sendirian: Bahkan jika kejang telah berhenti, jangan tinggalkan orang tersebut tanpa pengawasan sampai mereka sepenuhnya sadar dan waspada. Kebingungan dan rasa kantuk dapat terjadi segera setelah kejang, dan penting untuk menyediakan lingkungan yang mendukung dan aman.
Yang Perlu Dilakukan Setelah Kejang
Setelah kejang berakhir, orang tersebut mungkin mengalami disorientasi, bingung, atau kelelahan. Ini disebut kondisi pasca-kejang. Berikut hal yang dapat kamu lakukan untuk mendukung mereka:
- Tetaplah bersama mereka sampai mereka pulih sepenuhnya.
- Berbicaralah dengan tenang dan hindari membanjiri mereka dengan pertanyaan.
- Dorong mereka untuk beristirahat.
- Jika ini adalah kejang baru atau tidak biasa, dorong mereka untuk menemui ahli neurologi.
Kapan Harus Mencari Perawatan Darurat?
Dalam banyak kasus, kejang tidak memerlukan perhatian medis darurat. Namun, hubungi ambulans jika orang tersebut:
- Belum pernah mengalami kejang sebelumnya.
- Mengalami kesulitan bernapas atau bangun setelah kejang.
- Mengalami kejang yang berlangsung lebih dari lima menit.
- Mengalami kejang kedua segera setelah yang pertama tanpa sadar kembali.
- Terluka selama kejang.
- Mengalami kejang di dalam air, seperti kolam renang atau bak mandi.
- Memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti diabetes, penyakit jantung, atau sedang hamil.
Sebagai penolong, niat memang ingin membantu secepat mungkin. Namun, dalam situasi kejang, tindakan yang keliru justru bisa memperparah kondisi pasien. Karena itu, tetap tenang, pastikan lingkungan aman, dan lakukan pertolongan yang tepat sesuai anjuran medis. Ingat, yang paling dibutuhkan pasien saat kejang bukan kepanikan, melainkan perlindungan dan penanganan yang benar sampai bantuan medis datang.







