Pada hari Selasa (7/7/2026), ajang balap lintas alam Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) 2026 secara resmi diluncurkan di Budi Luhur University, Jakarta. Dengan konsep “Mini Dakar Indonesia”, kompetisi ini akan mempertemukan mobil 4×4 dan motor rally yang siap memberikan tantangan baru di kawasan Subang, Majalengka, hingga Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 8 hingga 12 Desember 2026.
Peluncuran IRRA 2026 berlangsung di Doktorandus Koffie 07/08, sekaligus menjadi momen pembukaan pendaftaran peserta. Pada penyelenggaraan kali ini, total jarak lintasan meningkat menjadi sekitar 550 kilometer, jauh lebih panjang dibandingkan edisi perdana yang hanya mencapai sekitar 200 kilometer.
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur, Cakti Kasih Hanggoro, menyampaikan dukungan terhadap IRRA berasal dari kecintaannya terhadap dunia otomotif. Ia bahkan pernah mengikuti Rally Dakar Argentina-Chile pada 2010 dan 2011. Menurutnya, IRRA memiliki potensi besar untuk menjadi alat promosi wisata otomotif di daerah yang memiliki keindahan alam dan budaya.
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang menyukai dunia otomotif tidak boleh melewatkan ajang tersebut. Kasih Hanggoro juga bangga menjadi bagian dari perkembangan olahraga rally raid di Indonesia. Ia mengapresiasi prestasi pereli Indonesia yang mampu meraih hasil membanggakan di Reli Dakar, sehingga menjadi motivasi berkembangnya IRRA.
Antusiasme peserta pada IRRA 2025 menjadi modal besar untuk penyelenggaraan tahun ini. Tidak hanya peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga peserta mancanegara seperti Malaysia, Thailand, India, dan Taiwan turut serta dalam ajang ini.
Ketua Panitia IRRA 2026, Rifat Sungkar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan lintasan yang lebih panjang dan menantang. Menurutnya, IRRA diikuti oleh merek Agen Pemegang Merek (APM) otomotif terbanyak di Indonesia, baik dari kategori mobil, motor, maupun kendaraan off-road.
Wakil Ketua Panitia IRRA 2026, Julian Johan, mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi sejak peluncuran dilakukan. Ia menyampaikan bahwa banyak peserta yang sudah menanyakan waktu pelaksanaan, lokasi, hingga jarak reli. Julian juga mengapresiasi peserta IRRA 2025 yang luar biasa berani mengikuti ajang perdana ini.
Julian, yang akrab disapa Jejelogy, menjelaskan bahwa tidak semua peserta mengejar gelar juara. Banyak yang mengikuti IRRA untuk mencari pengalaman baru, memperluas jejaring pertemanan, sekaligus memacu adrenalin.
Edisi perdana tahun lalu
Menurut Julian, IRRA lahir dari gagasan sejumlah alumnus Asia Cross Country Rally (AXCR), seperti Dendy dan Rifat Sungkar, yang melihat kondisi geografis Indonesia sangat cocok untuk menggelar rally raid. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan IRRA pada 2025.
Pada edisi perdana, jumlah peserta melampaui ekspektasi panitia. Sebanyak 72 peserta mobil dan motor serta 25 peserta off-road ambil bagian, jauh di atas target awal yang hanya sekitar 20 hingga 40 peserta.
Selain menghadirkan kompetisi, IRRA juga memberi dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara. Tahun lalu, sekitar 300 kamar di tiga hotel sekitar lokasi terisi oleh peserta dan tim pendukung.
Tahun ini fasilitas juga ditingkatkan. Jika tahun lalu hanya satu hotel di Subang, kini tersedia dua hotel di Subang ditambah satu hotel di Majalengka. Peserta sudah mendapatkan akomodasi mulai H-1 hingga H+1 atau selama lima malam.
Julian menjelaskan keselamatan peserta menjadi prioritas utama penyelenggara. Tahun ini standar keselamatan akan diperketat karena safety merupakan hal terpenting dalam balap. Harapannya IRRA bisa berkembang menjadi event internasional.
Rektor Budi Luhur University, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., menyampaikan bahwa penyelenggaraan IRRA di lingkungan kampus memiliki nilai strategis dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal potensi diri, mengembangkan minat, dan membentuk karakter.
Menurut Prof Agus, olahraga reli bukan sekadar mengandalkan kecepatan. Reli menuntut kemampuan membaca medan, disiplin, keberanian mengambil keputusan, kerja sama tim, serta tanggung jawab. Karena itu, seorang pereli harus memiliki “mental juara dan jawara”.
Dukungan terhadap penyelenggaraan IRRA juga datang dari Ikatan Motor Indonesia (IMI). Perwakilan IMI, TB Adi, menyampaikan bahwa Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto mendukung penuh penyelenggaraan IRRA sebagai tonggak baru olahraga otomotif nasional.
IRRA 2026 akan diawali pada 7 Desember dengan kegiatan administrasi peserta di Subang, dilanjutkan prolog pada 8 Desember. Leg pertama digelar di Subang pada 9 Desember, kemudian Subang-Majalengka pada leg kedua pada 10 Desember, Majalengka-Indramayu-Majalengka pada leg ketiga pada 11 Desember, dan ditutup leg keempat di kawasan Majalengka pada 12 Desember sekaligus closing ceremony.
Karakter lintasan akan menyuguhkan beragam tantangan, mulai dari perkebunan, jalan tanah berliku, jalur berbatu, kanal irigasi, tanjakan sepanjang sekitar 200 meter yang akan semakin sulit saat hujan, hingga jalur berlumpur dan jembatan rusak. Peserta juga harus mengandalkan road book sebagai panduan navigasi tanpa survei lintasan terlebih dahulu.
IRRA 2026 membuka kelas kendaraan roda empat mulai dari X1 (modifikasi bensin dan diesel), X2 (semi modifikasi), X3 (Jimny maksimal 1.000 cc), X4 (mobil klasik maksimal tahun 2005), serta X5 untuk kendaraan SSV. Adapun kategori roda dua terdiri atas XM1 (0-230 cc), XM2 (231-400 cc), dan XM3 (di atas 400 cc). Selain itu tersedia kategori XA Overland yang menggabungkan wisata dan petualangan sebelum bergabung dengan lintasan utama pada hari terakhir.
Pendaftaran dibuka untuk maksimal 100 kendaraan. Biaya registrasi ditetapkan sebesar Rp17,5 juta untuk mobil, Rp5,5 juta untuk motor, dan Rp2 juta untuk kategori overland. Setiap peserta dapat memilih nomor start mulai dari 2 hingga 999, sementara juara pertama akan memperoleh hadiah senilai biaya pendaftaran.







