Keterlibatan Jokowi dengan PSI Diumumkan sebagai Patron Politik
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), telah bergabung dengan partai tersebut. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan bahwa Jokowi tidak hanya menjadi anggota biasa, tetapi juga ditetapkan sebagai sosok sentral bagi partai.
PSI menobatkan mantan Wali Kota Solo tersebut sebagai patron politik. Istilah “patron politik” merujuk pada figur yang menjadi panutan, sumber inspirasi, sekaligus memiliki pengaruh kuat terhadap arah perjuangan sebuah organisasi atau partai politik. Bestari Barus secara terbuka menyebut bahwa Jokowi kini sudah berada bersama PSI.
Menurutnya, yang belum dilakukan hanyalah pengumuman resmi terkait posisi mantan Wali Kota Solo tersebut di internal partai. Ia menyatakan bahwa Jokowi akan bersama PSI dan telah ditetapkan sebagai patron politik untuk perjuangan PSI ke depan. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, mengingat kondisi kesehatan beliau.
Sinyal kuat keterlibatan Jokowi dengan PSI sebenarnya sudah terlihat sejak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI pada Januari 2026 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, Jokowi secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk turun langsung membantu PSI hingga tingkat daerah.
Bestari mengatakan bahwa pidato Jokowi dalam Rakernas PSI berhasil membangkitkan semangat kader partai di berbagai daerah. “Beliau sudah sampaikan, ‘saya masih kuat turun sampai ke kabupaten kota, bahkan jika dibutuhkan sampai ke kecamatan’. Itu betul-betul membangun semangat gitu loh, membakar semangat kawan-kawan semuanya untuk segera bersiap menyambut kehadiran Pak Jokowi,” tegasnya.
Meski demikian, Bestari belum bersedia mengungkap posisi apa yang nantinya akan ditempati Jokowi di PSI. Ia menyebut hal tersebut masih disiapkan sebagai kejutan bagi publik. “Dan semakin menjadi keyakinan publik bahwa Pak Jokowi sudah tidak di mana-mana, dan berada dengan PSI mulai bersama dengan PSI untuk pemenangan pemilu 2029 tentunya,” imbuh Bestari.
Jokowi Pernah Tegaskan Siap Bekerja untuk PSI
Kedekatan Jokowi dengan PSI bukan hal baru. Dalam Rakernas I PSI yang berlangsung di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), Jokowi secara terbuka menyatakan kesiapannya membantu partai tersebut. Dalam pidatonya, Jokowi menilai PSI memiliki target politik besar sehingga harus memiliki mesin partai yang kuat hingga tingkat paling bawah.
Ia meminta struktur organisasi PSI diperkuat sampai level RT dan RW karena menurutnya kekuatan partai politik terletak pada struktur yang solid. Mantan Presiden RI itu bahkan menegaskan dirinya masih sanggup turun langsung ke lapangan jika dibutuhkan.
“Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup,” ujarnya di hadapan kader PSI. Ucapan tersebut langsung disambut sorak-sorai peserta Rakernas. Jokowi kemudian melanjutkan bahwa dirinya siap bergerak hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
“Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” tegasnya. Tak hanya itu, Jokowi juga menyatakan dirinya siap bekerja keras untuk PSI.
“Kita perlu jajaran pengurus yang militan. Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI,” lanjutnya. Pernyataan tersebut kemudian dianggap sebagai sinyal kuat kedekatan politik Jokowi dengan PSI, terlebih setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Jokowi Disebut Akan Keliling Indonesia Mulai Juni 2026
Sementara itu, Sekjen DPP Projo Freddy Alex Damanik mengungkapkan kondisi kesehatan Jokowi saat ini sudah jauh membaik. Ia menyebut Jokowi bahkan siap kembali turun ke lapangan untuk menyapa masyarakat. Menurut Freddy, informasi tersebut diperoleh dari pertemuan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dengan Jokowi di Jakarta Timur pada awal Mei 2026 lalu.
“Kata Pak Jokowi (kondisi kesehatan) sudah 99 persen pulih. Juni mungkin beliau sudah akan keliling Indonesia untuk menyapa rakyat,” kata Freddy, Selasa (12/5/2026). Agenda keliling Indonesia itu disebut bukan agenda politik formal, melainkan lebih kepada silaturahmi dengan masyarakat di berbagai daerah. Namun, pengaruh Jokowi yang masih sangat kuat di tengah masyarakat membuat agenda tersebut tetap dipandang memiliki dampak politik besar.
Freddy menyebut Jokowi masih memiliki basis dukungan kuat dari masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, setiap langkah politik Jokowi dinilai tetap menjadi perhatian publik. Selain berkeliling Indonesia, Jokowi juga disebut akan rutin bertemu relawan setiap tiga bulan sekali.
“Disepakati sekali dalam 3 bulan, tapi pintu Pak Jokowi selalu terbuka kapan saja untuk para relawannya,” ujar Freddy. Pertemuan rutin dengan relawan tersebut dinilai menjadi salah satu cara Jokowi menjaga komunikasi politik dengan kelompok pendukungnya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Pengaruh Jokowi Dinilai Masih Sangat Kuat
Kedekatan Jokowi dengan PSI diyakini akan memberikan keuntungan besar bagi partai tersebut dalam menghadapi Pemilu 2029. Selama dua periode menjabat Presiden RI, Jokowi dikenal memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi di berbagai daerah. PSI tampaknya ingin memanfaatkan pengaruh tersebut untuk memperkuat basis dukungan partai, khususnya di kalangan anak muda dan pemilih perkotaan yang selama ini menjadi target utama partai tersebut.
Selain itu, keterlibatan Jokowi juga dinilai dapat memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput sebagaimana yang disampaikan langsung oleh Jokowi dalam Rakernas PSI. Dengan kondisi kesehatan yang disebut sudah 99 persen pulih, peluang Jokowi untuk kembali aktif dalam kegiatan politik dan sosial di berbagai daerah pun semakin terbuka lebar.
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai posisi Jokowi di PSI, sejumlah elite partai telah memberikan sinyal kuat bahwa pengumuman tersebut hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Situasi ini membuat dinamika politik menuju Pemilu 2029 mulai menjadi perhatian sejak dini, terutama terkait bagaimana pengaruh Jokowi akan digunakan dalam membangun kekuatan politik baru setelah masa kepresidenannya berakhir.






