Isu Reshuffle Kabinet Jilid 5 dan Peran Jokowi yang Muncul
Kabar terkini mengenai rencana perombakan kabinet atau reshuffle kabinet jilid 5 yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, telah menjadi perhatian publik. Salah satu nama yang muncul dalam isu tersebut adalah Nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang disebut akan masuk ke dalam struktur pemerintahan baru sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Isu ini muncul setelah tidak adanya kepastian resmi tentang nama-nama menteri yang akan digeser atau dicopot. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, memberikan pandangannya terkait kabar posisi baru untuk Jokowi tersebut. Ia menilai jabatan Wantimpres bagi Jokowi merupakan bentuk afirmasi formal atas hubungan yang selama ini bersifat informal.
“Posisi Wantimpres sebatas afirmasi formal yang selama ini telah terwujud informal lewat intensitas interaksi yang intensif,” kata Agung saat dikonfirmasi. Menurutnya, ini tidak boleh hanya dibaca sebagai kompensasi politik semata bagi loyalis Jokowi di kabinet.
Agung menekankan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Prabowo untuk memastikan kinerja kabinet tetap berada pada level optimal. Dalam proses ini, Presiden Prabowo tetap harus objektif dalam menentukan siapa figur yang bertahan dan siapa yang keluar.
“Mestilah ada yang bertahan ada yang keluar. Tapi ini obyektifitas Presiden Prabowo sebagai pemilik hak prerogatif untuk memastikan performa kabinet optimal,” ujarnya.
Namun, jika Jokowi benar ditunjuk, hal itu mencerminkan upaya formalisasi hubungan antara Poros Solo dan Istana Hambalang. “Walaupun dilakukan sebagai bagian mengakomodasi keseimbangan relasi politik antara Poros Solo – Istana Hambalang. Ada yang keluar, namun tetap ada yang masuk dan dipertahankan sesuai porsinya agar poros-poros politik lain nyaman,” kata dia.
Terkait kemungkinan Jokowi menerima posisi tersebut, Agung menilai peluangnya terbuka. “Mestinya menerima sebagaimana beliau menerima sebagai penasehat Danantara,” ujarnya. Ia menambahkan, dari perspektif Jokowi, posisi Wantimpres justru dapat memperkuat dan memformalkan relasi politiknya dengan Presiden Prabowo.
“Otomatis, relasi positif beliau dengan Presiden Prabowo diformalkan dan diafirmasi,” tandasnya.
Respons Istana Soal Reshuffle
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle yang santer akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Prasetyo, terkait reshuffle hanya Presiden Prabowo Subianto yang mengetahui.
Menurut Prasetyo, Presiden memonitor kerja anggota kabinetnya setiap hari. “Bilamana kemudian merasa presiden perlu melakukan perbaikan atau pergantian, itu beliau yang tahu karena sehari-hari beliau yang memonitor seluruh para pembantunya di kabinet,” kata Prasetyo di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Prasetyo mengatakan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Presiden selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya. “Bahwa yang perlu dipahami bahwa masalah ini hak prerogatif presiden, dan pak presiden tentu tiap hari melakukan evaluasi dalam tanda kutip ya bukan berarti ada forum khusus untuk mengevaluasi tidak, bahwa dalam proses bekerja itu menjalankan program, menjalankan tugas pasti bagian dari perjalanannya adalah melakukan penilaian atau evaluasi,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pergeseran posisi Menteri atau wakil menteri merupakan hal yang wajar dalam kerja pemerintah. “Kalau pada konteks yang saya sampaikan menjadi wajar. kan kebutuhan yang paham bapak presiden,” katanya.
Nama-Nama Menteri yang Diisukan Kena Reshuffle
Kali ini, terdapat sejumlah nama yang diisukan masuk dalam daftar reshuffle kali ini, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Pratikno
- Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono
- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono
- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari
- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Meutya Hafid
- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai
- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri
Adapun, nama-nama yang beredar akan menjadi menteri baru untuk menggantikan yang terkena reshuffle adalah Budisatrio Djiwandono (Menlu), Angga Raka Prabowo (Menkominfo), Juda Agung (Wakil Menteri Keuangan).







