Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • Distraksi Digital
    • Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026
    • Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?
    • Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila
    • Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 77, Ayo Mengamati
    • AHM Perkenalkan Solusi Mobilitas Inovatif di IIMS 2026
    • Kekalahan Pertama di Kandang! Gol Almeida Dianulir, Persija Kalah 2-0 dari Arema FC
    • 7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu
    • Kolaborasi DPK St. Vinsensius dan Puskesmas Siso Gelar CKG untuk Umat Nonohonis
    • Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Kagetnya Ibu Siswa SD di Ngada NTT yang Meninggal di Pohon Cengkeh: Saya Kira Dia Pergi Sekolah

    Kagetnya Ibu Siswa SD di Ngada NTT yang Meninggal di Pohon Cengkeh: Saya Kira Dia Pergi Sekolah

    adm_imradm_imr5 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehilangan yang Menyedihkan: Kisah Yohanes, Anak Muda yang Berjuang di Tengah Kesulitan

    Pagi itu, Kamus (29/1/2026), terasa biasa-biasa saja. Namun, bagi keluarga Maria Goreti Te’a, hari itu menjadi awal dari perjalanan pahit yang tidak pernah mereka bayangkan. Yohanes, putra bungsunya yang berusia 10 tahun, ditemukan tak bernyawa di sebuah pohon cengkeh, masih mengenakan seragam olahraga merah kesayangannya.

    Ketika kabar tersebut menyebar, rasa syok dan sedih melanda seluruh keluarga. Maria, ibu dari Yohanes, tampak terpukul. Ia seolah tak percaya bahwa putranya pergi dengan cara yang begitu tragis. “Saya kaget ada kabar, dari tetangga, saya pikir ada pergi sekolah,” ujarnya dengan nada lirih.

    Kehidupan yang Penuh Perjuangan

    Yohanes bukanlah anak yang hidup dalam kemewahan. Sejak usia satu tahun tujuh bulan, ia harus tinggal terpisah dari ibunya dan dirawat oleh neneknya di gubuk bambu sederhana. Sosok ayah yang seharusnya menjadi pelindung juga telah merantau ke Kalimantan belasan tahun silam dan tidak pernah kembali.

    Di balik sosoknya yang muda, Yohanes adalah anak yang tangguh. Setelah pulang dari sekolah, ia rutin membantu neneknya menjajakan sayur, ubi, hingga kayu bakar demi menyambung hidup. Meja makan mereka lebih sering dihiasi pisang dan ubi hasil kebun seadanya.

    Ironisnya, kondisi ekonomi yang mencekik ini seolah luput dari perhatian pemerintah. Keluarga ini tidak termasuk dalam skema bantuan sosial, mulai dari program bedah rumah hingga bantuan pendidikan. Dari lima bersaudara, hanya dua yang mampu mengenyam bangku sekolah secara berkelanjutan.

    Pesan Pilu dalam Bahasa Bajawa

    Tragedi ini meninggalkan sebuah bukti yang sangat menyentuh: selembar kertas putih berisi pesan terakhir Yohanes untuk ibunda tercinta. Surat tersebut ditulis dalam bahasa daerah Bajawa dan berbunyi:

    “Kertas Ti’i Mama Reti”

    Mama galo Ze’e

    Mama Molo, Galo Ja’o Mata, Mama Ma’e Rita ee Mama

    Mamo Galo Ja’o Mata, Ma’e Woe Rita Ne Gae Nga’o ee

    MOLO MAMA*

    Jika diterjemahkan, pesan tersebut mengandung kepedihan mendalam seorang anak yang merasa kurang kasih sayang namun tetap mendoakan ibunya:

    “Kertas untuk mama Reti.

    Mama terlalu kikir (pelit).

    Mama baik sudah, kalau saya mati mama jangan menangis ee mama.

    Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee.

    Baik sudah mama atau selamat tinggal mama.”

    Penyelidikan yang Dilakukan oleh Pihak Kepolisian

    Pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dengan hati-hati. Meski dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup sendiri, aparat tetap melakukan pemeriksaan saksi dan mengamankan barang bukti berupa surat tersebut. Pendekatan psikologis juga dilakukan mengingat kondisi sosial dan lingkungan korban yang cukup kompleks.

    Pengingat Penting tentang Pentingnya Pendampingan Emosional

    Tragedi Yohanes menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pendampingan emosional bagi anak-anak yang tumbuh dalam tekanan ekonomi dan perpisahan keluarga. Anak-anak seperti Yohanes membutuhkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang dari orang tua maupun lingkungan sekitar.

    Catatan Redaksi

    Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional ke psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Adjie Pangestu dan Teuku Ryan Dituduh Ayah Ressa, Hubungan dengan Denada Terungkap

    By adm_imr11 Februari 20263 Views

    9 Hari Lagi, Ini Cara Daftar SNBP 2026 untuk Siswa Priangan

    By adm_imr11 Februari 20261 Views

    5 Berita Terpopuler: Vokalis 3 Doors Down Meninggal; Nia Ramadhani Bantah Isu Cerai

    By adm_imr11 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026

    Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila

    11 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?