Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Rey Akui Intan Tahu Identitasnya Sejak Awal

    16 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini 11 April 2026: Laga Borneo FC, Persija, Persebaya dengan Jam dan Klasemen

    16 April 2026

    Harga tiket pesawat Surabaya-Balikpapan capai Rp26 juta, tarif ke Bandara SAMS melonjak

    16 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 16 April 2026
    Trending
    • Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Rey Akui Intan Tahu Identitasnya Sejak Awal
    • Jadwal Liga 1 Hari Ini 11 April 2026: Laga Borneo FC, Persija, Persebaya dengan Jam dan Klasemen
    • Harga tiket pesawat Surabaya-Balikpapan capai Rp26 juta, tarif ke Bandara SAMS melonjak
    • Heboh Pernikahan Kakek 71 Tahun dengan Siswi SMA, Faktor Ekonomi Terungkap
    • Kronologi Siswa SMP di Siak Tewas Akibat Ledakan Senapan Rakitan Saat Ujian Praktik, Polisi Selidiki Kecelakaan
    • Contoh Sambutan Tuan Rumah Walimatussafar Haji 2026, Lengkap dengan Mukadimah Bahasa Arab
    • 6 Zodiak Sehat, Ramalan Kesehatan Besok 12 April: Libra Paha Sakit, Gemini Tegang
    • 5 Tempat Makan 24 Jam di Surabaya yang Harus Dikunjungi
    • Tips Mendaki untuk Pemula: Cara Menikmati Perjalanan dengan Aman
    • Wacana Tiket “War” Haji: Wamenhaj Sebut Percepat Antrean Tanpa Rugikan Jemaah Lama
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»Karena Baterai: Peugeot Mundur, Bos Stellantis Kekesahan? Ini Penyebabnya

    Karena Baterai: Peugeot Mundur, Bos Stellantis Kekesahan? Ini Penyebabnya

    adm_imradm_imr9 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penundaan Peluncuran Mobil Listrik Peugeot, Masalah di Pabrik Baterai ACC

    Stellantis, salah satu raksasa otomotif dunia yang berasal dari penggabungan FCA dan PSA, kini sedang menghadapi tantangan besar. Masalah ini tidak terkait dengan desain atau pemasaran mobil listrik, melainkan masalah teknis yang muncul dari komponen utama mobil tersebut: baterai. Penundaan peluncuran mobil listrik Peugeot menjadi isu yang menarik perhatian banyak pihak.

    Masalah ini bukan sekadar gosip. Informasi ini datang dari sumber internal Stellantis. Pabrik baterai yang seharusnya menjadi solusi, justru menjadi biang keladi. Nama pabrik tersebut adalah Automotive Cells Company (ACC), sebuah usaha patungan besar antara Stellantis, TotalEnergies/Saft, dan Mercedes-Benz. Tujuan ACC adalah untuk memproduksi baterai Eropa di Eropa, agar dapat melepaskan diri dari dominasi Asia, khususnya China.

    Pabrik ACC Jadi Biang Kerok

    Pabrik ACC memiliki peran vital dalam rencana Stellantis untuk mengembangkan mobil listrik secara massal. Model-model penting seperti Peugeot e-3008 sebenarnya sudah siap diluncurkan. Namun, saat ini, produksi baterai dari ACC masih mengalami kendala. Masalahnya bukan pada dana atau rencana besar, tetapi lebih pada aspek teknis yang rumit.

    Proses ramp-up produksi baterai ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan. Mesin-mesin besar telah terpasang, tenaga kerja juga telah dilatih. Namun, kalibrasi dan sinkronisasi mesin belum sepenuhnya sempurna. Output baterai masih jauh dari target, dan kualitasnya pun belum stabil. Hal ini berdampak langsung pada rencana peluncuran mobil listrik.

    Ambisi Baterai Eropa Terganjal

    ACC menjadi simbol independensi Eropa dalam industri baterai. Uni Eropa sangat mendukung proyek ini dengan harapan memiliki rantai pasok baterai sendiri. Proyek ini dimulai dengan pembukaan pabrik pertama di Douvrin, Prancis, yang akan diikuti oleh pabrik-pabrik lain di Jerman dan Italia. Namun, jika pabrik pertama saja mengalami kendala, dampaknya bisa sangat fatal.

    Seluruh peta jalan transisi EV Stellantis bisa berantakan. Ini bukan hanya soal mobil listrik, tetapi juga soal geopolitik industri. Jika ACC gagal, maka Eropa kehilangan kesempatan untuk menjadi pemain utama dalam pasar baterai global.

    Kenapa Bisa Molor?

    Membuat sel baterai lithium-ion adalah proses yang sangat rumit. Sensitivitas terhadap kelembaban, suhu, dan kebersihan sangat tinggi. Mesin yang digunakan juga memiliki presisi tinggi. Sedikit saja kesalahan, baterai bisa gagal total.

    Di Douvrin, masalah muncul saat mereka mencoba meningkatkan volume produksi. Para insinyur harus bekerja ekstra untuk mencari tahu di mana sumbatan terjadi. Setiap hari penundaan berarti kerugian miliaran dan kepercayaan konsumen yang hilang.

    Dampak Domino ke Peugeot dan Stellantis

    Efek domino sudah terasa. Model Peugeot yang paling ditunggu, yaitu Peugeot e-3008, terpaksa mundur. Model ini merupakan crossover kunci, versi listrik dari model laris. e-5008 juga ikut terdampak.

    Stellantis harus merevisi jadwal peluncuran. Mereka harus berhitung ulang, berapa unit yang bisa diproduksi dan kapan janji ke dealer bisa dipenuhi. Ini situasi yang sangat tidak nyaman bagi Carlos Tavares, CEO Stellantis.

    Tavares dikenal tegas dan sangat berhati-hati dalam transisi EV. Ia selalu menekankan pentingnya profitabilitas. Sekarang, masalah kualitas dan suplai baterai ini mengancam profitnya.

    Model yang Terdampak

    Model-model Stellantis yang dibangun di atas platform STLA Medium adalah yang paling rentan. Platform ini dirancang khusus untuk EV. ACC adalah pemasok utamanya. Selain Peugeot, merek lain di bawah payung Stellantis juga terancam.

    Bayangkan Opel/Vauxhall dan beberapa model Citroën. Mereka semua mengantre baterai dari ACC. Jika keran suplai tersendat, seluruh lini produksi bisa berhenti. Pabrik-pabrik perakitan mobil akan menganggur. Ini mimpi buruk manajemen rantai pasok.

    Kekalahan di Medan Perang EV

    Penundaan ini terjadi di waktu yang salah. Pasar EV semakin kompetitif. Tesla terus menekan harga, sementara pabrikan China seperti BYD dan Nio menyerbu Eropa dengan mobil berkualitas dan harga terjangkau. Stellantis butuh momentum. Mereka harus cepat.

    Stellantis harus punya produk yang siap bersaing. Penundaan peluncuran berarti memberi waktu kepada pesaing. Konsumen bisa beralih. Mereka tidak akan menunggu selamanya. Ini adalah kekalahan kecil di medan perang yang besar. Tavares harus segera mencari solusi.

    Masa Depan Baterai dan Transisi EV

    ACC berjanji akan menyelesaikan masalah ini. Upaya keras mereka lakukan. Targetnya adalah menstabilkan produksi, lalu meningkatkan volume secepat mungkin. Eropa membutuhkan ACC. Stellantis membutuhkan ACC.

    Kegagalan di sini bisa jadi pelajaran pahit. Bahwa transisi ke mobil listrik tidak hanya soal membuat mobil, tetapi juga soal menguasai teknologi baterai. Itu adalah jantung dari revolusi EV. Siapa yang mengontrol baterai, dia yang mengontrol masa depan otomotif.

    Penundaan ini adalah pengingat bahwa jalan menuju elektrifikasi penuh masih berliku. Ada jurang teknis yang harus diseberangi. Ada tantangan rantai pasok yang harus ditaklukkan. Stellantis harus segera berlari kencang lagi, sebelum ketinggalan jauh di belakang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tips Mendaki untuk Pemula: Cara Menikmati Perjalanan dengan Aman

    By adm_imr16 April 20261 Views

    Bidan Hindayana Dipanggil DPR RI Soal Pembelian Motor Listrik

    By adm_imr16 April 20267 Views

    Review drama Korea Perfect Crown, penuh intrik dan ringan!

    By adm_imr15 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Rey Akui Intan Tahu Identitasnya Sejak Awal

    16 April 2026

    Jadwal Liga 1 Hari Ini 11 April 2026: Laga Borneo FC, Persija, Persebaya dengan Jam dan Klasemen

    16 April 2026

    Harga tiket pesawat Surabaya-Balikpapan capai Rp26 juta, tarif ke Bandara SAMS melonjak

    16 April 2026

    Heboh Pernikahan Kakek 71 Tahun dengan Siswi SMA, Faktor Ekonomi Terungkap

    16 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?