Peran Muslimat NU dalam Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten Blora
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengajak Muslimat NU Kabupaten Blora untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung program ketahanan pangan. Hal ini dilakukan melalui pengembangan pertanian organik dan budidaya ayam kampung. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Muslimat NU Cabang Kabupaten Blora, Minggu (2/8/2026), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.
Bupati Arief menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora mengapresiasi kontribusi Muslimat NU yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga pelayanan sosial. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muslimat NU atas sinergi yang telah terjalin selama ini.
“Kami ingin bersinergi terus-menerus, bagaimana Muslimat memiliki kontribusi dalam rangka kemanfaatan dan kemaslahatan NU dan juga masyarakat yang ada di Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat melalui program-program yang memberi manfaat nyata bagi warga. Menurutnya, konferensi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan program-program yang berkelanjutan.
Potensi Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Blora
Sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora, sektor pertanian menjadi fokus utama. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Blora mencapai lebih dari 5 persen, yang juga ditopang oleh sektor pangan. Blora memiliki berbagai potensi unggulan, seperti populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua secara nasional, produksi padi yang masuk enam besar di Jawa Tengah, serta produksi jagung yang berada di peringkat kedua tingkat provinsi.
Karena mayoritas warga Nahdlatul Ulama berprofesi sebagai petani, Bupati mengajak Muslimat NU untuk turut memperkuat pengembangan pertanian organik. Salah satu contohnya adalah produk beras organik hasil budidaya dari Kadang Tani Sarwo Tulus Binaan LPPNU PCNU Blora yang dihasilkan dari varietas unggulan mentik susu, yang kini telah berhasil.
“Bahkan, peserta pelatihan pertanian organik ini masih sedikit, hanya dua atau tiga orang. Dari pertanian organik ini sangat prospektif, jadi saya minta tidak hanya NU saja, tapi Muslimat juga. Nanti saya minta agar ada khusus pelatihan organik dengan Muslimat NU,” katanya.
Budidaya Ayam Kampung sebagai Solusi Kebutuhan Lokal
Selain pertanian organik, Bupati Arief juga menyoroti tingginya kebutuhan ayam kampung di Kabupaten Blora yang hingga kini masih banyak dipenuhi dari luar daerah. “Setiap hari, kebutuhan ayam kampung kita itu lebih dari ribuan ekor. Dan itu yang nyuplai banyak dari luar Kabupaten Blora. Ini sebuah tantangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Blora tengah menyiapkan skema bersama Baznas dan program CSR untuk mendorong budidaya ayam kampung di tingkat masyarakat. “Saya ingin populasi ayam kampung di Blora ini bisa kita naikkan. Sehingga kalau nanti ibu-ibu silakan setelah besar nanti dijual ke pasar tidak ada masalah,” ujarnya.
Bahkan, Arief berkeinginan agar kedepeannya Blora mampu menghasilkan hingga ribuan hingga ratusan ribu ayam kampung, salah satunya dengan melibatkan kelompok-kelompok Muslimat NU hingga ke tingkat ranting. “Dan ini saya berikan tantangan untuk ibu-ibu, nanti silakan dengan PKK, dengan Muslimat ranting, kalau memang mau dibagi bibitnya nanti coba akan kita programkan,” ucapnya.
Dukungan untuk Program Ketahanan Pangan
Bupati Arief berharap agar Muslimat NU dapat memberikan dukungan dalam pelaksanakan menjalankan kedua program tersebut, termasuk menjadi bagian dari program organisasi. “Saya serius untuk bagaimana menjalankan program pertanian organik dan ayam kampung ini. Oleh karena itu saya mohon dukungan dari Muslimat, ini agar bisa dimasukkan menjadi salah satu programnya,” terangnya.
Ia juga mengajak Muslimat NU bersama-sama mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. “Saya minta dukungan dari Muslimat untuk kita mendukung program Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan. Ini penting, kita di Blora ada program MBG, kita ada program Kopdes, ada program Sekolah Rakyat dan yang lainnya. Untuk Blora saya akan fokus untuk bagaimana mendukung program ketahanan pangan,” pungkasnya.
Acara Konferensi Muslimat NU Cabang Blora
Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Cabang Blora yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora tersebut, dihadiri oleh Forkopimda Blora, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Ismawati Hafiedz, M.Ag., Nyai Hj. Umi Hanik Muharror Ali, H. Abdullah Aminudin, Ketua PCNU Kabupaten Blora beserta jajaran badan otonom (banom), Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU se-Kabupaten Blora, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Ketua Baznas Kabupaten Blora, serta pengurus Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.
Acara diawali dengan tahlil, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathan, dan Mars Muslimat NU. Acara kemudian diisi sambutan Ketua PC Muslimat NU Cabang Blora Hj. Siti Chomariyah, S.Pd.I., Sekretaris PCNU Kabupaten Blora M.Yunus, Bupati Blora, serta sambutan dan pengarahan Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Ismawati Hafiedz, M.Ag.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Nyai Hj. Umi Hanik Muharror Ali, dan dilanjutkan dengan prosesi Konfercab.






