Kecelakaan Maut di Jalur Probolinggo-Lumajang
Pada malam hari tanggal 18 April 2026, terjadi kecelakaan maut yang menimpa beberapa kendaraan di jalur Probolinggo-Lumajang. Lokasi kejadian berada di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya gangguan pengereman atau rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan tersebut.
Empat orang dari rombongan asal Blitar menjadi korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Para korban meninggal dunia antara lain Sutrisno (60 tahun), Sri Budiyani (60 tahun), Devica Friskiara (29 tahun), dan Giovano Malik Ibrahim (3 tahun). Semua korban berasal dari rombongan yang menggunakan mobil sedan Toyota Limo.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini meliputi truk trailer dengan plat nomor B 9625 UEJ, sedan Toyota Limo dengan plat nomor AG 1644 EG, pikap Granmax dengan plat nomor P 8361 GL, pikap dengan plat nomor N 8387 YH, minibus Hi Ace dengan plat nomor P 7022 QB, serta truk tractor dengan plat nomor T 9698 TA.
Penyelidikan dan Pemeriksaan Sopir
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sopir truk trailer bernama Cecep Adi Sucipto (46 tahun) yang merupakan warga Kapuharum, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
“Secara dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh gangguan pengereman atau rem blong. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti,” ujar Iptu Aditya pada hari Minggu (19/4/2026).
Menurut informasi yang didapatkan, truk trailer yang dikemudikan oleh Cecep melaju dari arah selatan dan tiba di lokasi kejadian. Di saat itu, lalu lintas dari arah selatan melambat karena palang pintu perlintasan sebidang tertutup. Truk trailer tersebut diduga mengalami gangguan pengereman sehingga tidak bisa dikendalikan dan menabrak kendaraan di depannya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan dimulai ketika arus lalu lintas dari arah selatan melambat akibat palang pintu perlintasan sebidang yang tertutup. Pada saat bersamaan, sebuah truk trailer dengan plat nomor B 9625 UEJ yang membawa triplek melaju dari belakang. Setiba di lokasi kejadian, truk trailer tersebut diduga mengalami gangguan pengereman.
Akibatnya, kendaraan berat itu menabrak sedikitnya empat kendaraan di depannya. Menurut Iptu Aditya Wikrama, kecelakaan ini melibatkan dua truk trailer, dua kendaraan pikap, serta satu mobil sedan jenis Toyota Vios.
Selain empat korban meninggal dunia, satu orang lainnya mengalami luka-luka. Orang tersebut adalah sopir dari pikap Granmax bernama Muhammad Iswanto, yang berasal dari Kabupaten Jember. Ia sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Proses Penyelidikan dan Pengamanan Kendaraan
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Selain itu, mereka juga sedang mendalami dugaan rem blong sebagai pemicu utama insiden ini.
Sopir truk trailer yang diamankan telah menjalani pemeriksaan intensif. Kendaraan-kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga sudah dibawa ke pos polisi untuk pengujian lebih lanjut.







