Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 Berita Terpopuler: 8 Poin SE MenPANRB 2026, Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Tetap Ditetapkan

    4 April 2026

    Doa Setelah Maghrib untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    4 April 2026

    Tarif Listrik 2026 Resmi Ditetapkan ESDM

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • 5 Berita Terpopuler: 8 Poin SE MenPANRB 2026, Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Tetap Ditetapkan
    • Doa Setelah Maghrib untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
    • Tarif Listrik 2026 Resmi Ditetapkan ESDM
    • Prabowo Berkunjung ke Jepang, Indef: Kemitraan Dagang Makin Kuat
    • Strategi Mentan Amran Jamin Stok Beras hingga 2027, Hadapi El Nino Godzilla
    • Pemkot Kediri tingkatkan pembangunan, pendidikan dan kesehatan jadi prioritas utama
    • Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Diduga Temani Gus Yaqut
    • Program MBG Malang Kembali Berjalan, Pengawasan Diperketat Pasca Evaluasi Menu
    • Kulit Mama Terancam Jika Sering Lewatkan Skincare Malam
    • 5 Warung Mie Ayam Lezat di Jakarta Selatan untuk Sarapan Cepat, Mulai Rp14 Ribu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Kematian Pertama Akibat Virus Nipah Terjadi di India

    Kematian Pertama Akibat Virus Nipah Terjadi di India

    adm_imradm_imr19 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perawat di Benggala Barat Meninggal Akibat Komplikasi Virus Nipah

    Seorang perawat berusia 25 tahun di Benggala Barat, India, meninggal dunia pada Kamis (12/2/2026) setelah berjuang melawan komplikasi berat akibat infeksi virus Nipah. Pasien mulai menunjukkan gejala klinis sejak 31 Desember 2025 setelah kembali ke kediamannya di Katwa, distrik Purba Bardhaman. Karena kondisinya yang terus memburuk, ia sempat mendapatkan perawatan di fasilitas medis pemerintah sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit swasta di Barasat untuk penanganan intensif.

    Kondisi pasien secara resmi didiagnosis sebagai infeksi virus Nipah pada 11 Januari 2026 berdasarkan hasil uji laboratorium di AIIMS Kalyani. Selama masa perawatan di Unit Perawatan Kritis, pasien mengalami penurunan kesadaran yang drastis dan harus bergantung sepenuhnya pada alat bantu pernapasan atau ventilator. Meski sempat menunjukkan sedikit perbaikan pada akhir Januari, kesehatan pasien kembali merosot tajam akibat munculnya infeksi paru-paru sekunder yang diperparah oleh kondisi sistem imun yang melemah.

    Sekretaris Kesehatan Benggala Barat, Narayan Swaroop Nigam, menjelaskan bahwa penyebab utama kematian tenaga medis tersebut adalah kegagalan sistem kardiovaskular. “Wanita tersebut, yang berada dalam kondisi kritis, meninggal dunia akibat henti jantung,” katanya. Selain henti jantung, pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa pasien juga mengalami komplikasi multi-organ yang kompleks, termasuk sepsis dan syok septik, sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

    Meskipun hasil tes virus terakhir menunjukkan hasil negatif, kerusakan organ yang dialami pasien sudah bersifat permanen dan fatal. Berbeda dengan kasus perawat tersebut, seorang rekan kerja laki-laki berusia 22 tahun yang juga terinfeksi dilaporkan telah pulih sepenuhnya dan diperbolehkan pulang. Saat ini, otoritas setempat memastikan proses pemulasaraan jenazah dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi untuk mencegah risiko penularan lebih lanjut.

    Gejala Awal yang Dialami oleh Perawat

    Virus zoonosis yang dibawa oleh kelelawar buah ini dikenal sangat patogen karena mampu menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis yang fatal pada manusia. Penularan virus ini dapat terjadi melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi atau melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

    Gejala awal yang dialami oleh perawat tersebut mulanya menyerupai infeksi pernapasan akut, seperti demam tinggi dan nyeri tenggorokan. Namun, dalam waktu singkat, virus tersebut menyerang fungsi saraf yang menyebabkan penurunan kesadaran secara cepat. Dr. Rajeev Jayadevan, seorang pakar riset medis, menjelaskan bahwa agresi virus ini terhadap sistem saraf sangat berbahaya. “Gejala awalnya adalah demam, nyeri tubuh, sakit kepala, namun pada orang yang mengalami infeksi otak setelah itu, mereka mungkin mengalami kejang, kelumpuhan, atau koma,” ujar Jayadevan.

    Kondisi pasien semakin memburuk akibat adanya kerusakan pada sel pembuluh darah yang memicu peradangan sistemik di seluruh tubuh. Infeksi tersebut juga mengganggu fungsi otonom yang mengatur detak jantung, sehingga menyebabkan kegagalan sistem kardiovaskular. Para ahli epidemiologi memperingatkan bahwa virus ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen, yang jauh melampaui tingkat fatalitas banyak penyakit menular lainnya.

    Selain menyerang otak, virus Nipah sering kali menyebabkan gangguan paru-paru berat yang mempersulit proses pemulihan pasien. Tantangan terbesar dalam penanganan wabah ini adalah masa inkubasi virus yang bervariasi antara 4 hingga 45 hari, sehingga sulit dideteksi sejak dini.

    Pemerintah India Pastikan Risiko Penularan Virus Nipah Terkendali

    Pemerintah India segera mengaktifkan protokol respons wabah nasional melalui National Centre for Disease Control (NCDC), menyusul konfirmasi kematian seorang perawat akibat virus Nipah. Langkah utama yang diambil adalah melakukan pelacakan kontak secara luas terhadap 196 orang yang sempat berinteraksi dengan pasien. Berdasarkan hasil tes laboratorium terbaru, seluruh individu dalam daftar pelacakan tersebut dinyatakan negatif, sehingga otoritas kesehatan memastikan bahwa risiko penularan lebih lanjut saat ini sudah terkendali.

    Sebagai langkah pencegahan primer, pemerintah Benggala Barat mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi buah-buahan yang memiliki bekas gigitan hewan, terutama kelelawar. Warga juga diingatkan untuk selalu mencuci buah dengan benar dan tidak mengonsumsi nira pohon palem dalam kondisi mentah. Sementara itu, beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Singapura sempat memperketat pengawasan suhu tubuh di bandara bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak guna mencegah adanya kasus serupa.

    Saat ini, otoritas kesehatan memastikan tidak ada lagi kasus aktif virus Nipah yang terdeteksi di Benggala Barat. Kementerian Kesehatan India meminta masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi guna menghindari kepanikan akibat berita bohong. Pengalaman penanganan wabah serupa pada masa lalu telah memperkuat kesiapan sistem kesehatan setempat dalam melakukan isolasi pasien dan manajemen keamanan biologis secara ketat untuk melindungi masyarakat luas.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kulit Mama Terancam Jika Sering Lewatkan Skincare Malam

    By adm_imr4 April 20261 Views

    5 cara menghilangkan kerutan di sekitar mata

    By adm_imr4 April 20262 Views

    8 penyebab gatal di selangkangan wanita, jangan salah asumsi

    By adm_imr4 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Berita Terpopuler: 8 Poin SE MenPANRB 2026, Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Tetap Ditetapkan

    4 April 2026

    Doa Setelah Maghrib untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

    4 April 2026

    Tarif Listrik 2026 Resmi Ditetapkan ESDM

    4 April 2026

    Prabowo Berkunjung ke Jepang, Indef: Kemitraan Dagang Makin Kuat

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?