Pengembangan dunia kreatif digital terus berkembang, memberikan peluang bagi siapa saja untuk menjadikan kreativitas sebagai bagian dari perjalanan karier. Salah satu tokoh yang sukses dalam bidang ini adalah Muhammad Hanif atau lebih dikenal dengan nama Bangnep (@muhanifiqri). Ia menjadi kreator yang terkenal melalui konten parodi sepak bola di media sosial.
Perjalanan Bangnep di dunia kreatif tidak langsung dimulai dari sepak bola. Sebelum dikenal sebagai kreator konten olahraga, ia lebih dulu membangun kariernya melalui dunia gaming. Perjalanannya bahkan dimulai sejak 2010 ketika aktif di Twitter melalui akun @TawaTweet. Dari sana, ketertarikannya terhadap dunia kreatif terus berkembang hingga menemukan TikTok sebagai salah satu platform baru pada 2020.
Saat pertama kali membuat konten di TikTok, Bangnep lebih banyak mengangkat tema gaming. Ia kemudian mulai menjalani dunia kreatif secara full-time sejak 2023 sebagai kreator sekaligus streamer game, sembari menyelesaikan pendidikan Magister (S2). Ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan tersebut tidak berhenti di ruang akademis. Bangnep mencoba menerapkannya secara langsung untuk mengembangkan berbagai ide dan menemukan format konten yang sesuai dengan dirinya.
Titik balik besar dalam perjalanannya terjadi pada November 2025. Saat itu, konten parodi sepak bola dengan konsep POV yang dibuatnya mendapatkan respons di luar ekspektasi. Konten tersebut tidak hanya mendapatkan perhatian di TikTok, tetapi juga menyebar ke Instagram, Facebook, hingga YouTube Shorts.
“Konten tentang bola awalnya sebenarnya menjadi salah satu cara untuk mendukung live stream game bola saya agar lebih ramai. Tetapi tidak disangka, konten bola tersebut justru meledak melebihi ekspektasi,” ujar Bangnep.
Momentum tersebut kemudian membuat Bangnep mulai lebih serius memproduksi konten sepak bola dibandingkan hanya melakukan streaming game.
Dari Gaming ke Sepak Bola
Peralihan konten Bangnep dari gaming ke sepak bola sebenarnya bukan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Menjelang akhir perjalanannya sebagai kreator gaming, ia sudah mulai rutin memainkan game yang berkaitan dengan sepak bola. Konten sepak bola kemudian menjadi bagian dari strategi untuk mendukung aktivitas live streaming-nya.
Namun, respons besar dari penonton membuatnya melihat adanya peluang yang lebih besar di ranah tersebut. Bagi Bangnep, sepak bola memiliki karakter yang berbeda dibandingkan banyak topik lainnya. Olahraga ini terus berkembang, memiliki kompetisi yang berlangsung sepanjang tahun, serta memiliki penggemar dari berbagai kelompok usia.
Penampilan Ronaldo Nazario dalam pertandingan tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas sekaligus memperkenalkan Bangnep pada dunia sepak bola.
“Core memory yang paling menempel tentang sepak bola adalah tahun 2002 saat Piala Dunia. Pertandingan Brasil melawan Jerman juga sangat berkesan karena aksi Ronaldo Nazario,” tutur pria kelahiran 1996 itu.
Seiring waktu, Bangnep melihat sepak bola bukan hanya menjadi hobi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai konten digital.
Berani Mencoba dan Tetap Jadi Diri Sendiri
Perjalanan Bangnep dari dunia gaming hingga menjadi kreator parodi sepak bola menunjukkan bahwa menemukan niche yang tepat membutuhkan proses. Menurutnya, kreator tidak perlu takut untuk mencoba hal baru selama tetap mempertahankan karakter yang menjadi ciri khasnya.
Perubahan konten memang bisa membuat sebagian pengikut lama pergi, tetapi di saat yang sama juga dapat membuka peluang untuk mendapatkan audiens baru.
“People come and go. Carilah titik di mana kamu bisa lebih berkembang,” ujar Bangnep yang saat ini berdomisili di Bandung.
Bagi Bangnep, menjadi diri sendiri juga menjadi kunci penting. Kreator tidak harus membuat karakter yang berbeda hanya demi mengikuti tren. Tren bisa dimanfaatkan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan gaya dan karakter masing-masing.
“Menjadi diri sendiri adalah hal yang utama,” tambahnya.
Ia juga menyarankan kreator untuk terus mengikuti perkembangan tren di TikTok. Namun, tren sebaiknya tidak sekadar ditiru, melainkan dikemas kembali dengan gaya sendiri agar tetap terasa natural.
“Jangan pernah berhenti mencoba. Teruslah berkreasi, karena kita tidak pernah tahu di waktu mana kita akan naik,” tutur Bangnep.







