Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kondisi Terkini Nadira Az Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Pernah Hilang dan Batasi Diri

    10 Juli 2026

    Warga Sememi Dikucilkan, RT dan RW Minta Maaf Usai Diperiksa Pemkot Surabaya

    10 Juli 2026

    Kolaborasi Pemprov Sulut dan Rare Indonesia: Program Kelautan untuk Ekonomi Biru

    10 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 10 Juli 2026
    Trending
    • Kondisi Terkini Nadira Az Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Pernah Hilang dan Batasi Diri
    • Warga Sememi Dikucilkan, RT dan RW Minta Maaf Usai Diperiksa Pemkot Surabaya
    • Kolaborasi Pemprov Sulut dan Rare Indonesia: Program Kelautan untuk Ekonomi Biru
    • Polda Maluku bersama OJK: Lindungi Warga dari Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal
    • Doa Pengusir Santet Paling Efektif dalam Islam!
    • 5 Sepatu Tradisional dari Berbagai Dunia
    • Perbandingan Balsa Sekulic dan Andrew Jung, Indikator Ini Tunjukkan Persib Lebih Baik
    • Libur Sekolah di Magelang: Menikmati Pemandangan Pegunungan Indah dan Asri Nepal Van Java
    • Malioboro Bukan Hanya Wisata, 0,1 Membangkitkan Ruang Seni
    • Setelah Kesepakatan Prabowo-Modi, Ini Langkah Indonesia untuk Sabang
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Kolaborasi Pemprov Sulut dan Rare Indonesia: Program Kelautan untuk Ekonomi Biru

    Kolaborasi Pemprov Sulut dan Rare Indonesia: Program Kelautan untuk Ekonomi Biru

    adm_imradm_imr10 Juli 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kolaborasi untuk Ekonomi Biru: Memperkuat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut di Sulawesi Utara

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah memperkuat komitmennya dalam pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Sinkronisasi bertajuk “Kolaborasi untuk Ekonomi Biru: Memperkuat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut di Provinsi Sulawesi Utara” yang berlangsung di The Sentra Hotel, Minahasa Utara, Selasa-Rabu (7-8/7/2026).

    Lokakarya ini dilaksanakan atas kerja sama dengan Rare Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada konservasi kelautan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyelaraskan prioritas pembangunan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengidentifikasi peluang pendanaan inovatif guna mendukung implementasi ekonomi biru, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

    Pertemuan strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan kunci. Di antaranya adalah perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, 14 instansi perangkat daerah Pemprov Sulut, 10 perwakilan pemerintah kabupaten pesisir (Dinas Perikanan dan Bappelitbangda/Bapperida), Universitas Sam Ratulangi, sektor swasta (PT PLN (Persero)), serta enam organisasi masyarakat sipil dan media. Selain itu, perwakilan kelompok masyarakat dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) juga turut hadir untuk membangun kesepahaman bersama.

    Sulawesi Utara sebagai Laboratorium Ekonomi Biru

    Sulawesi Utara dinilai memiliki modal ekologis yang luar biasa besar untuk menjadi laboratorium ekonomi biru Indonesia. Saat ini, wilayah Bumi Nyiur Melambai ini telah menetapkan kawasan konservasi seluas 244.601,42 hektare demi mendukung target konservasi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

    Tak hanya kaya secara ekologis, Sulut juga memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat. Sejak 2023, Rare Indonesia bersama pemerintah daerah telah mendampingi implementasi Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di 13 kawasan yang tersebar di 10 kabupaten pesisir, seperti Kepulauan Sangihe, Sitaro, Minahasa Utara, Minsel, Minahasa Tenggara, Minahasa, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

    Pendekatan co-management (pengelolaan bersama) melalui PAAP terbukti mampu memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan penting, meningkatkan kepatuhan aturan perikanan, serta memperkuat tata kelola kelautan secara kolaboratif. Pengalaman ini kini menjadi fondasi untuk mengintegrasikan kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten secara lebih solid.

    Tata Kelola Kolaboratif dan Pendanaan Inovatif

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Salman Mokoginta dalam pembukaan kegiatan, Selasa (7/7/2026), menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi biru sangat bergantung pada kesamaan visi seluruh pihak. “Ekonomi biru bukan hanya tentang menjaga laut, tetapi bagaimana kita membangun masa depan masyarakat pesisir melalui tata kelola yang kolaboratif. Sinkronisasi program ini menjadi momentum penting agar kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Salman.

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Kebijakan Rare Indonesia, Ray Chandra Purnama, menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan laut ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja bersama yang inklusif. “Perubahan tidak dimulai dari satu upaya, tetapi dari kolaborasi kemitraan. Ketika pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha bekerja bersama, maka perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan,” tutur Ray.

    Melalui lokakarya dua hari ini, para peserta ditargetkan menyusun peta kolaborasi lintas sektor, memetakan isu prioritas daerah, serta menyelaraskan program pembangunan untuk tahun 2027. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk merumuskan skema pendanaan inovatif, seperti pemanfaatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan pembiayaan lainnya.

    Hasil akhir dari lokakarya ini akan dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama. Dokumen strategis ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menyusun kebijakan, program, dan penganggaran. Lebih dari sekadar dokumen formal, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat budaya kolaborasi, mengubah pengelolaan laut dari sekadar tugas pemerintah menjadi sebuah gerakan bersama seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pelatih Paling Berpenghasilan di Piala Dunia 2026

    By adm_imr10 Juli 20261 Views

    Daftar Saham PER LQ45 Terendah dan Tertinggi 7 Juli 2026, BBNI dan CUAN Jadi Sorotan

    By adm_imr10 Juli 20262 Views

    5 Alasan Model Freemium Jadi Strategi Efektif Menarik Pelanggan Baru

    By adm_imr10 Juli 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kondisi Terkini Nadira Az Zahra, Mahasiswi Telkom University yang Pernah Hilang dan Batasi Diri

    10 Juli 2026

    Warga Sememi Dikucilkan, RT dan RW Minta Maaf Usai Diperiksa Pemkot Surabaya

    10 Juli 2026

    Kolaborasi Pemprov Sulut dan Rare Indonesia: Program Kelautan untuk Ekonomi Biru

    10 Juli 2026

    Polda Maluku bersama OJK: Lindungi Warga dari Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

    10 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?