Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sholawat Thoriqoh: Tulisan Latin dan Terjemahan

    8 Mei 2026

    Jika Ingin Tampak Lebih Muda dalam 30 Hari, Tinggalkan 6 Kebiasaan Ini!

    8 Mei 2026

    Jangan Salah! 7 Cara Menyimpan Mentega Agar Awet

    8 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 8 Mei 2026
    Trending
    • Sholawat Thoriqoh: Tulisan Latin dan Terjemahan
    • Jika Ingin Tampak Lebih Muda dalam 30 Hari, Tinggalkan 6 Kebiasaan Ini!
    • Jangan Salah! 7 Cara Menyimpan Mentega Agar Awet
    • Orang yang pandai mendengarkan sering kali menerapkan 8 cara berpikir ini menurut psikologi
    • Mobil listrik terbaik 2026, harga mulai Rp100 juta, jangkauan 300 km
    • 10 destinasi keluarga hemat di Sentul yang seru dan instagenik
    • Aturan Ganjil Genap di Jakarta Hari Ini, Senin 4 Mei 2026
    • Akun Instagram Ahmad Dhani Menghilang, Isu Kekhawatiran Muncul
    • Game sepak bola virtual Android dengan mod DFL 26 FIFA 16 resmi dirilis, hadirkan fitur premium
    • Mobil Armada 5 Tahun: Pakai atau Jual? Ini Cara Hitungnya Agar Tidak Rugi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Kompetisi dan Egoisme Elit

    Kompetisi dan Egoisme Elit

    adm_imradm_imr8 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan yang Seimbang dan Budaya Kolaborasi

    Mujiburrahman, Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin mengungkapkan bahwa kebanyakan orang tidak termasuk dalam kategori jenius atau bloon. Ia menyebut mereka sebagai “yang di tengah”. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa keinginan masyarakat untuk selalu menang, unggul, dan menjadi yang terbaik seringkali menciptakan pola pikir yang tidak sehat. Seolah-olah, jika seseorang tidak menjadi juara, maka dia dianggap tidak bernilai. Bahkan, anak-anak yang tidak masuk peringkat atas seringkali dianggap tidak layak disayangi.

    Pola pikir ini juga memengaruhi cara kita melihat diri sendiri dan orang lain. Kita cenderung egois, hanya berfokus pada kepentingan diri sendiri, keluarga, dan lingkaran dekat. Tidak jarang, kita mengabaikan orang lain yang tidak memiliki kelebihan seperti kita. Hal ini menciptakan ketimpangan dalam masyarakat.

    Budaya Kompetisi dalam Dunia Pendidikan

    Dalam dunia pendidikan, kita terbiasa dengan budaya kompetisi daripada kolaborasi. Meskipun saat ini rapor siswa tidak lagi menyebutkan ranking, orang tua tetap ingin tahu posisi anaknya. Guru kadang-kadang mengumumkan peringkat satu hingga sepuluh, sehingga membuat anak-anak yang tidak masuk dalam peringkat tersebut merasa tertinggal.

    Budaya kompetisi ini tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga antar lembaga pendidikan. Setiap sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan pesantren berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Akibatnya, kesenjangan antar lembaga pendidikan semakin besar. Masyarakat terjebak dalam persaingan untuk masuk sekolah unggulan.

    Contoh dari Belanda: Pendekatan yang Berbeda

    Saat kami tinggal di Belanda, pengalaman pendidikan anak kami berbeda. Saat rapor dibagikan, orang tua tidak dipanggil bersama. Justru, setiap orang tua diminta membuat janji bertemu guru secara individual. Waktu pertemuan hanya 5-10 menit. Guru memberikan penilaian secara pribadi, tanpa ada orang lain yang mendengar. Hal ini menciptakan suasana yang lebih tenang dan tidak saling bersaing.

    Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak tidak merasa bersaing. Yang ditanamkan adalah saling membantu dan menolong. Anak yang lebih cerdas bisa membantu yang kurang pandai. Anak baru dibimbing oleh temannya yang sudah lama masuk. Kolaborasi jauh lebih diutamakan daripada kompetisi.

    Kelebihan yang Harus Diwujudkan sebagai Tanggung Jawab

    Anak yang memiliki kelebihan, baik kecerdasan, keterampilan, maupun kekuatan fisik, harus dihargai. Namun, kelebihan itu bukanlah hak istimewa. Sebaliknya, itu adalah tanggung jawab. Orang yang lebih cerdas, lebih terampil, atau lebih kuat memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang lebih besar terhadap sesama manusia.

    Cara berpikir ini juga berlaku dalam bidang ekonomi. Pasar bebas memang perlu untuk mendorong persaingan yang sehat. Namun, kebebasan ini hanya layak dilakukan oleh mereka yang setara dan mampu bersaing. Mereka yang lemah tetap harus dilindungi. Inilah fungsi negara, seperti memberikan subsidi kebutuhan pokok, beasiswa, dan perumahan murah.

    Politik dan Tanggung Jawab Seorang Pemimpin

    Dalam politik, logika menang-kalah seringkali menjadi dasar. Namun, setiap calon pemimpin harus ingat bahwa kelebihan yang dimilikinya adalah tanggung jawab dan kewajiban terhadap sesama, bukan hak istimewa.

    Sayangnya, dalam kenyataan seringkali tidak demikian. Banyak pemimpin yang hanya ingin menang dengan segala cara. Mereka tidak sadar bahwa kelebihan yang dimiliki adalah tanggung jawab, bukan keistimewaan.

    Elit yang Altruis

    Seorang pemimpin harus mampu membuat keputusan untuk orang banyak. Jika dia egois, keputusan hanya akan menguntungkan dirinya sendiri. Untuk bisa mengutamakan kepentingan umum, seorang pemimpin harus merasa cukup dengan apa yang diraihnya sendiri dan keluarganya. Dia bukan manusia serakah. Dia menjadi pemimpin semata-mata ingin mengabdi kepada orang banyak.

    Kita merindukan elit yang altruis, bukan yang egois, yang mengutamakan orang banyak, bukan diri sendiri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diterpa Isu Rasisme, Persib Diuji Jelang Akhir Musim: Juara atau Terganggu Drama?

    By adm_imr8 Mei 20261 Views

    Aksi 214 Minta Sidang Hak Angket DPRD Kaltim Disiarkan Langsung

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    Junta Myanmar Paksa Kaum Muda Ikut Militer – ‘Hidup Seperti Neraka’

    By adm_imr7 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sholawat Thoriqoh: Tulisan Latin dan Terjemahan

    8 Mei 2026

    Jika Ingin Tampak Lebih Muda dalam 30 Hari, Tinggalkan 6 Kebiasaan Ini!

    8 Mei 2026

    Jangan Salah! 7 Cara Menyimpan Mentega Agar Awet

    8 Mei 2026

    Orang yang pandai mendengarkan sering kali menerapkan 8 cara berpikir ini menurut psikologi

    8 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?