Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 tips membuat pelanggan rela bayar lebih mahal tanpa keluhkan

    19 Mei 2026

    Tindak Lanjut Dugaan Kekerasan Jurnalis Saat Demo JKA, Ini Pernyataan Kapolresta Banda Aceh

    19 Mei 2026

    Indikasi Persebaya Surabaya Dapat Keuntungan dari Pemain Asing Baru di Liga Indonesia

    19 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 19 Mei 2026
    Trending
    • 5 tips membuat pelanggan rela bayar lebih mahal tanpa keluhkan
    • Tindak Lanjut Dugaan Kekerasan Jurnalis Saat Demo JKA, Ini Pernyataan Kapolresta Banda Aceh
    • Indikasi Persebaya Surabaya Dapat Keuntungan dari Pemain Asing Baru di Liga Indonesia
    • Pandangan: Di Balik Kemajuan Ekonomi NTT
    • 5 Kasus Kriminal Terbanyak di Kaltim 2025
    • Sanad di Zaman Instan
    • Bayam Tingkatkan Asam Urat? Mitos atau Fakta?
    • Bolehkah Ibu Hamil Makan Mie Ayam Bakso? Ini Jawaban Dokter
    • Pernyataan Mengejutkan Ditjen Pas tentang Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas: Beasiswa dan Daring
    • 7 Wisata Alam Boyolali Murah dan Instagramable
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Luhut Peringatkan Jangan Lawan Iran, Harga BBM Bisa Terancam?

    Luhut Peringatkan Jangan Lawan Iran, Harga BBM Bisa Terancam?

    adm_imradm_imr15 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peringatan Luhut Binsar Pandjaitan: Indonesia Harus Bijak dalam Dinamika Geopolitik

    Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, Indonesia diingatkan untuk tetap berhati-hati dalam menentukan sikap terhadap konflik antara Iran dan negara-negara lain seperti Israel serta Amerika Serikat. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengeluarkan peringatan bahwa Indonesia tidak boleh ikut terlibat dalam konflik tersebut.

    Luhut menekankan bahwa masalah ini bukan hanya sekadar isu politik luar negeri, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya terkait harga energi dan bahan bakar. Ia menyampaikan peringatan ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (5/3/2026), dengan menegaskan bahwa “kita jangan ikut-ikut memusuhi mereka. Tidak ada gunanya.”

    Peringatan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat mengganggu pasar energi global. Jika situasi memburuk, dampaknya bisa dirasakan hingga ke dompet masyarakat Indonesia melalui kenaikan harga BBM.

    Mengapa Iran Penting bagi Indonesia?



    Secara global, Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak dan gas terbesar di dunia. Posisi Iran sangat strategis dalam rantai pasokan energi global, terutama bagi kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat produksi minyak dunia. Jika Iran terkena embargo lebih keras atau terlibat konflik militer besar, pasokan minyak global berpotensi menyusut drastis.

    Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga minyak dunia hampir pasti melonjak. Situasi ini akan berdampak langsung pada negara pengimpor minyak seperti Indonesia. Saat ini Indonesia masih berstatus net importer minyak, sehingga fluktuasi harga minyak dunia sangat memengaruhi biaya impor energi dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Kenaikan harga minyak global pada akhirnya bisa meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

    Pesan Luhut untuk Kedaulatan Energi



    Dalam pandangannya, Indonesia perlu bersikap realistis dan berhati-hati dalam dinamika geopolitik internasional. Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus tetap dijaga, namun dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi nasional. “Ini berkaitan langsung dengan ekonomi kita,” kata Luhut.

    Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan energi nasional masih memiliki keterbatasan, terutama dalam hal cadangan minyak dan gas. “Berapa banyak cadangan energi kita? Gas dan minyak kita sangat dipengaruhi Selat Hormuz,” ujar Luhut. Pernyataan itu menegaskan bahwa Indonesia harus menjaga stabilitas hubungan internasional agar tidak memperburuk risiko terhadap pasokan energi nasional.

    Simulasi Dampak Jika Konflik Memanas

    Salah satu skenario yang paling dikhawatirkan adalah gangguan jalur pengiriman energi global di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar dunia. Negara seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Iran sendiri mengandalkan jalur tersebut untuk ekspor energi.

    Jika Selat Hormuz terganggu atau bahkan ditutup akibat konflik, sekitar sepertiga pengiriman minyak dunia bisa terdampak. Kondisi ini hampir pasti memicu lonjakan harga minyak global. Bagi Indonesia, dampaknya bisa berupa:

    • Kenaikan biaya impor minyak mentah
    • Tekanan besar terhadap subsidi energi dalam APBN
    • Potensi kenaikan harga BBM di dalam negeri
    • Lonjakan biaya transportasi dan harga barang

    Efek berantai ini pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan biaya hidup.

    Langkah Antisipasi Pemerintah

    Untuk mengurangi ketergantungan pada dinamika energi global, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan bahan bakar nabati (biofuel), percepatan penggunaan kendaraan listrik, serta diversifikasi sumber energi nasional.

    Program pencampuran biodiesel dalam solar juga terus diperluas untuk menekan impor minyak. Di sisi lain, pemerintah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan agar ketahanan energi nasional semakin kuat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi kerentanan Indonesia terhadap gejolak geopolitik di Timur Tengah.

    Di tengah meningkatnya ketegangan global, Luhut juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap ekstrem dengan memihak salah satu kubu konflik. Baginya, kebijakan luar negeri Indonesia harus selalu berpijak pada kepentingan nasional, termasuk stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan dalam negeri. Pendekatan ini bisa disebut sebagai “diplomasi kepentingan rakyat”, sebuah strategi yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama, bukan sekadar solidaritas politik tanpa perhitungan dampak ekonomi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengungkap makna di balik pelemahan rupiah

    By adm_imr19 Mei 20260 Views

    Ucapan Hari Buku Nasional 17 Mei 2026 yang Menginspirasi untuk Caption Media Sosial

    By adm_imr18 Mei 20262 Views

    Indonesia Dorong BRICS Kuatkan Suara Negara Berkembang

    By adm_imr18 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 tips membuat pelanggan rela bayar lebih mahal tanpa keluhkan

    19 Mei 2026

    Tindak Lanjut Dugaan Kekerasan Jurnalis Saat Demo JKA, Ini Pernyataan Kapolresta Banda Aceh

    19 Mei 2026

    Indikasi Persebaya Surabaya Dapat Keuntungan dari Pemain Asing Baru di Liga Indonesia

    19 Mei 2026

    Pandangan: Di Balik Kemajuan Ekonomi NTT

    19 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?