Kisah Lula Lahfah: Pengorbanan dan Ketegaran di Usia Muda
Lula Lahfah kembali menjadi sorotan setelah potongan obrolannya bersama Tepe46 dalam podcast Reza Arap yang viral. Dalam perbincangan yang tayang pada Selasa (19/10/2025), Lula dengan jujur membagikan fase hidup paling berat yang pernah ia lalui, saat harus mengambil keputusan besar di usia yang masih sangat muda.
Di balik sosoknya yang dikenal ceria dan penuh semangat, ternyata Lula pernah berada di titik sulit ketika kondisi ekonomi keluarganya berubah drastis. Di usia remaja, keputusan besar biasanya masih menjadi tanggung jawab orang dewasa. Namun bagi Lula Lahfah, keadaan memaksanya untuk berpikir dan bertindak jauh lebih matang dari usianya.
Berikut adalah rangkuman cerita Lula Lahfah yang rela berhenti sekolah demi kakak dan adiknya:
Orangtua Bangkrut, Lula Lahfah Harus Berhenti Sekolah di Kelas 11
Dalam obrolan tersebut, Lula Lahfah secara terbuka menceritakan bahwa keluarganya sempat mengalami kebangkrutan mendadak. Kondisi ini membuat orangtua Lula tidak lagi mampu membiayai pendidikannya. “Orangtua bangkrut waktu itu. Nggak bisa melanjutkan sekolah aku,” ungkap Lula dengan nada tenang.
Akibat situasi tersebut, Lula harus berhenti sekolah saat duduk di kelas 11 SMA. Keputusan itu tentu bukan hal mudah, apalagi di usia remaja ketika sebagian besar anak seusianya masih fokus menuntaskan pendidikan. Meski begitu, Lula tidak menutupi fakta pahit tersebut. Ia menyampaikannya apa adanya, seolah menunjukkan bahwa fase tersebut menjadi titik awal kedewasaannya dalam menghadapi realitas hidup.
Mengalah Demi Pendidikan Adik dan Perjuangan Kakak di Luar Negeri

Keputusan Lula Lahfah untuk berhenti sekolah bukan tanpa alasan. Lula memilih mengalah demi keberlangsungan pendidikan adiknya, sekaligus mendukung kakaknya yang saat itu sedang menempuh kuliah di Jerman. “Waktu itu, orangtuaku tiba-tiba bangkrut. Terus kakak aku kuliah di Jerman, jadi biaya ke sana emang gede,” cerita Lula.
Ia menggambarkan kakaknya sebagai sosok yang sangat cerdas dan jenius, namun tetap membutuhkan biaya hidup dan dukungan finansial. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Lula memilih untuk berhenti agar adiknya tetap bisa melanjutkan pendidikan. “Jadi ya ngalah sama adik aja. Jadi adik yang melanjutin pendidikan. Jadi aku stop,” lanjutnya.
Keputusan ini mencerminkan pengorbanan besar yang jarang disadari publik. Lula mengambil peran dewasa jauh sebelum waktunya, dengan memprioritaskan keluarga di atas kepentingan pribadi.
Bangkit dari Keterbatasan, Lula Lahfah Mulai Bekerja dan Menemukan Jalannya Sendiri

Meski harus berhenti sekolah formal, Lula Lahfah tidak menyerah pada keadaan. Ia memilih untuk bangkit dan mencari cara agar tetap bisa bertahan hidup dan membantu keluarganya. “Jadi, lagi-lagi aku bilang, hoki. Aku iseng main ASKfm. Nah terus aku lumayan dikenal di ASKfm,” tuturnya.
Dari langkah yang awalnya hanya coba-coba, Lula mulai dikenal dan mendapatkan peluang untuk bekerja. Dunia digital menjadi pintu awal baginya untuk mandiri secara finansial, sekaligus membangun jalan hidupnya sendiri. Kisah ini menunjukkan bahwa meski pendidikan formalnya sempat terhenti, semangat belajar dan bertahan hidup Lula tidak pernah padam. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan dengan cara yang berbeda.
Itulah kisah Lula Lahfah yang rela berhenti sekolah demi kakak dan adiknya. Sebuah cerita dari Lula tentang pengorbanan, ketegaran, dan keberanian mengambil keputusan besar di usia muda.







