Inovasi Kendaraan Listrik dari Mahasiswa Polban EV
Polban Electric Vehicle (Polban EV), sebuah organisasi yang berada di bawah naungan Pusat Unggulan Iptek Electric Vehicle (PUI-EV) di Politeknik Negeri Bandung (Polban), telah menghadirkan inovasi terbaru dalam bentuk mobil golf listrik bernama Viranusa EV. Kendaraan ini dirancang sebagai solusi mobilitas yang praktis, hemat energi, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan internal kampus.
Kebutuhan Nyata Mendorong Pengembangan
Ketua tim sekaligus anggota Polban EV, Rafi Febrian Nugroho, menjelaskan bahwa pengembangan Viranusa EV lahir dari kebutuhan nyata di lingkungan kampus. “Awalnya kami fokus di bidang electric vehicle. Sebelumnya kami juga sudah membuat beberapa mobil, seperti V2 dan V3. Lalu kami melihat di Polban ini kalau ada tamu dari luar, tur jurusan, atau berkeliling lingkungan kampus, pasti membutuhkan mobilisasi,” ujarnya.
Dari situ, tim Polban EV kemudian menggagas pembuatan mobil golf listrik yang bisa digunakan untuk mengantar tamu, dosen, mahasiswa, hingga jajaran kampus. “Nah, dari situ kami kepikiran membuat mobil golf listrik ini. Kami juga di support Pak Direktur, Pak Wakil Direktur, dan jajaran lainnya untuk mengembangkan kendaraan listrik ini agar bisa jadi inovasi baru dari tim Polban EV,” tambahnya.
Struktur Komunitas dan Kolaborasi Lintas Disiplin
Polban EV adalah komunitas riset mahasiswa lintas disiplin yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik. Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 70 anggota dari berbagai jurusan, mulai dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Energi, Teknik Refrigerasi dan Tata Udara, hingga Administrasi Niaga dan jurusan lainnya.
“Di Polban EV kami terdiri dari 70 member dengan berbagai jurusan dan prodi. Jadi memang kolaborasi lintas bidang untuk pengembangan electric vehicle,” jelas Rafi. Anggota dibagi ke dalam tim teknis dan nonteknis. Tim teknis mencakup divisi desain, manufaktur, mekanik, high voltage, low voltage, dan lainnya. Sementara tim nonteknis menangani sponsorship serta publikasi dan dokumentasi.
Proses Pengembangan dan Spesifikasi
Proses pengembangan Viranusa EV membutuhkan waktu sekitar satu tahun, mulai dari perancangan konsep hingga manufaktur. “Kalau dari riset awal kurang lebih setahun atau bahkan lebih. Mulai dari perancangan, konseptual, sampai akhirnya jadi manufaktur,” ungkap Rafi. Sedangkan proses manufaktur atau perakitan kendaraan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima bulan.
Secara spesifikasi, Viranusa EV menggunakan baterai LiFePO4 72 volt 50 Ah dengan waktu pengisian sekitar tiga hingga empat jam. Mobil ini dibekali motor listrik tipe PMSM berdaya 5.000 watt atau 5 kW, lengkap dengan controller berdaya sama. “Mobil golf listrik ini baterainya 72 volt 50 ampere hour. Motor listriknya 5.000 watt, controller-nya juga 5 kW,” jelas Rafi.
Berdasarkan hasil riset dan pengujian internal, kendaraan ini mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam dalam kondisi baterai penuh. “Kami sudah uji coba dan pengetesan. Dengan kapasitas baterai 72V 50Ah itu bisa memberikan daya tahan tiga sampai empat jam dari kondisi 100 sampai 15 persen,” ujarnya.
Kapasitas dan Fitur
Viranusa EV memiliki kapasitas angkut cukup besar, yakni tujuh hingga delapan penumpang. “Untuk kapasitasnya saat ini tujuh sampai delapan orang dan bisa extend lagi tergantung penumpangnya,” tambahnya. Dari sisi fitur, mobil ini dilengkapi sistem penggerak mekanis dan elektrikal. Pada sistem mekanis, kendaraan menggunakan diferensial dengan dua transmisi atau dua gigi. “Gigi satu dipakai saat menanjak dengan banyak penumpang, sedangkan gigi dua untuk jalan konstan biasa,” jelas Rafi.
Sementara sistem elektrikalnya menggunakan mode otomatis layaknya kendaraan matik, dengan pilihan Drive (D), Netral (N), dan Reverse (R). Adapun ukuran kendaraan ini memiliki panjang 363 cm, lebar 168 cm, dan tinggi 176 cm.
Pendanaan dan Rencana Pengembangan
Dalam pengembangannya, proyek ini dibiayai secara bertahap selama tiga tahun dengan total biaya produksi sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta. “Pembiayaannya bertahap selama kurang lebih tiga tahun. Range harga mobil golf yang sudah kami buat sekitar 80 sampai 100 juta,” katanya.
Meski sudah beroperasi, Rafi menambahkan Viranusa EV masih akan terus disempurnakan melalui riset lanjutan bersama dosen dari PUI-EV dan berkolaborasi dengan industri. Beberapa pengembangan yang direncanakan antara lain penambahan panel surya hingga charging station khusus. “Insyaallah pasti akan kami sempurnakan lagi. Ada rencana pengembangan solar cell, fitur tambahan, sampai charger station agar lebih memudahkan,” ujarnya.







