Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dugaan Pungutan Rp 3 Juta di SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang, Konsep Sekolah Gratis Dipertanyakan

    29 April 2026

    Ramalan Zodiak Besok Minggu 19 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

    29 April 2026

    Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Dugaan Pungutan Rp 3 Juta di SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang, Konsep Sekolah Gratis Dipertanyakan
    • Ramalan Zodiak Besok Minggu 19 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
    • Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini
    • Terpopuler: Kesulitan Angelina Sondakh di Penjara dan Ancaman pada Orang Tua Azril
    • Surabaya Jadi Pembuka Kampanye Visit Malaysia 2026, Promosikan Wisata Beragam
    • 5 alasan keanggotaan jadi senjata setia pelanggan
    • Tampang Enjang Ditangkap, TNI Palsu Tipu Pedagang Telur Rugi Rp7 Juta
    • Jadwal 1 Dzulhijjah 1447 H Tahun 2026: Muhammadiyah dan Pemerintah
    • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • Makanan Fira, kisah Gen Z yang ubah hobi jadi bisnis sukses
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Makanan Fira, kisah Gen Z yang ubah hobi jadi bisnis sukses

    Makanan Fira, kisah Gen Z yang ubah hobi jadi bisnis sukses

    adm_imradm_imr29 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Seorang Gen Z yang Berhasil Mengubah Hobi Menjadi Bisnis

    Hobi yang selama ini hanya dijalankan sebagai kegiatan pengisi waktu luang sejatinya bisa berkembang menjadi sumber penghasilan. Dengan dukungan media sosial dan perubahan pola konsumsi masyarakat, berbagai aktivitas kreatif dapat diolah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Salah satu yang berhasil menangkap peluang ini adalah Khalida Safira, seorang Gen Z berusia 27 tahun yang sukses mengubah kesukaannya membuat kue menjadi bisnis yang kini dikenal dengan berbagai produk dessert bercita rasa rumahan namun dikemas secara kreatif.

    Perjalanan bisnisnya bermula dari situasi yang tidak direncanakan. Fira, panggilannya, sejatinya tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner. Saat kuliah, ia justru mengambil jurusan teknik setelah mengikuti saran orang tua agar memiliki prospek kerja yang dianggap lebih pasti. Namun, setelah lulus, pandemi Covid-19 membuat situasi pencarian kerja menjadi jauh lebih sulit. Sebagai lulusan pandemi, Fira mencoba mengisi waktu luang dengan hobi memasaknya.

    Seiring itu, ia melihat peluang di tengah gencarnya penjualan online. Memanfaatkan kesempatan dari hobi, Fira tertarik dengan mencoba menjual salmon mentai yang kala itu tengah populer di kalangan konsumen muda. Bahkan ia sempat mengikuti kelas memasak untuk mempelajari resep tersebut sebelum mulai menjualnya secara daring melalui media sosial.

    Respons dari teman-temannya cukup positif. Pesanan pun mulai berdatangan setelah Fira mengunggah salmon mentai buatannya di Instagram. Melihat permintaan yang meningkat, Fira kemudian mencoba memperluas kanal penjualan dengan memanfaatkan layanan pesan-antar makanan.

    Meski sempat menikmati lonjakan pesanan, Fira menyadari bahwa tren kuliner bisa berubah cepat. Setelah sekitar satu tahun, minat terhadap salmon mentai mulai menurun. Ia pun kembali mencari produk baru yang memiliki potensi pasar. Pilihan akhirnya jatuh pada chiffon cake, jenis kue yang saat itu mulai banyak diminati.

    Berbeda dengan sebelumnya, kali ini, Fira belajar secara otodidak melalui berbagai tutorial di internet, mengingat biaya les baking yang cukup mahal. Prosesnya tidak selalu mulus. Ia harus melalui berbagai percobaan resep sebelum mendapatkan formula yang menurutnya layak dijual.

    Produk chiffon cake dalam balutan merek “Meals by Fira” tersebut kemudian dipromosikan melalui media sosial, terutama melalui konten video yang menampilkan aktivitas kesehariannya dalam menjalankan usaha. Konten sederhana seperti proses membuat kue, mengemas pesanan, hingga keseharian di dapur justru menarik perhatian warganet. Strategi tersebut membuahkan hasil. Kontennya sempat viral dan mendongkrak pesanan chiffon cake dalam jumlah besar.

    Dalam mengembangkan produk, Fira mengaku selalu memperhatikan tren kuliner yang sedang berkembang. Setelah chiffon cake mulai jenuh di pasar, ia kemudian memperkenalkan produk lain seperti kue ulang tahun mini bergaya Korea hingga madeleine berbentuk teddy bear yang saat ini sedang ia kembangkan. Produk-produk tersebut biasanya menjadi favorit saat periode tertentu seperti Natal, Imlek, atau Lebaran.

    Salah satu strategi utama Fira adalah menciptakan produk yang menarik secara visual. Dia banyak mengambil inspirasi desain dari berbagai platform digital, kemudian mengembangkannya menjadi konsep baru. Kue-kue yang dia buat dikenal dengan tampilan yang imut dan warna-warni. Menurutnya, visual yang menarik dapat menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen, terutama di media sosial.

    Selain produk, dia juga memperhatikan aspek kemasan. Baginya, pengalaman pelanggan tidak hanya berhenti pada rasa, tetapi juga bagaimana produk tersebut terlihat saat diterima. “Jadi, dari makanan yang lucu, nah branding-nya pun packaging-nya juga harus lucu. Orang-orang jadi lebih tertarik gitu,” sebutnya.

    Dari sisi bisnis, omzet bulanannya pada kondisi normal berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta. Namun saat memasuki periode permintaan tinggi, omzet tersebut bisa meningkat hingga sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta. Omzet yang diterimanya kini terbilang sudah menutupi modal awal pengembangan bisnis sekitar Rp80 juta, yang di dalamnya termasuk menyewa studio hingga membeli peralatan memasak yang lengkap.

    Meski usahanya sudah berjalan hampir lima tahun, Fira hingga kini masih menjalankan sebagian besar operasional bisnisnya sendiri. Mulai dari menerima pesanan, memproduksi kue, mengemas produk, hingga membuat konten pemasaran. Dia mengakui bahwa model kerja tersebut memiliki keterbatasan, terutama ketika pesanan meningkat. Namun di sisi lain, Fira merasa lebih percaya diri ketika seluruh proses masih berada dalam kendalinya.

    Dalam menghadapi persaingan bisnis kue yang semakin ramai, Fira memilih mengandalkan pendekatan storytelling di media sosial. Ia kerap membagikan cerita di balik proses produksi maupun pengalaman melayani pelanggan. Pendekatan tersebut menurutnya efektif untuk membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap brand yang ia bangun.

    Bagi Fira, menjalankan bisnis berbasis hobi membuatnya lebih menikmati setiap proses yang dijalani. Ia tidak selalu mematok target tinggi setiap saat. Ketika pesanan ramai, ia bersyukur. Namun ketika permintaan menurun, ia menganggapnya sebagai waktu untuk beristirahat atau mengembangkan ide baru.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tempat Kuliner Enak di Sukoharjo dengan Pilihan Makanan Beragam

    By adm_imr29 April 20261 Views

    Rooftop Bar Jakarta Paling Hits dengan Pemandangan Instagramable!

    By adm_imr29 April 20262 Views

    Harga Pangan Stabil di Solok Selatan April 2026: Telur dan Daging Sapi Tetap Stabil

    By adm_imr29 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dugaan Pungutan Rp 3 Juta di SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang, Konsep Sekolah Gratis Dipertanyakan

    29 April 2026

    Ramalan Zodiak Besok Minggu 19 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

    29 April 2026

    Jadwal Live TV Thomas-Uber Cup 2026: Indonesia vs Taiwan dan Prancis Pagi Ini

    29 April 2026

    Terpopuler: Kesulitan Angelina Sondakh di Penjara dan Ancaman pada Orang Tua Azril

    29 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?