Panduan Lengkap Mengganti Puasa Ramadan yang Tertunda
Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Muslim. Namun, bagi mereka yang tidak bisa menjalankan puasa di bulan Ramadan karena alasan tertentu, maka harus menggantinya dengan puasa qadha. Hal ini menjadi kewajiban yang harus segera ditunaikan sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Batas Waktu Mengganti Puasa Qadha
Menurut ajaran Islam, seseorang yang meninggalkan puasa Ramadan wajib menggantinya sebelum masuk Ramadan berikutnya. Artinya, waktu untuk melaksanakan puasa qadha masih terbuka hingga hari terakhir bulan Sya’ban. Jika seseorang belum juga mengganti puasa hingga memasuki Ramadan berikutnya, maka ia tetap wajib mengqadhanya setelah Ramadan berakhir, disertai kewajiban tambahan berupa fidyah. Fidyah tersebut berupa memberi makan fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa batas akhir mengganti puasa adalah sebelum masuk Ramadan tahun berikutnya. Ia juga menyarankan agar puasa qadha dilakukan pada bulan Sya’ban, terutama pada hari Senin. Selain menunaikan kewajiban, seseorang juga berpeluang meraih pahala puasa sunnah Sya’ban sekaligus puasa sunnah Senin.
Niat Puasa Qadha Ramadan
Niat puasa qadha Ramadan dilafalkan sejak malam hari, mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Lafal niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Puasa Qadha Ramadan
Berikut ini tata cara melaksanakan puasa qadha Ramadan:
Baca Niat
Niat puasa qadha Ramadan seperti yang telah disebutkan di atas.Makan Sahur
Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.Melaksanakan Puasa
Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, nafsu, dan amarah.
Doa Buka Puasa Qadha Ramadan
Berikut dua versi doa saat buka puasa:
Doa buka puasa Rasulullah SAW dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.
Latin: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)Doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.
Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).








