Suasana Haru di Pemakaman Lula Lahfah
Pemakaman selebgram Lula Lahfah berlangsung dalam suasana duka yang mendalam. Kepergian sang selebgram yang tiba-tiba meninggalkan dunia ini menyebabkan kesedihan yang luar biasa, terutama bagi kekasihnya, Reza Arap. Di tengah prosesi pemakaman, Reza Arap terlihat tidak bisa menahan emosinya hingga jatuh tersungkur dan menangis histeris.
Dalam momen tersebut, Reza Arap tampak mengucapkan pertanyaan dengan nada keras kepada orang-orang di sekitarnya. Ia bertanya, “Kenapa semua ninggalin gue?” Teriakan itu mencerminkan rasa kehilangan yang sangat dalam. Sejumlah rekan dekat terlihat memberikan dukungan untuk mantan suami Wendy Walters tersebut.
Perasaan Duka yang Mendalam
Sesuai informasi yang diperoleh, Lula Lahfah ditemukan tidak bernyawa di apartemennya, kawasan Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) pukul 18.44 WIB. Tubuhnya sudah terbujur kaku dan membiru saat ditemukan oleh petugas keamanan. Jenazah Lula langsung disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, kemudian dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1/2026).
Selama prosesi pemakaman, Reza Arap terus berada di sisi jenazah Lula. Ia tampak tenggelam dalam kesedihan, sesekali menangis melihat kepergian sang kekasih. Setelah prosesi selesai, Reza Arap langsung tersungkur di area parkiran dan menangis histeris.
Komentar dan Ungkapan Rasa Sakit
Sebelumnya, Reza Arap sempat mengunggah video di Instagram Storynya, @ybrab, yang menunjukkan dirinya sedang menangis dan mengucapkan maaf. Namun, video tersebut kemudian dihapus oleh Arap. Di akun X-nya, @yourbae, ia menulis, “Take me instead (Bawa aku saja sebagai gantinya)”.
Ungkapan itu langsung mendapatkan banyak respons, namun Arap memilih menutup kolom komentar postingannya tersebut.
Penyesalan Keluarga
Ayah Lula Lahfah, Feroz Marikar, mengungkapkan penyesalan terdalam setelah menerima kabar duka mengenai putrinya. Ia mengatakan bahwa selama ini keluarga tidak pernah mengetahui jika kondisi kesehatan Lula sudah semakin parah.

Feroz menjelaskan bahwa almarhumah tidak pernah curhat tentang sakitnya kepada keluarga. Informasi mengenai penyakit GERD dan pembengkakan usus hanya diketahui dari teman-teman dekat Lula. Ia menyayangkan kurangnya komunikasi antara Lula dan keluarganya, karena jika mengetahui kondisi sebenarnya, ia akan segera mengupayakan pengobatan terbaik.
Kronologi Penemuan Lula Lahfah
Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, jenazah Lula ditemukan pertama kali oleh seorang saksi yang berada di luar kamar apartemen korban. Pintu kamar Lula dalam kondisi terkunci dari dalam.
Saksi merasa curiga dan khawatir karena korban tidak merespons. Mengingat sebelumnya korban sempat berobat bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu. Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama pihak manajemen apartemen mendapati Lula dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kondisi almarhumah tidak adanya napasnya, dalam kondisi terlentang dengan mulut terbuka warna biru. Saksi sempat memeriksa denyut nadi dan detak jantung korban, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan. Pihak kepolisian kemudian menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy.







