Tradisi Yu Sheng Ceremony dalam Perayaan Imlek 2026 di Mall Ciputra Jakarta
Yu Sheng Ceremony selalu menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Tradisi ini tidak hanya terkait dengan hidangan, tetapi juga penuh makna simbolis tentang doa dan keberuntungan. Dalam rangkaian acara Imlek 2026 di Mall Ciputra Jakarta, tradisi ini kembali digelar dengan penuh semangat. Para pengunjung berbondong-bondong menyantap salad ikan khas China sambil mengucapkan harapan akan kesehatan, rezeki, dan keberuntungan.
Prosesi Yu Sheng Ceremony memiliki cara yang unik. Semua bahan salad seperti irisan ikan salmon, wortel, sayuran segar, saus wijen, dan buah plum disajikan dalam satu piring besar. Peserta yang duduk di sekeliling meja kemudian mengaduk semua bahan bersama-sama. Saat mengangkatnya setinggi mungkin dengan sumpit, mereka mengucapkan “Lao Qi” atau “Lao Hei”. Yu Sheng melambangkan kelimpahan rezeki, harapan yang prospektif, serta semangat yang terus menyala.
Jimmy S. Herlambang, perwakilan Komunitas Hakka Indonesia Sejahtera, menjelaskan bahwa Yu Sheng adalah tradisi kuno dari China yang rutin dilakukan setiap perayaan Imlek. Hidangan khas ini biasanya terdiri dari irisan ikan mentah, sayuran serut, buah-buahan, dan saus, yang melambangkan kelimpahan, kemakmuran, dan umur panjang. Sampai saat ini, Yu Sheng masih populer di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Biasanya tradisi ini digelar di rumah masing-masing, lalu para anggota keluarga bersama-sama mengaduk dan mengangkat salad setinggi mungkin dengan sumpit sambil menyampaikan doa dan harapan baik.
“Tradisi ini umumnya mulai digelar saat Imlek hingga selama 15 hari ke depan, atau saat Cap Go Meh yang menandai berakhirnya perayaan tahun baru,” kata Jimmy.
Setiap bahan dalam Yu Sheng memiliki makna khusus, yang diharapkan membawa keberuntungan sepanjang tahun. Misalnya, ikan melambangkan rezeki yang tersisa di akhir tahun, menandakan harta dan keberuntungan yang terus berlanjut. Hal unik lain dari tradisi ini adalah cara menikmatinya. Setiap orang diharuskan mengangkat sumpit setinggi mungkin sebelum menyantap hidangan, sebagai simbol harapan dan doa agar rezeki terus melimpah.
“Semakin tinggi diangkat, hokinya dan keharmonisan keluarga semakin tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, mengatakan bahwa Yu Sheng Ceremony digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi. Mengusung tema “Lucky New Year, Lucky You”, selama perayaan Imlek 2026 pihaknya juga telah mempersiapkan beragam acara khas lainnya yang tak kalah menarik.
Malam Mandarin menjadi salah satu puncak acara, menampilkan penampilan Sharlene Liu pada 30 Januari 2026, Wenny Zhu pada 31 Januari 2026, dan Helen Huang pada 14 Februari 2026. Mereka akan menyanyikan repertoar lagu dari klasik hingga modern. Selain itu, Wayang Potehi yang telah menjadi ikon selama 22 tahun di Mall Ciputra Jakarta juga akan tetap hadir. Tahun ini, Wayang Potehi tampil setiap hari pukul 15.00, 17.00, dan 19.00 WIB, menambah keseruan perayaan.
Konsep “Istana di Negeri Tiongkok” juga dihadirkan di dalam mall, dengan Koi Pond sebagai simbol rezeki yang mengalir dan dekorasi Lotus yang melambangkan ketenangan jiwa. Di Lantai 3, Wall of Clan interaktif menampilkan sejarah 440 marga Tionghoa di dunia, khususnya yang berakar di Indonesia, sebagai bentuk edukasi modern bagi generasi muda.
“Kami berharap pada momen Imlek 2026 ini, terjadi peningkatan 8–10% dari pengunjung reguler,” kata Ferry.







