Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pendaftaran Mudik Gratis Dimulai 22 Februari 2026, Siapkan Data Diri dan Keluarga

    18 Februari 2026

    Di Balik Kesedihan, 5 Fakta Menyentuh Film Ini Bikin Penonton Menangis

    18 Februari 2026

    PSSI Tanggapi Isu Timnas U-23 dan Putri Indonesia Tak Ikut Asian Games 2026

    18 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 18 Februari 2026
    Trending
    • Pendaftaran Mudik Gratis Dimulai 22 Februari 2026, Siapkan Data Diri dan Keluarga
    • Di Balik Kesedihan, 5 Fakta Menyentuh Film Ini Bikin Penonton Menangis
    • PSSI Tanggapi Isu Timnas U-23 dan Putri Indonesia Tak Ikut Asian Games 2026
    • Taqy Malik Dihujat, Sunan Kalijaga Sindir Mantan Menantu: Katanya Saleh
    • Kekacauan pencurian di Samarinda: baut jembatan, kabel PJU, dan rambu jalan raib
    • 3 Bintang Rp 13,48 Miliar Siap Meledak! Bernardo Tavares Beri Tugas Khusus ke Tukang Jagal Persebaya Surabaya
    • Tips memilih asuransi jiwa 2026: Perlindungan keluarga cerdas tanpa beban biaya
    • Polwan Dianita Terseret Kasus Narkoba Bersama AKBP Didik
    • Jadwal Puasa dan Imsak Ramadan 1447 H/2026 Ciamis
    • Horoskop Sagitarius dan Capricorn Hari Ini: Cinta, Karier, Kesehatan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Menteri LH: Pola Makan Perkotaan Picu Longsor di Bandung Barat

    Menteri LH: Pola Makan Perkotaan Picu Longsor di Bandung Barat

    adm_imradm_imr26 Januari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    BANDUNG BARAT, Infomalangraya.com

    – Longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menjadi perhatian khusus karena dianggap sebagai dampak dari perubahan rantai pangan akibat urbanisasi yang pesat.

    Perubahan pola makan masyarakat telah memicu peningkatan permintaan akan sayuran subtropis, sehingga mengubah cara penggunaan lahan di daerah lereng gunung. Hal ini menyebabkan beralihnya tanaman keras yang biasanya berfungsi menjaga kestabilan tanah menjadi perkebunan sayuran yang justru rentan terhadap longsoran.

    Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti bahwa alih fungsi lahan di wilayah tersebut tidak bisa dipisahkan dari perubahan konsumsi masyarakat perkotaan. Urbanisasi membuat kebutuhan pangan bergeser, dan pertanian pun berkembang ke daerah-daerah yang seharusnya dilindungi.

    “Urbanisasi ini membawa perubahan pola makan. Kita makan sesuatu yang sebetulnya bukan dari habitat kita,” ujar Hanif saat meninjau lokasi longsor di Cisarua, Minggu (25/1/2026).

    Menurut Hanif, sayuran seperti kentang, kol, kobis, dan paprika adalah komoditas khas wilayah subtropis yang secara alami tumbuh di ketinggian tertentu. Namun, tingginya permintaan menyebabkan tanaman tersebut dibudidayakan secara masif di lereng-lereng gunung Indonesia.

    Tanaman Akar Dangkal dari Amerika Selatan

    Ia menjelaskan, kondisi ini memicu pembukaan lahan hutan dan menggantinya dengan tanaman sayuran berakar dangkal. Padahal, kawasan tersebut seharusnya ditanami tanaman keras yang mampu mengikat tanah dan menjaga stabilitas lereng.

    “Sebenarnya (sayuran) ini bukan dari Indonesia. Sebagian besar jenis yang kita tanam hari ini berasal dari wilayah subtropis, seperti Amerika Selatan, Chile, Peru yang kemudian dipaksakan tumbuh di ketinggian seribuan meter di atas permukaan laut,” kata Hanif.

    Ia menilai perubahan ini terjadi terlalu cepat dan tidak diimbangi dengan tata kelola lingkungan yang memadai. Akibatnya, daya dukung lahan menurun dan risiko bencana meningkat, salah satunya longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat ini.

    Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim ahli guna mengkaji secara menyeluruh lanskap kawasan Cisarua. Pendekatan ilmiah, kata Hanif, menjadi kunci dalam menentukan langkah kebijakan penanganan pascabencana.

    “Kalau bicara lingkungan, tidak bisa mengira-ngira. Harus saintis,” ucapnya.

    Pembenahan “Landscape” dan Tata Ruang

    Tim ahli tersebut akan bekerja bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan pendalaman detail terkait tata ruang, karakter lahan, serta dampak alih fungsi lahan yang terjadi. Hasil kajian itu nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan tata ruang ke depan.

    Selain kajian teknis, pemerintah juga membuka kemungkinan pendalaman aspek pelanggaran lingkungan. Hanif menyebut penataan ulang lanskap dan tata ruang menjadi agenda penting agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Ini perlu pendalaman yang lebih serius. Landscape-nya harus kita benahi,” sebut Hanif.

    Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan kembali antara kebutuhan pangan perkotaan dengan kelestarian lingkungan di wilayah hulu, agar fungsi lindung lereng pegunungan Burangrang tetap terjaga bagi keselamatan warga di bawahnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 rekomendasi restoran all you can eat di Medan, makan puas!

    By adm_imr18 Februari 20260 Views

    15 promo Valentine 2026, dari makanan hingga hiburan

    By adm_imr18 Februari 20260 Views

    Kehilangan Selera Makan Mendadak? Ini 12 Penyebabnya

    By adm_imr18 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pendaftaran Mudik Gratis Dimulai 22 Februari 2026, Siapkan Data Diri dan Keluarga

    18 Februari 2026

    Di Balik Kesedihan, 5 Fakta Menyentuh Film Ini Bikin Penonton Menangis

    18 Februari 2026

    PSSI Tanggapi Isu Timnas U-23 dan Putri Indonesia Tak Ikut Asian Games 2026

    18 Februari 2026

    Taqy Malik Dihujat, Sunan Kalijaga Sindir Mantan Menantu: Katanya Saleh

    18 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?