Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya

    28 Mei 2026

    Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS

    28 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah

    28 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 28 Mei 2026
    Trending
    • Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya
    • Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS
    • Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah
    • Selamat Idul Adha 1447 H/2026, Ucapan Tulus untuk Media Sosial
    • Gempa 5.1 SR di Jember, Info Lengkap BMKG
    • Budidaya Lele Sangkuriang: Harapan Baru Ekonomi Warga Desa Teluk Bakung
    • Nasib menyedihkan perempuan Indonesia korban perbudakan modern di Australia
    • 5 fakta menarik kucing caracal, hadiah istimewa untuk tamu dan bangsawan
    • Niat Mandi Keramas Pagi untuk Shalat Idul Adha, Ini Tata Caranya!
    • 6 cara mengatasi ulat pada tanaman hias di rumah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Militer AS Serang Fasilitas Rudal Iran Saat Pembicaraan Damai di Qatar

    Militer AS Serang Fasilitas Rudal Iran Saat Pembicaraan Damai di Qatar

    adm_imradm_imr28 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan baru terhadap wilayah selatan Iran pada hari Senin (25/5), waktu setempat. Serangan ini menargetkan berbagai fasilitas, termasuk tempat peluncuran rudal dan kapal yang diduga sedang memasang ranjau. Pihak AS mengklaim operasi tersebut sebagai tindakan defensif untuk melindungi pasukannya.

    Serangan tersebut terjadi saat para negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran sedang berada di Doha, Qatar, untuk membahas kemungkinan kesepakatan dengan AS guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan. Seorang pejabat yang mengetahui kunjungan tersebut menyatakan bahwa Washington dan Teheran sama-sama menurunkan harapan terhadap kemungkinan tercapainya terobosan dalam waktu dekat.

    Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah AS tetap terbuka terhadap jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan langkah lain terhadap Iran. Ia menyebut kedua pihak telah membahas proposal yang cukup progresif terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya negosiasi mengenai program nuklir Iran.

    “Ada proposal yang cukup solid terkait kemampuan mereka membuka kembali Selat Hormuz, menjaga selat tetap terbuka, lalu masuk ke dalam negosiasi yang nyata, signifikan, dan berbatas waktu mengenai isu nuklir. Mudah-mudahan kami bisa mewujudkannya,” ujar Rubio, sebagaimana diberitakan oleh Reuters.

    Presiden AS, Donald Trump, juga memberikan komentar tentang proses negosiasi tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Senin lalu. Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan baik, tetapi ia memperingatkan kemungkinan munculnya serangan baru apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan. Trump menilai kesepakatan itu hanya akan menjadi ‘Kesepakatan Besar’ bagi semua pihak, atau tidak ada kesepakatan sama sekali.

    Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom) mengumumkan bahwa pihaknya kembali melancarkan serangan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran. Juru Bicara Centcom, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengatakan militer AS tetap mempertahankan pasukannya sambil menahan diri selama masa gencatan senjata berlangsung.

    Pada hari yang sama, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone siluman menggunakan sistem pertahanan udara baru. Sejumlah kantor berita Iran melaporkan bahwa pemerintah belum mengungkap asal drone tersebut. “Ini adalah sinyal dari kami bahwa tidak ada lagi drone siluman yang dapat menembus langit Teluk Persia,” lapor kantor berita Iran, Fars, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.

    Israel dan Lebanon sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada pertengahan April. Namun, Israel tetap melanjutkan serangan udara dengan alasan membela diri dari ancaman Hizbullah. Kelompok ini tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.

    Pejabat yang mengetahui kunjungan delegasi Iran ke Doha mengatakan bahwa pembahasan utama dalam perundingan mencakup pengelolaan Selat Hormuz dan stok uranium Iran yang telah diperkaya. Gubernur bank sentral Iran juga ikut menghadiri pembicaraan untuk membahas kemungkinan pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebelumnya mengatakan Iran baru akan membahas isu nuklir setelah kedua pihak menyepakati kerangka dasar perjanjian. Trump sendiri berulang kali menyatakan tujuan utama AS dalam perang ini hendak mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dari uranium yang diperkaya tingkat tinggi. Namun, pemerintah Iran terus membantah tuduhan tersebut.

    Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negaranya akan memperbesar serangan terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. Tak lama setelah pernyataan Netanyahu, militer Israel mengumumkan serangan terhadap infrastruktur Hizbullah di Lembah Bekaa bagian timur Lebanon dan sejumlah wilayah lainnya.

    Poin Krusial Kesepakatan Iran

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan rancangan kesepakatan Iran belum mengatur secara rinci mekanisme pengelolaan Selat Hormuz. Ia mengatakan Iran tidak akan memungut biaya bagi kapal yang melintas. Namun, Iran akan mengenakan biaya layanan navigasi dan perlindungan lingkungan berdasarkan protokol yang nantinya disepakati bersama Oman.

    Surat kabar Nikkei Jepang, mengutip sumber diplomatik Timur Tengah, melaporkan bahwa AS dan Iran tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah kedua pihak mencapai kesepakatan damai. Dalam skema tersebut, Iran akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz selama 30 hari. Setelah itu, kapal dari seluruh negara dapat kembali melintas secara bebas dan aman.

    Sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz turun drastis. Saat ini hanya beberapa lusin kapal yang melintas setiap hari, padahal sebelumnya jalur itu dilalui sekitar 125 hingga 140 kapal per hari. Televisi pemerintah Iran melaporkan sebanyak 32 kapal dan lima kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dengan izin dari angkatan laut Garda Revolusi Iran.

    Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan biaya bahan bakar, pupuk, serta pangan. Namun pada Senin, harga minyak turun lebih dari 4% ke level terendah dalam dua pekan setelah pasar optimistis kesepakatan damai dapat segera tercapai.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Budidaya Lele Sangkuriang: Harapan Baru Ekonomi Warga Desa Teluk Bakung

    By adm_imr28 Mei 20261 Views

    Sukuk ST016, Pilihan Investasi Baru, Begini Cara Transaksinya di BRI

    By adm_imr28 Mei 20261 Views

    4 Kesalahan Umum Saat Memilih Saham IPO yang Harus Dihindari

    By adm_imr28 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cari hotel view pegunungan di Bandung? Ini rekomendasinya

    28 Mei 2026

    Hadapi Era Baru KUHAP, Sat Reskrim Polres Simalungun Koordinasi dengan Kejaksaan dan PPNS

    28 Mei 2026

    Nasib Artis di Arafah: Raffi Menangis, Ashanty-Anang Berdoa Di Ka’bah

    28 Mei 2026

    Selamat Idul Adha 1447 H/2026, Ucapan Tulus untuk Media Sosial

    28 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?