Minuman yang Menjanjikan Ketenangan: Apakah Efektif?
Minuman fungsional yang diklaim dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan kini sedang populer. Banyak orang, seperti Lucy dan Serena, mengklaim bahwa minuman ini memberi mereka sedikit dorongan untuk tetap tenang dalam situasi yang penuh tekanan. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan, muncul pertanyaan tentang efektivitas dan klaim yang diberikan oleh produsen.
Lucy dan Serena adalah contoh dari banyak individu yang sibuk dengan pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sehari-hari. Mereka mencari cara untuk melepas stres, dan minuman fungsional menjadi salah satu solusi yang mereka coba. Serena mengatakan bahwa meskipun minuman ini tidak menghilangkan semua kekhawatirannya, ia merasa lebih baik setelah meminumnya. Lucy juga mengakui bahwa minuman seperti Trip bisa membantunya mengembalikan rasa tenang ketika ia merasa kewalahan.
Namun, iklan dari merek Trip yang menyatakan bahwa produknya dapat mengatasi stres dan kecemasan akhirnya dilarang karena dianggap melanggar kode periklanan. Hal ini memicu diskusi tentang apakah minuman semacam ini benar-benar efektif atau hanya sekadar promosi yang menarik perhatian konsumen.
Kandungan Minuman Fungsional
Minuman fungsional umumnya mengandung bahan-bahan seperti ekstrak Surai Singa, L-theanine, Ashwagandha, dan magnesium. Bahan-bahan ini sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk peningkatan suasana hati, energi, dan pengurangan stres. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitasnya masih terbatas.
Ahli gizi Reema Patel menyatakan bahwa jumlah suplemen dalam minuman ini mungkin tidak cukup untuk memberikan dampak signifikan pada keseimbangan emosional atau mengurangi stres. Ia menunjukkan bahwa penelitian mengenai jamur Surai Singa sedang berlangsung, tetapi belum ada kesimpulan pasti mengenai efeknya pada manusia.
Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung mengonsumsi suplemen jenis ini, namun mereka sering kali tidak menjadi subjek utama dalam studi tersebut. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas siklus menstruasi dan fluktuasi hormon yang membuat penelitian lebih sulit dilakukan.
Alternatif untuk Alkohol
Meski demikian, beberapa ahli percaya bahwa minuman fungsional bisa menjadi alternatif yang baik untuk alkohol. Dr Sinead Roberts, ahli gizi kinerja, mengatakan bahwa meskipun suplemen bisa bermanfaat bagi kelompok tertentu, seperti atlet atau orang yang kekurangan nutrisi, mereka mungkin tidak efektif untuk populasi umum.
Ia menyarankan agar konsumen yang ingin mengurangi stres dan kecemasan menggunakan uang yang mereka habiskan untuk minuman fungsional untuk sesi terapi atau pijatan. “Jejak Surai Singa atau Ashwagandha dalam minuman bersoda tidak akan membuat perbedaan apa pun,” tambahnya.
Pengalaman Pribadi
Emily May, 25 tahun, pertama kali mencoba minuman fungsional saat berada di Glastonbury. Baginya, rasanya yang enak menjadi alasan utama untuk mencoba produk ini. Ia mengaku memiliki ADHD dan membutuhkan lebih dari satu minuman untuk merasa tenang.
Pasar Minuman Fungsional yang Berkembang
Pasar minuman fungsional sedang booming. Menurut data dari Worldpanel by Numerator, hampir 30% rumah tangga di Inggris sekarang membeli minuman fungsional. Supermarket di Inggris melaporkan lonjakan penjualan sebesar 24,5% dalam 12 bulan terakhir. Namun, seberapa besar manfaat yang diberikan oleh produk-produk ini tetap menjadi pertanyaan besar.
Dengan begitu banyak merek yang menawarkan produk dengan klaim berbeda, konsumen perlu lebih waspada dan mempertanyakan efektivitas serta bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Meski minuman fungsional mungkin memberi rasa nyaman atau sensasi relaksasi, penting untuk tidak menggantikan cara-cara yang lebih efektif, seperti terapi atau gaya hidup sehat, hanya karena menikmati rasanya.







