Nadita Aprilia Bawa Tiga Emas untuk Aceh di Kejurnas Senior Angkat Besi 2026
Nadita Aprilia, lifter putri asal Aceh, berhasil meraih tiga medali emas dalam Kejurnas Senior Angkat Besi 2026 kelas 61 kg. Prestasi ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari atlet muda yang telah membela Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (18/04/2026), Nadita menguasai tiga nomor utama yaitu snatch, clean and jerk, serta total angkatan. Ia sukses mengangkat beban seberat 80 kg dalam nomor snatch, dan 96 kg dalam clean and jerk. Total angkatan yang ia capai adalah 176 kg, menjadikannya sebagai pemenang terdepan di kelas tersebut.
Prestasi ini menjadi kebangkitan bagi tim Aceh setelah sebelumnya sempat gagal meraih medali di beberapa nomor sebelumnya. Kehadiran Nadita memberikan harapan besar bahwa Aceh akan kembali memperoleh lebih banyak medali dari lifter andalan lainnya.
Performa Terbaik di Nomor Snatch dan Clean and Jerk
Dalam nomor snatch, Nadita unggul dengan angkatan 80 kg. Inong Simatupang dari Riau menduduki peringkat kedua dengan 78 kg, sedangkan Faradilla dari Sumut berada di posisi ketiga dengan 73 kg.
Di nomor clean and jerk, Nadita kembali menunjukkan dominasinya dengan mengangkat beban seberat 96 kg. Faradilla dari Sumut berhasil meraih medali perak dengan 92 kg, sementara Inong Simatupang dari Riau meraih perunggu dengan 91 kg.
Total angkatan yang dicapai oleh Nadita mencapai 176 kg, jauh melampaui perolehan Inong Simatupang yang hanya 169 kg dan Faradilla dengan 165 kg.
Pelatih: Konsistensi Nadita Menjadi Bukti Kepedulian
Pelatih Kepala Tim Aceh di Kejurnas Angkat Besi 2026, Efendi Eria, menyampaikan rasa syukur atas prestasi Nadita. “Alhamdullah, sempat puasa medali hingga nyaris dua hari pertama perhelatan kejuaraan, kita akhirnya sukses memboyong tiga emas lewat Nadita Aprilia,” ujarnya.
Efendi Eria menilai bahwa penampilan Nadita merupakan bukti dari konsistensinya sebagai lifter yang telah berkiprah di ajang internasional seperti Islamic Solidarity Games.
Sebelumnya, Aceh gagal meraih medali karena atletnya, Irrahman di kelas 60 kg putra dan Indah Resideria pada kelas 57 kg putri, hanya mampu meraih peringkat kelima di masing-masing nomor.
Harapan Aceh Bertambah di Kejurnas 2026
Perolehan medali Aceh diyakini akan bertambah dalam Kejurnas kali ini. Minggu (19/4/2026) hari ini, Aceh akan menurunkan dua lifter andalannya, yaitu Nurul Akmal yang merupakan peraih emas PON 2024 sekaligus atlet Olimpiade, serta M Zul Ilmi, juga peraih emas PON 2024 sekaligus atlet SEA Games.
“Doakan semoga anak-anak sukses membawa nama baik Aceh di ajang Kejurnas Angkat Besi Senior PT Pupuk Indonesia tahun 2026 kali ini,” ujar Efendi Eria.
Persaingan Berat di Kelas Atas
Meski persaingan di kelas atas tergolong berat, karena digabungkan dari empat kelas menjadi satu, Aceh tetap memiliki harapan besar. Hal ini dikarenakan adanya atlet dengan jam terbang internasional.
“Kita tak mau target muluk-muluk di Kejurnas kali ini. Insya Allah, kita ingin yang terbaik saja,” ujar Om Fen, sapaan akrab Efendi Eria.
Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang pembinaan menuju Pra PON 2027. Dengan tiga emas yang telah diraih, Aceh memiliki peluang besar untuk kembali meraih juara umum di PON 21, khususnya dari jam terbang Nurul Akmal (Amel) dan M Zul Ilmi.







