Keutamaan Bulan Muharam dan Hikmah Hijrah dalam Naskah Khutbah Jumat
Muharam adalah bulan suci yang menjadi momen penuh berkah bagi umat Islam. Dalam kalender Islam, Muharam merupakan awal tahun baru hijriyah, yang memiliki keistimewaan besar dalam hal pahala amal ibadah. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan Allah (Syahrullah) dan salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum). Pahala amal kebaikan di bulan ini dilipatgandakan, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak puasa sunah.
Salah satu hari penting dalam bulan Muharam adalah Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam. Puasa pada hari ini diyakini mampu menghapus dosa setahun lalu. Oleh karena itu, banyak umat Islam menjadikan hari ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan memohon pengampunan dari Allah.
Pada hari Jumat tanggal 19 Juni 2026, kita selaku umat Muslim akan melaksanakan Salat Jumat. Hari Jumat disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari, yang diyakini sebagai hari penuh keberkahan. Di dalam khutbah Jumat kali ini, kita akan membahas tentang keutamaan bulan Muharam dan hikmah peristiwa hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sejarah Penetapan Awal Tahun Hijriyah
Dalam sejarah, para sahabat memilih bulan Muharam sebagai awal penanggalan Islam. Hal ini berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Menurut kitab Shahih al-Bukhari, para sahabat tidak menghitung penanggalan mulai dari masa kenabian atau wafatnya Nabi, tetapi mulai dari waktu beliau sampai di Madinah.
Umar bin Khattab memberikan alasan bahwa hijrah adalah tanda pemisahan antara yang benar dan yang batil. Oleh karena itu, hijrah dipilih sebagai titik awal penanggalan Islam. Selain itu, Muharam juga menjadi masa selesainya umat Islam dari menunaikan hajinya, sehingga cocok untuk dimulai sebagai awal tahun baru.
Hikmah Peristiwa Hijrah
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga mengandung banyak pelajaran berharga. Salah satu hikmahnya adalah bahwa hijrah merupakan perpindahan dari keadaan yang kurang mendukung dakwah menuju tempat yang lebih mendukung. Hijrah juga merupakan perjuangan untuk tujuan yang mulia, yang memerlukan kesabaran dan pengorbanan.
Selain itu, hijrah juga merupakan bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan niat yang benar dan untuk kemaslahatan. Hijrah juga bertujuan untuk mencapai persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan. Melalui hijrah, Nabi dan para sahabat mendapatkan kemenangan, rezeki, dan rahmat dari Allah.
Pelajaran dari Kecintaan Nabi kepada Makkah
Nabi Muhammad juga menunjukkan betapa cintanya beliau kepada Makkah. Ketika keluar dari Makkah, beliau berkata:
“Demi Allah, sungguh kamu (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling dicintai Allah, seandainya aku tidak dikeluarkan darimu (Makkah) maka tiadalah aku keluar.”
Ini menunjukkan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari kesempurnaan iman. Oleh karena itu, kita diajarkan untuk menjaga hubungan baik dengan tanah air dan sesama manusia.
Makna Hijrah yang Luas
Hijrah tidak hanya berarti pindah tempat, tetapi juga meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah. Dalam hadits, disebutkan:
“Orang yang berhijrah itu adalah orang yang berhijrah, meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.”
Hijrah juga merupakan bentuk perjuangan untuk mencapai kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu, kita diingatkan untuk selalu menjaga niat dan motivasi dalam melakukan segala hal.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memuliakan bulan Muharam dan memperingati tahun baru Hijriyah adalah bentuk penghargaan terhadap peristiwa hijrah Nabi Muhammad. Ada tujuh poin penting yang bisa diambil dari hikmah hijrah, yaitu:
- Hijrah adalah perpindahan dari keadaan yang kurang mendukung dakwah.
- Hijrah adalah perjuangan untuk tujuan yang mulia.
- Hijrah adalah ibadah dengan niat yang benar.
- Hijrah harus untuk persatuan dan kesatuan.
- Hijrah adalah jalan untuk mencapai kemenangan.
- Hijrah mendatangkan rezeki dan rahmat Allah.
- Hijrah adalah teladan Nabi dan para sahabat yang mulia.
Penutup Khutbah
Sebagai penutup, marilah kita renungkan firman Allah dalam surat al-Anfâl ayat 74:
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.”
Semoga dengan memahami keutamaan bulan Muharam dan hikmah hijrah, kita dapat berhijrah menuju kebaikan dan kemuliaan. Amin.






