Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 Penginapan Menawan di Selo Boyolali Jawa Tengah dengan Pemandangan Alam Indah, Termasuk Azana Essence

    2 Mei 2026

    Aksi Bersih-Bersih Halte Kumuh di Kota Malang Dipicu Kepedulian Masyarakat

    2 Mei 2026

    PLN Libatkan Warga Tanjung Medan dan Pujut dalam Konsultasi Proyek SUTET 500 kV

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 2 Mei 2026
    Trending
    • 5 Penginapan Menawan di Selo Boyolali Jawa Tengah dengan Pemandangan Alam Indah, Termasuk Azana Essence
    • Aksi Bersih-Bersih Halte Kumuh di Kota Malang Dipicu Kepedulian Masyarakat
    • PLN Libatkan Warga Tanjung Medan dan Pujut dalam Konsultasi Proyek SUTET 500 kV
    • Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang
    • Dua Siswa Sekolah Pinggiran Palangka Raya Lolos Olimpiade Nasional
    • Dompet Dhuafa NTT Jawab Kebutuhan Masyarakat
    • Pengemudi Surabaya Diancam Pengumpul Utang, Mobil Lexus RX 350 Dibajak Paksa
    • Ribuan Wisatawan Membanjiri Puncak Budaya Mappanre Ri Tasi’e 2026, Ekonomi Warga Tanah Bumbu Bergeliat
    • Awalnya Suara Anjing, Pelaku Pembunuhan Ayah Okta Dibekuk
    • Doa Sembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Lengkap Adabnya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»Nestapa di Daycare Little Aresha, Sri Sultan HB X Angkat Bicara: Jogja Tidak Puas dengan Kekerasan

    Nestapa di Daycare Little Aresha, Sri Sultan HB X Angkat Bicara: Jogja Tidak Puas dengan Kekerasan

    adm_imradm_imr2 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Keprihatinan Mendalam dari Sri Sultan Hamengku Buwono X atas Kekerasan terhadap Anak

    Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang merupakan tokoh utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan kecaman terhadap tindakan kekerasan serta penelantaran anak yang terjadi di sebuah pusat penitipan anak. Insiden ini menimbulkan rasa prihatin karena Yogyakarta dikenal sebagai kota yang ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

    Kasus yang melibatkan Daycare Little Aresha menjadi perhatian serius bagi pihak keraton. Sultan mengungkapkan bahwa kejadian ini adalah luka bagi citra Yogyakarta yang selama ini dijunjung tinggi. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan harapan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

    “Harapan saya, itu yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja itu kita tidak senang dengan kekerasan,” ujar Sultan dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/4/2026).

    Komitmen untuk Menelusuri Akar Masalah

    Meskipun aparat kepolisian telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka, Sultan tidak ingin terburu-buru. Ia tetap memperhatikan akar masalah yang mendasari kejadian tersebut. Untuk itu, Sultan telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.

    Pertemuan ini akan digunakan untuk membedah laporan secara rinci dan mencari solusi yang tepat. Meski mendukung langkah tegas dari aparat kepolisian, Sultan juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi proses hukum berjalan.

    “Mereka kan sudah tersangka, polisi sudah melakukan penelitiannya. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses hukum yang berlaku saja,” tuturnya.

    Fokus pada Pemulihan Trauma Korban

    Pemerintah Daerah DIY tidak hanya fokus pada prosedur administratif, tetapi juga pada pemulihan korban. Sultan memastikan bahwa langkah-langkah perlindungan dan pengamanan bagi anak-anak yang terdampak sudah berjalan sejak awal.

    Fokus utamanya adalah pemulihan menyeluruh, baik secara fisik maupun psikis. Hal ini termasuk pengobatan medis untuk luka fisik serta terapi psikis guna menyembuhkan trauma yang mungkin membekas.

    “Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal,” jelas Sultan.

    Peringatan Keras dari Sekda DIY

    Senada dengan Sultan, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha penitipan anak. Ia menekankan bahwa mengelola daycare adalah soal memegang amanah dan tanggung jawab moral, bukan sekadar mesin pencetak uang.

    “Ini menjadi perhatian penuh, bukan sekadar komersialisasi. Bagaimana kemudian tanggung jawab dan kepercayaan terhadap usaha-usaha seperti itu harus dijaga, karena yang kita bicarakan ini adalah anak-anak,” ujar Ni Made dengan nada miris.

    Evaluasi dan Peningkatan Pengawasan

    Merespons temuan menyedihkan tentang praktik kekerasan yang diduga dilakukan secara sistematis dan turun-temurun, Pemda DIY akan melakukan perombakan besar dalam sistem pengawasan. Koordinasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan, DP3AP2, hingga Dinas Perizinan akan diperketat.

    Evaluasi total akan menyasar dua poin krusial: validitas izin usaha dan kualifikasi tenaga pengasuh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengawasan dilakukan lebih mendalam lagi, terlebih setelah ada kejadian seperti ini.

    “Mestinya pengawasan dilakukan lebih mendalam lagi, terlebih setelah ada kejadian seperti ini. Kita perlu koordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk melihat instrumen pengawasannya. Harapannya, ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir di DIY,” pungkas Ni Made.

    Kesimpulan

    Kasus Little Aresha menjadi pengingat pahit bagi semua pihak bahwa keamanan anak adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh alasan apa pun. Tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Awalnya Suara Anjing, Pelaku Pembunuhan Ayah Okta Dibekuk

    By adm_imr2 Mei 20261 Views

    Pembaruan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek: 3 Orang Masih Terjebak, 7 Tewas

    By adm_imr2 Mei 20260 Views

    Pengasuh Daycare Little Aresha Jaga 10 Anak, Polisi: Korban Diikat Sejak Pagi

    By adm_imr2 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Penginapan Menawan di Selo Boyolali Jawa Tengah dengan Pemandangan Alam Indah, Termasuk Azana Essence

    2 Mei 2026

    Aksi Bersih-Bersih Halte Kumuh di Kota Malang Dipicu Kepedulian Masyarakat

    2 Mei 2026

    PLN Libatkan Warga Tanjung Medan dan Pujut dalam Konsultasi Proyek SUTET 500 kV

    2 Mei 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?