Perkembangan Terbaru Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Dalam update terbaru pada Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 7 orang. Sementara itu, sebanyak 81 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 3 korban lainnya masih terjepit di dalam kereta.
Detail Korban dan Proses Evakuasi
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Menurutnya, sebanyak 79 orang telah dibawa ke sembilan rumah sakit untuk dilakukan observasi dan perawatan. Di antaranya adalah RSUD Bekasi, Primaya Hospital, serta Mitra Keluarga.
Selain itu, pihak KAI juga membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi guna membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait penumpang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dari perusahaan terhadap para korban dan keluarga mereka.
Sebelumnya, VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa ada empat orang penumpang KRL yang dilaporkan meninggal dunia. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal meningkat menjadi 7 orang. Anne juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi.
Penyebab Kecelakaan Masih Dalam Penyelidikan
Meski penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, pihak berwenang seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan segera melakukan investigasi lebih lanjut. Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah proses penyelamatan dan penanganan korban.
Proses evakuasi korban terjepit masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lainnya. Lokasi korban terjepit hanya terjadi di gerbong khusus wanita. Petugas berupaya memotong gerbong tersebut untuk menyelamatkan penumpang yang terjepit.
Penghentian Operasional Kereta Jarak Jauh
Akibat kecelakaan tersebut, seluruh operasional kereta jarak jauh dari Jakarta dihentikan sementara. Anne Purba menjelaskan bahwa hal ini dilakukan guna mempercepat proses evakuasi korban dan kereta. Pihak KAI juga menyiapkan bus untuk mengantarkan kembali penumpang yang terdampak insiden tersebut.
Harapan dari pihak KAI adalah agar sarana dan prasarana dapat segera beroperasi normal kembali. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menggunakan layanan transportasi kereta api dengan aman dan nyaman.
Korban dari KA Argo Bromo Anggrek
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat. Total terdapat 240 penumpang dalam kereta tersebut dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya. Anne menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas seluruh korban, termasuk dalam hal penanganan dan kompensasi.
Informasi Awal tentang Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik, kemudian ditabrak rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir. Akibatnya, puluhan orang menjadi korban. Ada yang meninggal dan luka-luka. Proses evakuasi korban terjepit pun masih berlangsung.







