Pada tahun 1447 H atau 2026 M, umat Islam akan segera menyambut Hari Raya Iduladha atau yang lebih dikenal dengan Idul Kurban. Ibadah ini memiliki makna penting dalam kehidupan beragama umat Islam, meskipun berkurban tidak wajib dilakukan. Namun, bagi yang mampu, melakukan kurban dianggap sebagai bentuk kepatuhan dan pengabdian kepada Allah SWT.
Menurut hadis Nabi Muhammad SAW, siapa pun yang keluar dari rumahnya untuk berkurban, setiap langkahnya akan mendapatkan pahala 10 kebaikan, dosa-dosanya akan dihapuskan, dan derajatnya akan meningkat sepuluh kali lipat. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai spiritual dari ibadah kurban ini.
Berkurban juga menjadi bentuk perwujudan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, orang yang berkurban akan dimintakan ampunan atas segala dosa yang pernah ia lakukan. Oleh karena itu, niat dan doa sangat penting dalam menjalankan ibadah ini.
Niat Berkurban Iduladha
Idul Kurban adalah momen yang mengingatkan manusia untuk saling berbagi, menerima, dan tulus dalam menjalani ketetapan Tuhan. Untuk melaksanakan ibadah ini, seseorang harus membaca niat dan doa sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah. Niat ini bertujuan untuk meluruskan maksud dalam beribadah, agar amal yang dilakukan dapat diterima oleh Allah Azza Wa Jalla.
Dalam kitab Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya, disebutkan doa yang bisa dibaca sebagai niat saat seseorang hendak berkurban. Berikut ini beberapa langkah penting dalam membaca niat:
Membaca Bismillah
Seseorang yang ingin berkurban dianjurkan untuk membaca “بِسْمِ اللهِ” atau secara lengkap “بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ”. Doa ini memiliki arti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”.Membaca Sholawat
Setelah membaca Bismillah, seseorang yang berkurban harus melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِnَا مُحَمَّدٍ
Artinya: “Ya Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”Membaca Takbir dan Tahmid
Membaca takbir sebanyak tiga kali dan satu kali tahmid:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”Membaca Niat/Doa Berkurban
Saat hewan kurban sudah dihadapkan ke sebelah kanan dan pisau siap digoreskan, seseorang yang berkurban harus membaca doa seperti yang telah dituliskan. Doa tersebut adalah:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Doa ini dibaca ketika seseorang sudah dalam posisi siap untuk menggoreskan belati ke hewan kurban.
Adab dan Waktu Membaca Doa Berkurban Iduladha
Menurut informasi dari Baznas, membaca doa berkurban Iduladha harus dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan adab yang benar agar mendapat pahala dan keberkahan. Waktu terbaik untuk membaca doa adalah ketika hewan akan disembelih, tepat sebelum pisau digoreskan ke leher hewan. Pada momen ini, penyembelih harus memperjelas niat dan melafalkan doa secara lisan.
Adab berkurban juga melibatkan posisi dan sikap yang benar. Hewan disembelih dalam posisi menghadap kiblat, dan penyembelih membaca doa dengan suara jelas dan penuh penghayatan. Selain itu, penting untuk memastikan pisau yang digunakan tajam agar hewan tidak merasakan sakit selama proses penyembelihan.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya berbuat ihsan bahkan dalam penyembelihan. Doa berkurban Iduladha menjadi bagian dari bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap makhluk ciptaan Allah SWT.






