Pabrik Melamin Pertama di Indonesia Dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik
Pemerintah Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik melamin pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Proyek ini diberikan nilai investasi sebesar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp10,2 triliun dengan kurs Rp17.000 per dolar AS. Pabrik ini dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology dan menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam.
Proyek ini bertujuan untuk mengolah gas alam menjadi amonia cair yang kemudian dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi. Hal ini akan membantu meningkatkan ekspor serta daya saing industri dalam negeri.
Hilirisasi Industri sebagai Transformasi Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
“Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia, yaitu peletakan batu pertama pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia,” ujar Airlangga Hartarto.
Pembangunan Pabrik Melamin sebagai Bagian dari Pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi
Pembangunan pabrik melamin tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di KEK Gresik. Kawasan ini terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis. Hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar 19,7 miliar dolar AS, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik yang mencapai sekitar USD6,1 miliar atau sekitar 31 persen dari total investasi KEK nasional.
Kinerja investasi tersebut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga. Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid. Selain itu, realisasi investasi pada kuartal IV tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7 persen (year-on-year) dengan nilai mencapai 29,2 miliar dolar AS.
KEK Masih Prioritas Nasional
KEK Gresik sebagai salah satu KEK prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor. Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32 persen terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.
“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.









