Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Rahasia Dapur Nusantara untuk Kulit Cerah Alami Tanpa Ketergantungan Kimia Sintetis

    Rahasia Dapur Nusantara untuk Kulit Cerah Alami Tanpa Ketergantungan Kimia Sintetis

    7 September 2026
    Menjembatani Jarak Emosional: Seni Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kepungan Layar Gawai

    Menjembatani Jarak Emosional: Seni Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kepungan Layar Gawai

    7 September 2026
    Seni Memadukan Nutrisi Sarapan Pagi untuk Mempertahankan Energi dan Fokus Seharian

    Seni Memadukan Nutrisi Sarapan Pagi untuk Mempertahankan Energi dan Fokus Seharian

    7 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 7 September 2026
    Trending
    • Rahasia Dapur Nusantara untuk Kulit Cerah Alami Tanpa Ketergantungan Kimia Sintetis
    • Menjembatani Jarak Emosional: Seni Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kepungan Layar Gawai
    • Seni Memadukan Nutrisi Sarapan Pagi untuk Mempertahankan Energi dan Fokus Seharian
    • Seni Mengisi Ulang Daya Tubuh Lewat Tidur Berkualitas Demi Performa Kerja Optimal
    • Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar
    • Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban
    • Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga
    • Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan
    • Keajaiban Rempah Nusantara untuk Menjaga Vitalitas dan Imunitas Tubuh di Tengah Polusi
    • Menyegarkan Tubuh dan Pikiran Melalui Kebiasaan Olahraga Ringan Saban Pagi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Pandangan: Sekolah Jauhkan Siswa dari Layar

    Pandangan: Sekolah Jauhkan Siswa dari Layar

    adm_imradm_imr3 Juni 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kembali ke Buku, Sebuah Kebiasaan yang Mulai Hilang

    Pemandangan saat ujian berlangsung di SMA Kristen Indonesia Sejahtera terasa seperti potongan masa lalu. Hampir semua murid memegang buku sebelum ujian dimulai maupun saat jam istirahat 30 menit. Dulu, saat saya masih duduk di bangku sekolah situasinya kurang lebih sama seperti ini. Yang membedakannya adalah waktu itu belum ada handphone. Semua pembelajaran mengandalkan buku pelajaran atau buku cetak.

    Buku yang dipakai pada masa itu adalah buku-buku terbitan Intan Pariwara, Balai Pustaka, Ganeca, dan yang paling terkenal dan juga termahal adalah Erlangga. Masing-masing terbitan biasanya memuat informasi tambahan yang berbeda. Dalam setiap pertemuan bapak dan ibu guru akan memberikan informasi lebih dan kami harus mencatat. Malas mencatat bisa berakibat pada nilai bisa berkurang, karena biasanya informasi tambahan dari sumber buku lain yang digunakan oleh bapak ibu guru akan keluar saat ujian.

    Alhasil, menjelang ujian dan saat pergantian ke jam ujian berikutnya suasana menjadi ramai. Yang malas mencatat, atau catatannya tidak lengkap akan berburu catatan. Meminjam catatan teman yang rajin menulis, lalu pergi fotokopi bersama-sama. Itu juga kalau temannya mau kasih pinjam kalau tidak berarti siap-siap ada saja nomor yang terluput untuk dijawab.

    Sekarang, sejak handphone menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, pemandangan seperti itu semakin jarang terlihat di sekolah-sekolah. Informasi dan pengetahuan memang menjadi jauh lebih mudah diakses, tetapi di saat yang sama buku perlahan mulai ditinggalkan. Sayangnya, handphone sering kali tidak lagi digunakan untuk belajar, melainkan lebih banyak untuk hiburan tanpa batas: scrolling media sosial, bermain game, menonton video pendek berjam-jam, hingga membuat anak semakin sulit fokus pada proses belajar yang tenang.

    Namun, di SMA Kristen Indonesia Sejahtera, murid-murid tidak menggunakan handphone baik itu di asrama maupun saat pembelajaran berlangsung. Mereka hanya boleh menggunakan Chromebook jika memang diminta oleh guru. Di luar jam pelajaran pun, penggunaan perangkat hanya boleh di akses selama satu jam dan hanya untuk mengerjakan tugas.

    Dan jujur, saya melihat sesuatu yang mulai jarang terlihat: anak-anak kembali dekat dengan buku. Perpustakaan penuh saat jam belajar dan mereka berdiskusi, ada juga yang menjelajahi lembaran-lembaran buku dalam diam. Tidak jarang terlihat murid-murid sedang menulis di lopo-lopo sekolah dan selalu dengan buku di sampingnya.

    Setelah makan malam semua anak akan berada di aula dengan sebuah buku di tangan masing-masing untuk membaca. Bukan sekadar membaca tapi mereka juga harus mampu menuliskan isi cerita yang mereka baca. Kemampuan memahami bacaan mereka benar-benar diasah dengan kebiasaan ini. Kebiasaan yang hadir akibat dari pembatasan penggunaan handphone.

    Belakangan ini beberapa negara mulai mengambil langkah serius terkait penggunaan gadget dan media sosial pada anak-anak. Mereka mulai menyadari bahwa terlalu banyak distraksi digital dapat memengaruhi kemampuan fokus, kesehatan mental, hingga kebiasaan belajar anak.

    Australia menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial melalui Undang-Undang Sosial Media Minimum Age 2024. Aturan ini mulai berlaku pada 10 Desember 2025 dan mencakup platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, Snapchat, hingga Threads. Perusahaan teknologi yang gagal membatasi akses anak-anak dapat dikenakan denda hingga 49,5 juta dolar Australia.

    Indonesia sendiri mulai mengarah pada pembahasan yang sama. Pemerintah bahkan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang membatasi akses anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi seperti TikTok, Instagram, Facebook, Roblox, dan Bigo Live. Kebijakan ini muncul bukan tanpa alasan. Data UNICEF menunjukkan sekitar 50 persen anak Indonesia pengguna internet pernah terpapar konten seksual di media sosial.

    Selain itu, kasus cyberbullying, kecanduan digital, hingga eksploitasi anak secara online juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai bahwa anak-anak usia 13–15 tahun merupakan kelompok paling aktif sekaligus paling rentan terhadap dampak negatif media sosial.

    Karena itu, banyak negara mulai kembali menekankan pentingnya ruang belajar yang lebih tenang, fokus, dan minim distraksi digital. Dalam laporan ANTARA juga disebutkan bahwa keberhasilan pembatasan penggunaan gadget tidak hanya bergantung pada aturan sekolah atau pemerintah saja, tetapi pada apa yang disebut sebagai “segitiga pengawasan”: ketegasan pemerintah dalam membuat dan menegakkan aturan, kepatuhan platform digital, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak di dunia digital.

    SMA Kristen Indonesia Sejahtera tidak hanya menjadi sekolah tetapi juga menjadi rumah bagi siswa-siswinya. Tanpa penggunaan handphone di lingkungan sekolah dan asrama; siswa dan siswi memiliki banyak waktu untuk melakukan berbagai macam aktivitas sejak mereka bangun di pagi hari hingga waktu istirahat tiba.

    Tidak sedikit sekolah non asrama yang telah melakukan pembatasan penggunaan handphone saat pembelajaran berlangsung, zona bebas gadget di kelas atau perpustakaan, serta membiasakan siswa kembali dekat dengan buku, berinteraksi bersama teman melalui diskusi.

    Di luar sekolah, peran orang tua juga menjadi sangat penting. Pembatasan penggunaan handphone di sekolah akan sulit berhasil jika di rumah anak tetap bebas menggunakan gadget tanpa batas dan tanpa pendampingan. Anak-anak belajar bukan hanya dari aturan, tetapi juga dari kebiasaan yang mereka lihat setiap hari.

    Karena itu, membangun kebiasaan membaca, berbicara bersama, makan tanpa layar, atau menyediakan waktu khusus tanpa gadget di rumah mungkin menjadi langkah kecil yang bisa berdampak besar. Handphone tidak sepenuhnya salah namun yang terjadi adalah anak-anak perlahan menjauh dari kebiasaan membaca, mencatat dan menikmati proses belajar dengan tenang.

    Anak-anak perlu didampingi untuk bisa menggunakan teknologi secara sadar dan seimbang. Karena di era digital ini, tantangan terbesar bukan hanya akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana menjaga agar teknologi tidak mengambil seluruh perhatian anak dari proses belajar dan kehidupan nyata di sekitarnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Robot Pelayan Unissula Berbicara Saat Ada Gangguan Di Depannya

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Cloudera dorong transformasi AI perusahaan dengan cloud fleksibel

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Rahasia Dapur Nusantara untuk Kulit Cerah Alami Tanpa Ketergantungan Kimia Sintetis

    Rahasia Dapur Nusantara untuk Kulit Cerah Alami Tanpa Ketergantungan Kimia Sintetis

    7 September 2026
    Menjembatani Jarak Emosional: Seni Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kepungan Layar Gawai

    Menjembatani Jarak Emosional: Seni Membangun Kedekatan dengan Anak di Tengah Kepungan Layar Gawai

    7 September 2026
    Seni Memadukan Nutrisi Sarapan Pagi untuk Mempertahankan Energi dan Fokus Seharian

    Seni Memadukan Nutrisi Sarapan Pagi untuk Mempertahankan Energi dan Fokus Seharian

    7 September 2026
    Seni Mengisi Ulang Daya Tubuh Lewat Tidur Berkualitas Demi Performa Kerja Optimal

    Seni Mengisi Ulang Daya Tubuh Lewat Tidur Berkualitas Demi Performa Kerja Optimal

    7 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?