Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda

    4 April 2026

    Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu

    4 April 2026

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda
    • Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    • Misteri Pembunuhan Maria Simaremare, Staf Bawaslu Tewas Mengenaskan di Kontrakan
    • Pesona Pantai Gajah Kebumen, Wisata Murah dan Bebas Bayar
    • Wall Street Naik Senin (30/3), Perhatian pada Konflik Timur Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Pengamat: Transfer Data RI-AS Tingkatkan Ekonomi Digital, Namun Kedaulatan Harus Terjaga

    Pengamat: Transfer Data RI-AS Tingkatkan Ekonomi Digital, Namun Kedaulatan Harus Terjaga

    adm_imradm_imr27 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kesepakatan Data Lintas Negara Indonesia dan Amerika Serikat: Peluang dan Tantangan

    Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, menilai kesepakatan pengaturan pertukaran data lintas negara antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) memiliki potensi untuk mendukung integrasi ekonomi digital. Namun, ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kedaulatan dan perlindungan data nasional.

    Mendorong Integrasi Ekonomi Digital

    Heru menyatakan bahwa kesepakatan ini dapat mendorong integrasi ekonomi digital dan menarik investasi selama pelaksanaannya tetap mengacu pada Undang-Undang No.27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Menurutnya, prinsip transfer data lintas negara tidak menjadi masalah jika memenuhi standar perlindungan, keamanan, dan dasar hukum yang jelas.

    Namun, ia menekankan bahwa mekanisme transfer data harus memiliki ruang untuk ditinjau ulang apabila berpotensi membahayakan kepentingan nasional atau kedaulatan negara. Indonesia perlu menerapkan pendekatan selektif terbuka, yakni membuka ruang bagi transfer data yang sah, tetapi tetap melindungi data strategis serta memastikan adanya kontrol dan pengawasan otoritas nasional.

    Perlindungan Data dan Keseimbangan Hukum

    Heru menilai kesepakatan ini tidak boleh melemahkan prinsip perlindungan data yang telah diatur dalam UU PDP. Transfer data, menurutnya, hanya dapat dilakukan sepanjang memenuhi persyaratan perlindungan yang setara dan tidak mengurangi kontrol hukum Indonesia.

    “Prinsip data localization tetap relevan, terutama untuk data strategis dan sensitif,” katanya. Ia juga menekankan perlunya mekanisme evaluasi berkala agar kebijakan tersebut dapat ditinjau ulang jika terbukti mengganggu kedaulatan negara. Keseimbangan antara keterbukaan ekonomi digital dan perlindungan hukum nasional harus menjadi prioritas utama dalam implementasi kebijakan ini.

    Dampak pada Bisnis dan Investasi

    Dari sisi bisnis, Heru mengatakan bahwa kepastian pengaturan transfer data dalam kerangka UU PDP justru dapat meningkatkan kepercayaan investor. Menurutnya, transfer data lintas negara juga tidak akan menghilangkan kebutuhan pembangunan pusat data di dalam negeri, terutama untuk pemrosesan dan penyimpanan data sensitif serta pemenuhan kepatuhan regulasi.

    “Karena semua data yang diproduksi di Indonesia harus ditempatkan di dalam NKRI,” katanya. Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi insentif investasi lokal. Indonesia, menurutnya, tetap dapat menjaga daya tarik industri pusat data domestik apabila regulasi menjamin perlindungan data, kepastian hukum, serta kewajiban penyimpanan data strategis di dalam negeri.

    Strategi Kedaulatan Digital Nasional

    Heru menilai Indonesia perlu memiliki strategi kedaulatan digital nasional. Menurutnya, ketiadaan kedaulatan data nasional berpotensi berdampak pada ekonomi, ketenagakerjaan, dan keamanan nasional. Berdasarkan model ekonomi berbasis compound annual growth rate (CAGR) dan analisis dampak ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB), Indonesia berpotensi kehilangan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5% hingga 1,5% PDB per tahun.

    “Selain itu, kehilangan nilai ekonomi digital dapat menyebabkan hilangnya hingga 15 juta lapangan kerja kumulatif hingga tahun 2045,” kata Heru. Ia juga menyoroti dominasi infrastruktur cloud global oleh perusahaan seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud, yang menciptakan ketergantungan strategis dan risiko keamanan nasional.

    Aspek Keamanan Siber dan Kebijakan Fiskal

    Aspek keamanan siber turut menjadi bagian dari kesepakatan. Kedua negara sepakat untuk berkolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Dari sisi kebijakan fiskal, Digital Services Taxes menegaskan Indonesia tidak akan mengenakan pajak layanan digital atau pajak sejenis yang bersifat diskriminatif terhadap perusahaan Amerika Serikat.

    Akses Teknologi dan Informasi

    Pengaturan pertukaran data juga berkaitan dengan akses teknologi dan informasi. Dalam Market Entry Conditions, Indonesia menyepakati larangan penerapan persyaratan alih teknologi atau pengungkapan kode sumber sebagai syarat berusaha. Pasal tersebut menyebutkan Indonesia tidak akan mewajibkan pihak Amerika Serikat untuk mengalihkan atau memberikan akses terhadap teknologi, proses produksi, kode sumber, atau pengetahuan kepemilikan lainnya sebagai syarat menjalankan usaha di Indonesia. Namun, perjanjian tetap memberikan ruang bagi otoritas berwenang untuk mengakses kode sumber atau algoritma dalam konteks investigasi atau proses hukum tertentu, dengan perlindungan terhadap pengungkapan yang tidak sah.

    Bea Masuk dan Transmisi Elektronik

    Selain itu, Indonesia juga menyatakan tidak akan mengenakan bea masuk atas transmisi elektronik, termasuk konten digital, serta mendukung penerapan moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tanpa syarat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    KPK Tantang Bos Rokok HS Mangkir, Kasus Suap Bea Cukai Mengemuka

    By adm_imr4 April 202618 Views

    5 Berita Terpopuler: 8 Poin SE MenPANRB 2026, Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Tetap Ditetapkan

    By adm_imr4 April 20263 Views

    Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp4.059,20 per Kg di Awal 2026

    By adm_imr4 April 20266 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda

    4 April 2026

    Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu

    4 April 2026

    AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax

    4 April 2026

    Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?