Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menjelang Ramadan dan Nyepi, Kementan Pastikan Stok 12 Bahan Pangan Aman

    19 Februari 2026

    Gempa Malang Jawa Timur Hari Ini: Kedalaman 25 KM, Cek Informasi Terbaru BMKG

    19 Februari 2026

    Mudik Gratis DKI 2026 Segera Dibuka, Ini Cara Daftarnya!

    19 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 19 Februari 2026
    Trending
    • Menjelang Ramadan dan Nyepi, Kementan Pastikan Stok 12 Bahan Pangan Aman
    • Gempa Malang Jawa Timur Hari Ini: Kedalaman 25 KM, Cek Informasi Terbaru BMKG
    • Mudik Gratis DKI 2026 Segera Dibuka, Ini Cara Daftarnya!
    • Remaja 17 Tahun Rudapaksa Nenek 65 Tahun, Gigi Palsu Lepas, Akibat Nonton Film Dewasa
    • Kemlu Jamin Pasukan RI di Gaza Tak Terlibat Perang
    • Perbandingan Respons terhadap Gerakan Separatis: Rusia, Spanyol, dan Indonesia
    • Kapan THR 2026 PNS, PPPK, TNI-Polri Cair? Ini Perkiraan Tanggal dan Besarannya
    • Pencuri di Surabaya Viral: Minta Bantuan Polisi, Kapolrestabes Tertawa
    • Bingung Pilih Investasi? Ketahui Perbedaan dan Risiko Saham, Obligasi, serta Reksadana
    • Apa Penyebab WNA Kanada MD di Kamar Hotel Labuan Bajo, Ada Lencana Militer?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Perbandingan Respons terhadap Gerakan Separatis: Rusia, Spanyol, dan Indonesia

    Perbandingan Respons terhadap Gerakan Separatis: Rusia, Spanyol, dan Indonesia

    adm_imradm_imr19 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Serangan terhadap Warga Sipil dan Tantangan Keamanan di Dunia

    Serangan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh kelompok separatis masih menjadi tantangan keamanan di berbagai kawasan dunia. Data dari Global Terrorism Index 2025 menunjukkan bahwa konflik non-state actor dan separatisme tetap menjadi salah satu pendorong utama kekerasan politik di sejumlah negara. Respons negara-negara terhadap ancaman ini bervariasi, mulai dari pendekatan militer keras hingga dialog politik dan reintegrasi sosial. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa contoh tindakan yang diambil oleh beberapa negara di berbagai belahan dunia terkait hal ini.

    Rusia dan Chechnya: Keamanan Maksimal

    Rusia menghadapi konflik separatis di Chechnya sejak 1990-an, yang memuncak dalam Perang Chechnya Kedua pada 1999. Pemerintah Rusia menerapkan operasi militer besar dan memperluas undang-undang antiterorisme untuk memperkuat kontrol keamanan domestik. Pendekatan ini menekankan stabilitas nasional dan integritas teritorial sebagai prioritas utama, meskipun sering menuai kritik internasional terkait isu hak asasi manusia (HAM). Namun demikian, stabilitas keamanan yang berangsur-angsur kembali dan faktor kepercayaan terhadap negara yang hadir dalam pengamanan wilayah membuat pendekatan ini populer di publik dalam negeri Rusia.

    Spanyol dan ETA: Penegakan Hukum dan Rekonsiliasi

    Spanyol menghadapi kelompok separatis Basque ETA selama beberapa dekade. Pemerintah mengandalkan undang-undang antiterorisme yang kuat, kerja sama lintas negara dengan Prancis, serta pelarangan organisasi politik yang terafiliasi dengan ETA. Menurut laporan BBC (2018), ETA secara resmi membubarkan diri pada 2018 setelah proses panjang penegakan hukum dan tekanan politik. Selain pendekatan keamanan, pemerintah Spanyol juga mendorong dialog dan reintegrasi mantan anggota sebagai bagian dari normalisasi politik di kawasan Basque.

    Filipina dan Abu Sayyaf: Kolaborasi Keamanan Regional

    Di Filipina, kelompok Abu Sayyaf telah lama menjadi ancaman, terutama di Mindanao. Pemerintah Filipina menerapkan operasi militer terpadu dan bahkan bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam pelatihan kontra-terorisme. Filipina juga memperkuat segi peraturan perundangan melalui Anti-Terrorism Act untuk memperluas kewenangan negara dalam mencegah pendanaan dan propaganda kelompok ekstremis. Di sisi lain, pemerintah menjalankan inisiatif dialog lokal dan reintegrasi eks-kombatan di wilayah tertentu.

    Nigeria dan Boko Haram: Operasi Militer dan Deradikalisasi

    Nigeria menghadapi kelompok Boko Haram yang sering menyerang warga sipil di wilayah utara. Pemerintah Nigeria membentuk kerja sama regional melalui Multinational Joint Task Force (MNJTF) bersama negara-negara tetangga seperti Chad, Niger, dan Kamerun. Nigeria juga menjalankan program deradikalisasi dan rehabilitasi mantan anggota untuk mengurangi siklus kekerasan. Namun, ancaman dari Boko Haram masih mengintai, dan bahkan sering terjadi serangan kepada warga sipil yang dianggap berada di pihak pemerintah Nigeria. Contohnya, serangan yang menyebabkan 200 korban jiwa di negara bagian Kwara pada tanggal 9 Februari 2026.

    Indonesia dan Papua: Keamanan dan Pembangunan

    Indonesia menghadapi dinamika konflik separatis di Papua. Pemerintah menerapkan operasi keamanan melalui TNI-Polri, serta kebijakan Otonomi Khusus yang pertama kali diberlakukan pada 2001 dan diperbarui pada 2021. Pendekatan Indonesia menggabungkan operasi keamanan dengan pembangunan sosial-ekonomi, termasuk peningkatan dana transfer pusat dan proyek infrastruktur strategis. Namun, sejumlah analis menilai efektivitas kebijakan tersebut masih dipengaruhi oleh persoalan tata kelola dan distribusi kesejahteraan. Permasalahan di Papua sangat kompleks, sehingga membutuhkan pendekatan yang bertahap dan terukur untuk mencapai rekonsiliasi.

    Pola Kebijakan yang Ada

    Secara umum, terdapat tiga pola utama kebijakan negara dalam menghadapi serangan separatis terhadap warga sipil. Pertama, pendekatan militeristik dan keamanan maksimal seperti yang diterapkan oleh Rusia dan Nigeria. Hasil dari pendekatan ini dapat berhasil dalam mengembalikan stabilitas negara, namun juga bisa mengurangi wibawa negara jika kurang sukses dalam pelaksanaannya. Pola kebijakan kedua adalah penegakan hukum ketat yang disertai diplomasi politik seperti yang dilakukan oleh Spanyol dan Filipina. Ketiga, pendekatan campuran keamanan dan pembangunan sosial seperti yang dilakukan oleh Indonesia.

    Perbandingan global menunjukkan bahwa tidak ada satu model tunggal dalam menangani serangan separatis, apalagi yang merugikan dan menimbulkan korban warga sipil. Keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada keseimbangan antara keamanan, legitimasi politik, dan keadilan sosial. Negara yang mampu mengombinasikan penegakan hukum tegas dengan rekonsiliasi sosial cenderung memiliki peluang lebih besar untuk meredam konflik jangka panjang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Umrah dari Asrama Haji

    By adm_imr19 Februari 20261 Views

    Waka BGN Minta Wabup Purwakarta Ubah Nasib Nelayan Jadi Pengusaha Perikanan

    By adm_imr19 Februari 20260 Views

    Pendaftaran Beasiswa Gratispol Kaltim 2026 Ditutup, Cek Syarat Mahasiswa

    By adm_imr19 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menjelang Ramadan dan Nyepi, Kementan Pastikan Stok 12 Bahan Pangan Aman

    19 Februari 2026

    Gempa Malang Jawa Timur Hari Ini: Kedalaman 25 KM, Cek Informasi Terbaru BMKG

    19 Februari 2026

    Mudik Gratis DKI 2026 Segera Dibuka, Ini Cara Daftarnya!

    19 Februari 2026

    Remaja 17 Tahun Rudapaksa Nenek 65 Tahun, Gigi Palsu Lepas, Akibat Nonton Film Dewasa

    19 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kukar 2026 dari Kemenag, Download di Sini

    19 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?