Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Aremania Tiba di Bandung, Viking Siap Sambut 2.000 Arek Malang dengan Kulineran dan Oleh-Oleh

    27 April 2026

    Sekolah Maung Siap Diluncurkan, Dedi Mulyadi Jelaskan Konsep dan Persiapan

    27 April 2026

    Publik Terkejut, Kalla Terseret Skandal Ijazah Jokowi

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 27 April 2026
    Trending
    • Aremania Tiba di Bandung, Viking Siap Sambut 2.000 Arek Malang dengan Kulineran dan Oleh-Oleh
    • Sekolah Maung Siap Diluncurkan, Dedi Mulyadi Jelaskan Konsep dan Persiapan
    • Publik Terkejut, Kalla Terseret Skandal Ijazah Jokowi
    • Jadwal Grand Final Proliga 2026: JBP Berburu Hattrick, Mimpi Megawati Tertunda
    • 5 Hal yang Harus Kamu Kuasai untuk Sukses Berbisnis
    • Theatre Night Mart Dianjurkan Ditutup karena Status Ilegal
    • Pasca-Mutasi Pemkab Malang, Ratusan Pejabat Terancam Dirotasi untuk Isi 19 Kursi Kosong
    • Resep Fuyunghai Ayam Saus Wijen: 5 Cara Mudah Membuat Masakan Tiongkok Nikmat di Rumah
    • MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Buka Spot Menarik di Samosir
    • Ramalan Zodiak Besok: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo 20 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Perluas blokade laut, AS: nuklir atau ekonomi runtuh

    Perluas blokade laut, AS: nuklir atau ekonomi runtuh

    adm_imradm_imr27 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perluasan Blokade Laut oleh Amerika Serikat

    Amerika Serikat (AS) telah memperluas blokade angkatan lautnya hingga skala global, dengan tujuan untuk menekan Iran kembali ke meja perundingan nuklir. Langkah ini mengarah pada pengawasan yang lebih ketat terhadap ekspor energi Iran, yang berpotensi memengaruhi perdagangan minyak dunia. Meski diplomasi masih terbuka melalui Pakistan, jalur negosiasi langsung antara AS dan Iran tetap mengalami kebuntuan.

    Blokade laut adalah tindakan militer yang bertujuan untuk membatasi atau menghentikan pergerakan kapal di wilayah tertentu. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi untuk memaksa Teheran kembali ke meja perundingan nuklir. Ia menyebutkan bahwa kapal Iran tidak akan bisa berlayar dari Selat Hormuz tanpa izin dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Hegseth menegaskan bahwa Iran kini menghadapi pilihan sulit: menerima kesepakatan nuklir atau menghadapi keruntuhan ekonomi akibat tekanan AS yang berkelanjutan.

    Sebelumnya, blokade hanya berfokus di kawasan Teluk, namun kini diperluas hingga perairan internasional. US Central Command dilaporkan telah memaksa sedikitnya 34 kapal berbalik arah sejak kebijakan diberlakukan. Langkah ini tidak dilakukan tanpa alasan. Berdasarkan pernyataan militer AS, blokade diperluas untuk mengontrol seluruh jalur keluar-masuk logistik Iran, khususnya ekspor energi yang menjadi sumber utama pendapatan negara tersebut.

    Dengan mengawasi kapal sejak keluar dari pelabuhan hingga ke laut lepas, Washington berupaya memastikan tidak ada celah bagi Iran untuk menghindari sanksi. Selain itu, perluasan pengawasan hingga perairan internasional bertujuan untuk mencegah aktivitas penyelundupan dan distribusi ilegal, termasuk pengiriman minyak melalui jalur tidak resmi. Kapal yang dicurigai dapat langsung dicegat, diperiksa, bahkan dipaksa berbalik arah jika melanggar ketentuan blokade.

    Faktor Strategis dalam Perluasan Blokade

    Posisi strategis kawasan tersebut juga menjadi faktor penting dalam perluasan blokade. Jalur laut di sekitar Teluk Oman terhubung langsung dengan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Dengan memperluas pengawasan hingga ke titik ini, AS dapat mengendalikan arus perdagangan minyak global sekaligus mencegah gangguan yang dapat memicu krisis energi internasional.

    Meskipun tekanan militer meningkat, peluang diplomasi masih terbuka. Pembicaraan damai putaran kedua akan digelar di Pakistan pada Jumat (24/4/2026). Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan kembali ke Pakistan untuk melanjutkan dialog dengan pihak Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Washington masih berupaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka di tengah situasi yang memanas.

    Namun, Iran menunjukkan sikap yang berbeda. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggelar pertemuan langsung dengan delegasi Amerika Serikat. Ia menyebut pertemuan yang dilakukan di Pakistan hanya akan melibatkan pejabat tinggi setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur diplomasi tidak langsung. Sikap ini mencerminkan konsistensi Teheran yang menolak negosiasi terbuka sebelum tuntutan utamanya dipenuhi, termasuk penghentian tekanan militer dan blokade laut yang dilakukan AS.

    Kebuntuan Diplomasi dan Peran Pakistan

    Perbedaan pernyataan antara kedua negara semakin menegaskan bahwa komunikasi yang terjalin saat ini belum berada pada jalur yang sama. Amerika Serikat berusaha menunjukkan adanya kemajuan untuk menjaga momentum diplomasi, sementara Iran tetap mempertahankan posisi tegas tanpa membuka ruang kompromi langsung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi langsung antara Iran dan AS masih mengalami kebuntuan. Meski demikian, keberadaan Pakistan sebagai mediator dinilai tetap penting untuk menjaga peluang dialog tetap hidup di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ketika DXY Melemah, Pantau Prospek Yen, Yuan, dan Franc Swiss

    By adm_imr27 April 20260 Views

    Kritik terhadap wacana pajak kapal di Selat Malaka dianggap melanggar hukum internasional

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Selat Hormuz Terbuka, Drama Diplomasi di Islamabad: Harapan Baru atau Ilusi Perdamaian AS-Iran?

    By adm_imr27 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Aremania Tiba di Bandung, Viking Siap Sambut 2.000 Arek Malang dengan Kulineran dan Oleh-Oleh

    27 April 2026

    Sekolah Maung Siap Diluncurkan, Dedi Mulyadi Jelaskan Konsep dan Persiapan

    27 April 2026

    Publik Terkejut, Kalla Terseret Skandal Ijazah Jokowi

    27 April 2026

    Jadwal Grand Final Proliga 2026: JBP Berburu Hattrick, Mimpi Megawati Tertunda

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?