Kekuatan dan Kelemahan Persijap Jepara Jelang Laga Kontra Persebaya Surabaya
Mario Lemos, pelatih kepala Persijap Jepara, menjadi sorotan jelang laga melawan Persebaya Surabaya di Gelora Bumi Kartini. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (21/2) dengan kick-off pukul 20.30 WIB ini diprediksi akan berlangsung sangat sengit. Bagi tuan rumah, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk bangkit dari zona merah.
Persijap Jepara memang dalam posisi sulit saat menjamu Persebaya Surabaya. Tim asuhan Mario Lemos kini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 15 poin dari 21 laga. Sementara itu, Persebaya Surabaya berada di posisi kelima dengan raihan 35 poin.
Meski dalam kondisi tidak ideal, Mario Lemos tetap percaya diri menghadapi tantangan besar ini. Ini juga menjadi debut kedua Mario Lemos sebagai pelatih kepala setelah kembali bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang sekarang menjabat Direktur Teknik.
“Persiapan tim sangat baik. Laga lawan Persebaya adalah pertandingan tak mudah. Namun yang pasti, semua pemain sudah tahu tugasnya masing-masing. Semua pemain siap untuk pertandingan besok,” ujarnya dalam sesi Press Conference Jumat (20/2) malam.
Kesiapan tersebut akan diuji setelah Persijap baru saja menelan kekalahan telak 0-4 dari Malut United di Ternate. Hasil ini menjadi alarm bagi Mario Lemos untuk segera membenahi sektor pertahanan dan transisi permainan.
Empat gol yang bersarang ke gawang Persijap menunjukkan ada celah serius yang harus ditutup. Terutama dalam hal transisi bertahan ke menyerang maupun sebaliknya yang dinilai belum berjalan seimbang.
“Di laga terakhir, kita kebobolan empat gol. Ini jadi pekerjaan rumah. Kita harus bisa bertahan, menyerang juga transisi dengan sama baiknya. Kita harus mencetak gol dan tentu kita ingin menang,” ujar Mario Lemos lagi.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengakuan terbuka soal kelemahan Persijap Jepara. Transisi yang buruk bisa dimanfaatkan oleh Persebaya Surabaya untuk mencuri start dan mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.
Persebaya Surabaya dikenal memiliki kecepatan dan organisasi permainan yang rapi saat melakukan perubahan dari bertahan ke menyerang. Jika Persijap lengah, bukan tidak mungkin Green Force mampu menghukum lewat serangan balik cepat atau pressing agresif sejak menit pertama.
Faktor mental juga menjadi sorotan dalam laga ini. Berada di papan bawah sering kali membuat tekanan meningkat, apalagi setiap poin kini terasa sangat krusial bagi Persijap untuk bertahan di kasta tertinggi.
Namun, Mario Lemos mencoba menggeser fokus anak asuhnya pada perbaikan internal. Ia ingin timnya tampil lebih solid, disiplin, dan berani mengambil inisiatif saat memiliki peluang.
Selain aspek teknis, laga ini juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan soal kebugaran pemain yang harus bertanding malam hari setelah menjalani puasa.
Mario Lemos menilai situasi itu bukan kendala berarti. Menurutnya, kedua tim berada dalam kondisi yang sama sehingga faktor fisik tidak bisa dijadikan alasan.
“Kalau bicara tentang momen bulan puasa, lawan juga tentu merasakan hal yang sama. Banyak pemain Persebaya yang juga menjalani puasa,” ujar Mario Lemos menjelaskan.
“Ini juga bukan untuk pertama kalinya saya kerja dengan kondisi seperti ini karena sempat di Malaysia atau Bangladesh dan kini di Indonesia.”
“Saya rasa ini tidak akan jadi kendala dan yakin pemain tetap punya mental kuat dalam menjalankan kewajibannya meski mereka berpuasa pada siang harinya.”
Pengalaman melatih di berbagai negara dengan kultur serupa membuatnya lebih tenang menghadapi situasi ini. Ia percaya profesionalisme pemain akan tetap terjaga dan tidak mengurangi determinasi di atas lapangan.
Duel Persijap Jepara kontra Persebaya Surabaya di Gelora Bumi Kartini pun diprediksi berlangsung sengit. Satu sisi, tuan rumah ingin bangkit dan menebus kekalahan pahit dari Malut United, di sisi lain Persebaya Surabaya mengincar tiga poin untuk menjaga posisi di papan atas.
Bagi Persijap, laga ini bukan sekadar pertandingan pekan ke-22. Ini soal harga diri, momentum kebangkitan, dan upaya keluar dari tekanan zona merah yang terus membayangi.
Sementara bagi Persebaya Surabaya, peluang mencuri start lewat kelemahan transisi Persijap bisa menjadi kunci kemenangan. Jika mampu memanfaatkan celah itu, Green Force berpeluang membawa pulang poin penuh dari Jepara.
Semua mata kini tertuju pada strategi Mario Lemos yang baru kembali memimpin dari pinggir lapangan. Apakah ia mampu menutup kelemahan Persijap Jepara dan menggagalkan Persebaya Surabaya mencuri start menang di Gelora Bumi Kartini, atau justru sebaliknya? Jawaban akan tersaji Sabtu malam nanti!






