Pembukaan Cendrawasih Karsa Store Persipura Experience menjadi langkah penting dalam memperkuat komunitas sepak bola di Papua. Berlokasi strategis di Jayapura, toko ini tidak hanya menyediakan merchandise resmi klub Persipura, tetapi juga mengusung konsep terpadu yang mencakup olahraga, gaya hidup, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Founder Cendrawasih Karsa, Owen Rahadiyan, menjelaskan bahwa ide menghadirkan store resmi Persipura telah lama menjadi impiannya. Menurutnya, lokasi yang dipilih memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem olahraga dan komunitas. “Ini bukan hanya sekadar toko,” ujarnya. “Di dalam kawasan ini juga ada kafe, ruang podcast, dan lapangan mini soccer yang nantinya digunakan untuk pembinaan akademi.”
Selain itu, fasilitas ini juga terintegrasi dengan lingkungan TNI Angkatan Laut. Hal ini membuat store memiliki fungsi tambahan sebagai ruang pendukung aktivitas rekrutmen. Pembukaan Persipura Store ini menjadi yang pertama di Jayapura, dan diharapkan mampu memperkuat identitas klub sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Saat ini, store masih berfokus pada produk resmi Persipura. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan merchandise klub-klub lokal Papua. Selain penjualan langsung, Cendrawasih Karsa juga telah mengembangkan sistem penjualan online dan berencana membuka cabang baru di Bandara Sentani, Jayapura.
Yang tak kalah penting, seluruh operasional store dijalankan oleh 100 persen Orang Asli Papua. Hal ini menjadi bentuk komitmen dalam pemberdayaan masyarakat lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru. “Harapannya ini bisa jadi inspirasi bagi anak-anak Papua untuk belajar manajemen, baik itu retail, kafe, maupun olahraga,” kata Owen.
Maraknya peredaran jersey ilegal menjadi perhatian serius. Owen menilai, tingginya permintaan menjadi salah satu penyebab utama beredarnya produk tidak resmi di pasaran. Untuk mengatasi hal tersebut, Cendrawasih Karsa menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menghadirkan produk yang lebih terjangkau serta menerapkan sistem QR Code pada toko resmi. Dengan sistem ini, masyarakat dapat dengan mudah mengecek keaslian produk dan memastikan apakah penjual merupakan reseller resmi atau bukan.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng komunitas suporter, dinas UMKM, serta Dispora untuk memperkuat distribusi produk resmi. Cendrawasih Karsa juga menghadirkan tiga kategori jersey, yakni Player issue (sekitar Rp850.000), versi menengah (Rp350.000–Rp450.000), versi komunitas (Rp165.000). Khusus jersey komunitas, penjualan tidak dilakukan di store. Melainkan melalui pelaku UMKM dan suporter sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal.
Ke depan, Cendrawasih Karsa juga membuka peluang kolaborasi dengan produk lokal khas Papua. Namun, Owen menegaskan bahwa pihaknya akan fokus membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu. “Saat ini kami masih dalam tahap awal. Lebih baik berjalan pelan tapi pasti, daripada terlalu banyak janji tapi tidak terealisasi,” ujarnya.







