Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    6 September 2026
    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    6 September 2026
    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    6 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 7 September 2026
    Trending
    • Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar
    • Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban
    • Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga
    • Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan
    • Keajaiban Rempah Nusantara untuk Menjaga Vitalitas dan Imunitas Tubuh di Tengah Polusi
    • Menyegarkan Tubuh dan Pikiran Melalui Kebiasaan Olahraga Ringan Saban Pagi
    • Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah
    • Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji
    • Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47
    • Kadisdik Kalteng takut dapur MBG mati jika sekolah libur akibat karhutla, klarifikasi usai dikritik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Petani Milenial Desa Mata Air Kupang Minta Alat Modern ke Wapres Gibran

    Petani Milenial Desa Mata Air Kupang Minta Alat Modern ke Wapres Gibran

    adm_imradm_imr9 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Petani Milenial di Desa Mata Air Minta Dukungan Alsintan Modern

    Petani milenial di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, menyampaikan harapan besar kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat berdialog langsung dengan beliau. Mereka meminta dukungan nyata berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) modern untuk mengatasi keterbatasan fasilitas yang selama ini masih mengandalkan cara manual.

    Dalam dialog tersebut, perwakilan petani milenial dari Kelompok Tani Sulamanda, David Manuhelu, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar memberi perhatian serius terhadap pengembangan pertanian berbasis generasi muda.

    “Kami pemuda milenial meminta perhatian Bapak Wapres untuk mendukung kami dengan alat dan mesin pertanian modern. Kami butuh traktor roda dua maupun roda empat, alat tanam modern hingga drone pertanian agar pengelolaan lahan bisa lebih cepat dan hasil produksi meningkat,” ujarnya.

    Menurut David, modernisasi alat pertanian menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda agar kembali ke sektor pertanian. “Kalau alatnya modern, kami yakin semakin banyak anak muda yang mau bertani, bahkan memilih bertani dibanding menjadi pegawai negeri,” tambahnya.

    Hal senada juga disampaikan petani milenial lainnya, Natalia Marlince, yang menyoroti keterbatasan fasilitas dalam pengelolaan Agroeduwisata Desa Mata Air. Ia menjelaskan, persoalan mendasar yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan air, alat pengolahan lahan, hingga penerangan.

    “Untuk penyiraman, kami masih harus memikul air. Pengolahan lahan juga masih menggunakan alat sederhana seperti pacul. Selain itu, penerangan di lokasi masih sangat terbatas, padahal aktivitas sering dilakukan malam hari, apalagi menjelang musim kemarau,” jelasnya.

    Natalia berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas berbasis teknologi modern untuk mendukung keberlanjutan agroeduwisata tersebut.

    Komitmen Wapres Gibran untuk Dukungan Alsintan

    Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmennya untuk memperkuat dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani, khususnya petani milenial.

    “Saya lihat bantuan alsintannya masih kurang. Nanti kita data lagi kekurangannya. Kita tidak ingin hasil panen yang sudah melimpah itu terbuang karena alatnya belum modern,” tegasnya.

    Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam pertanian agar kerja petani lebih efisien dan hasil panen dapat terjaga kualitasnya. “Teman-teman petani milenial sudah bekerja keras pagi, siang, malam. Jangan sampai hasilnya rusak atau terbuang karena masih menggunakan alat manual. Nanti kita bantu alat-alat modern supaya produksi meningkat dan anak-anak muda semakin semangat,” ujarnya.

    Selain itu, Wapres juga mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan dan energi nasional. “Saya titip kepada pendeta, tokoh agama, dan masyarakat, mari kita dorong anak-anak muda untuk bisa terlibat di sektor pertanian. Fokus Bapak Presiden adalah swasembada pangan dan energi, jadi produksi harus benar-benar kita genjot,” katanya.

    Peran Agroeduwisata dalam Pengembangan Pertanian

    Ia juga menyinggung pentingnya dukungan infrastruktur, mulai dari pengairan, benih, pupuk hingga peralatan modern yang terintegrasi. “Kita akan pikirkan dari A sampai Z, mulai dari air, benih, pupuk sampai alat modern. Tidak bisa lagi kita pakai alat manual, nanti tenaga habis. Tapi nanti yang operasikan alat modern ini anak-anak muda yah,” tambahnya.

    Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran Agroeduwisata GMIT Desa Mata Air sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan pertanian berbasis generasi muda di Kabupaten Kupang.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Robot Pelayan Unissula Berbicara Saat Ada Gangguan Di Depannya

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Cloudera dorong transformasi AI perusahaan dengan cloud fleksibel

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    6 September 2026
    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    6 September 2026
    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    6 September 2026
    Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan

    Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan

    6 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?