Latar Belakang Pendidikan Prihantini yang Viral Akibat Dugaan Pemalsuan Riset
Seiring dengan viralnya kasus dugaan pemalsuan riset oleh Prihantini dalam konferensi ilmiah internasional, latar belakang pendidikannya mulai terungkap. Berbagai institusi pendidikan ternyata memiliki catatan tentang sosok ini, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Informasi-informasi ini menunjukkan bahwa Prihantini memiliki riwayat akademik yang cukup panjang, namun tidak semua keterkaitan tersebut terkait langsung dengan riset yang ia ajukan dalam konferensi.
Alumni Magister ITB
Menurut pengakuan dari Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah, Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika FMIPA ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022. Hal ini diungkapkan melalui pernyataan resmi ITB pada Kamis (28/5/2026).
Aep menjelaskan bahwa selama masa studinya, Prihantini menempuh tesis berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air akibat Longsoran pada Pantai Miring.” Namun, ia menegaskan bahwa materi yang dipresentasikan dalam konferensi internasional tidak berkaitan dengan tesis atau aktivitas akademik di ITB.
Selain itu, Aep menyampaikan bahwa jika nantinya Prihantini terbukti melakukan pelanggaran etika akademik, ITB akan menghormati proses hukum yang berlaku. ITB juga menegaskan komitmen untuk memperkuat budaya akademik yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Diduga Alumni FMIPA UNY
Tidak hanya ITB, Prihantini juga diduga tercatat sebagai alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, mengungkapkan bahwa pihak kampus menemukan dua nama yang sama dengan sosok yang sedang viral. Meski demikian, UNY masih dalam proses penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah nama tersebut benar-benar merujuk pada Prihantini dan Rifaldy Fajar.
Nur menjelaskan bahwa Prihantini tercatat sebagai lulusan FMIPA UNY tahun 2018, sementara Rifaldy Fajar terdaftar sebagai angkatan 2014. Kedua nama ini sedang dalam proses klarifikasi, dan pihak kampus telah mencoba menghubungi keduanya melalui media sosial. Sampai saat ini, Prihantini sudah memberikan respons bahwa ia akan segera membuat pernyataan resmi, sementara Rifaldy belum berhasil dikontak.
Penerima Beasiswa LPDP 2022
Selain latar belakang pendidikan, Prihantini juga diketahui sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M Lukmanul Hakim, mengonfirmasi bahwa Prihantini adalah penerima beasiswa LPDP angkatan 2022 yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022.
Meski demikian, Lukmanul menegaskan bahwa LPDP akan terus mendalami informasi ini secara lebih lanjut, termasuk memeriksa kepatuhan Prihantini terhadap kewajiban kontrak beasiswa. Hasil pendalaman ini akan menjadi dasar langkah selanjutnya yang akan diambil oleh LPDP.
Proses Investigasi dan Tindakan Lanjutan
Dari berbagai pihak yang terlibat, baik ITB, UNY, maupun LPDP, tampaknya sedang dalam proses investigasi dan klarifikasi terkait dugaan pemalsuan riset yang dilakukan oleh Prihantini. Selain itu, masyarakat dan komunitas akademik juga menantikan respons resmi dari pihak-pihak terkait.





