Respons Eddy Soeparno terhadap Keputusan SMAN 1 Pontianak dalam LCC Empat Pilar
Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI periode 2024-2029, memberikan respons terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat yang melibatkan siswa SMAN 1 Pontianak. Keputusan sekolah tersebut untuk menolak opsi tanding ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat memicu perdebatan luas. Eddy menyatakan menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak dan menegaskan bahwa MPR RI masih menunggu surat resmi dari pihak sekolah untuk selanjutnya dibahas dalam rapat internal.
“Kan secara terbuka ke publik sudah disampaikan sesuai dengan statement publik yang disampaikan oleh SMAN 1. Tentu kami selaku penyelenggara dari LCC menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan juga kepada MPR secara resmi,” kata Eddy Soeparno kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
MPR RI sendiri telah menyampaikan permohonan maaf dan komitmen perbaikan setelah keputusan juri dalam LCC 4 Pilar pada Sabtu (9/5/2026) lalu menuai kontroversi karena penjurian yang tidak fair. Polemik bermula ketika regu dari SMAN 1 Pontianak melakukan protes keras atas keputusan juri yang dinilai tidak konsisten. Meski pihak Sekretariat Jenderal MPR RI sempat menawarkan opsi tanding ulang, pihak sekolah secara tegas menolak.
Eddy Soeparno bersama pimpinan MPR lainnya menunjukkan sikap terbuka terhadap evaluasi. Ia juga menghormati keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, surat resmi tersebut diperlukan agar MPR RI dapat segera mengambil keputusan baru terkait polemik pelaksanaan ulang lomba.
“Sehingga nanti di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membuat keputusan baru agar apa yang diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa tentu kita penuhi berdasarkan surat permintaan yang mereka kirimkan,” katanya.
Eddy juga mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang tetap mendukung SMA Sambas untuk melaju ke babak final LCC. Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan sikap legawa dan jiwa kesatria dari pihak sekolah.
“Kami menghormati dan mengapresiasi apa yang sudah diputuskan oleh SMAN 1, apalagi mengatakan bahwa SMAN 1 akan mendukung SMA Sambas untuk maju nanti di final. Saya kira ini sebuah sikap legowo dan kesatria yang ditunjukkan oleh pimpinan SMAN 1,” ujarnya.
Selain itu, Eddy menyambut baik komitmen SMAN 1 Pontianak yang menyatakan tetap akan mengikuti ajang LCC pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai, sikap yang ditunjukkan SMAN 1 Pontianak mencerminkan semangat kebangsaan yang menjadi tujuan utama sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
“Dan inilah sesungguhnya semangat keindonesiaan yang kami ingin bangun melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI,” tandasnya.
Ketegasan ini muncul usai polemik penjurian yang tidak adil dalam LCC Empat Pilar tingkat Provinsi pada Sabtu (9/5/2026). Saat itu, jawaban siswa didik SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, dinyatakan salah oleh juri, namun jawaban yang identik dari sekolah lain justru dianggap benar. Meskipun MPR RI menawarkan opsi babak final ulang sebagai solusi, pihak sekolah secara resmi menyatakan bahwa institusinya tidak akan mengambil tawaran tersebut.
Profil Eddy Soeparno
Sebelum menjabat sebagai pimpinan MPR RI, Eddy Soeparno dikenal luas sebagai Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) dari 2015 hingga 2024. Ia lahir pada 6 Mei 1965. Namun, kariernya tidak dimulai dari dunia politik. Eddy adalah seorang profesional di bidang keuangan dan perbankan investasi dengan pengalaman internasional yang mumpuni.
Dikutip dari laman resmi DPR, Eddy tumbuh besar dan mengenyam pendidikan dasar di luar negeri. Tercatat, ia menempuh pendidikan SD dan SMP di Bangkok dan SMA di Belanda. Ayahnya, Moehammad Soeparno adalah mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Presiden International Air Transport Association (IATA). Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, baik jenjang sarjana maupun magister.
Setelah lulus sarjana pada 1989, Eddy bekerja sebagai Capital Market Manager di Jardine Fleming & Co. Ltd. Karier-nya pun kemudian melejit dengan cepat dan menempati jabatan penting di beberapa perusahaan yang berbeda. Pada 1996, ia telah menduduki jabatan Direktur Corporate Finance di American Express Bank Ltd.
Beberapa perusahaan tempat bekerja Eddy adalah ABN AMRO Bank, HSBC, Merrill Lynch, PT Bakrie Indo Infrastructure, dan PT Bakrie & Brothers Tbk. Setelah dari HSBC, Eddy melanjutkan karier sebagai Direktur Investment Banking Group Asia Pacific, Merrill Lynch, Indonesia (2005–2008).
Sebagai politikus, ia adalah Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) dalam kepengurusan periode 2015-2020. Ia juga Wakil Direktur Eksekutif Amien Rais for President. Hingga kini ia menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2024-2029.





