Ringkasan Berita
Kabinet Bayangan Indonesia terdiri dari para ahli hingga akademisi yang bertujuan untuk mengawasi dan memantau kinerja pemerintah. Salah satu anggota penting dalam kabinet ini adalah Feri Amsari, seorang pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, yang menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Kabinet Bayangan.
Kabinet Bayangan dibentuk bukan sebagai lawan dari pemerintah, melainkan sebagai mekanisme check and balances serta penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti. Tujuannya adalah menjadi oposisi alternatif yang dapat dipercaya dan memberikan pengawasan kredibel terhadap pemerintahan Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih.
Profil Kabinet Bayangan Indonesia
Kabinet Bayangan ini diinisiasi oleh Koalisi masyarakat sipil lintas sektor yang dipimpin oleh Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF. Kabinet ini memiliki beberapa target dan tujuan utama, yaitu:
- Jangka pendek: Mengisi kekosongan oposisi substantif dan menjadi rujukan media.
- Jangka menengah: Membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.
Selain itu, Kabinet Bayangan juga akan melakukan beberapa aktivitas seperti riset dan analisis berbasis data merespons kebijakan pemerintah, catatan kebijakan, laporan, dan konten publik, Shadow Hearing, Dashboard Publik, pelacak janji pemerintah, serta Alternative State of the Nation, review kondisi nyata Indonesia.
Daftar Menteri
Panitia Seleksi Kabinet Bayangan resmi mengumumkan 15 ‘menteri’ Kabinet Bayangan pada 27 Juli 2026. Berikut ini daftar ‘menteri’ Kabinet Bayangan beserta counterpart-nya di Kabinet Merah Putih:
- Menteri Sekretaris Negara, Feri Amsari:
- Mensesneg, Prasetyo Hadi;
- Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Ahmad Jilul QF:
Seskab, Teddy Indra Wijaya.
Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara, Armand Suparman:
- Mendagri, Tito Karnavian;
- Menko Polkam, Djamari Chaniago;
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo;
Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto.
Menteri Luar Negeri, Showan Al-Banna Choiruzzad:
Menlu, Sugiono.
Menteri Pertahanan, Surie Maharani:
Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal, Khoirunnisa Nur Agustyati:
- Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi;
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona:
- Menko Hukum, Yusril Ihza Mahendra;
- Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas;
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto;
- MenPAN RB, Rini Widyantini;
Jaksa Agung, ST Burhanuddin.
Menteri Perekonomian, Media Wahyu Askar:
- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto;
- Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang;
- Menteri Investasi dan Hilirisasi, Roslan Roeslani;
- Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono;
- Menteri UMKM, Maman Abdurrahman;
- Menteri Perdagangan, Budi Santoso;
- Menteri BUMN, Dony Oskaria;
- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana;
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.
Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara:
Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Iqbal Damanik:
- Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat;
- Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia;
- Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni;
- Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatil Haeri:
- Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti;
- Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
- Menteri Kebudayaan, Fadli Zon;
- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum:
- Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
- Menteri Komdigi, Meutya Hafid.
Menteri Kesehatan, Irma Hidayana:
- Menkes, Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati:
- Menteri Sosial, Saifullah Yusuf;
- Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar;
- Menteri Kependudukan/BKKBN, Wihaji;
- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli;
- Menteri Pekerja Migran, Mukhtarudin;
- Menteri PU, Dody Hanggodo;
- Menteri Perumahan, Maruarar Sirait.
Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah:
- Menko Pangan, Zulkifli Hasan;
- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman;
- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono;
- Kepala BGN, Sudaryono.







