Profil Pevita Pearce
Pevita Pearce adalah seorang artis cantik yang dikenal dengan ketakutannya terhadap bunyi token listrik. Pengalaman paniknya mendengar suara misterius di rumah membuatnya sempat mengira itu adalah bom. Siapakah sosok Pevita Pearce?
Pevita Cleo Eileen Pearce atau yang lebih dikenal dengan nama Pevita Pearce lahir pada 6 Oktober 1992. Ia adalah seorang model dan pemeran Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusi dalam dunia hiburan tanah air.
Pevita memegang rekor sebagai nominator termuda dalam sejarah Festival Film Indonesia untuk penghargaan pemeranan utama. Ia dinominasikan sebagai Aktris Terbaik pada tahun 2008 untuk film Lost in Love saat berusia 16 tahun. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Laudya Cynthia Bella, yang berusia 17 tahun untuk film Virgin pada tahun 2005. Namun, rekor Pevita kemudian dipecahkan pada tahun 2011, ketika tiga aktris sekaligus mendapat nominasi saat berusia 12 tahun.
Pevita dikenal melalui film Denias, Senandung di Atas Awan pada tahun 2006 sebagai Angel. Film tersebut menjadi pengalaman pertamanya dalam berakting di layar lebar setelah sebelumnya ia ikut berperan dalam sinetron Mutiara Hati sebagai Tara.
Pada akhir tahun 2007, Pevita kembali bermain dalam film Lost in Love, yang tayang bulan Mei 2008. Dalam film ini, ia memainkan peran utama sebagai Tita dan beradu akting dengan Richard Kevin yang berperan sebagai Adit. Proses seleksi untuk peran ini sangat ketat, dimulai dari sekitar 1.100 pendaftar hingga mengerucut menjadi delapan orang. Berkat film ini, Pevita dinominasikan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Indonesia 2008.
Pevita adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Bramwell Pearce asal Wales, Inggris, dan Ernie Auliasari asal Banjarmasin. Pada tahun 2010, ia menjalin hubungan dengan Anindyo Baskoro, personel grup band RAN, namun hubungan tersebut berakhir pada tahun 2012.
Pada tahun 2012, Pevita melanjutkan studinya di New York, di bidang teater. Pada 2016, ia didiagnosis memiliki tumor pada payudaranya. Pada hari Selasa, 12 Maret 2016, ia menjalani operasi pengangkatan tumor tersebut di Rumah Sakit Prince Court Medical Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kepanikan Pevita Pearce Akibat Bunyi Token Listrik
Setelah membahas profil Pevita Pearce, kini ia kembali menjadi sorotan usai mengalami kepanikan karena mendengar bunyi token listrik. Ia bahkan sempat merasa ketakutan hingga mengira ada ledakan.
Momen tersebut dibagikan Pevita melalui fitur Instagram Stories di akun pribadinya, @pevpearce, pada Senin malam, 19 Januari 2026. Dalam unggahan pertamanya, istri pengusaha asal Malaysia, Mirzan Meer, itu mengungkapkan bahwa ia sempat merasa panik karena mengira suara yang terdengar adalah tanda situasi berbahaya.
“Kirain ada yang mau meledak, ternyata bunyi ini,” tulis Pevita dalam Instagram Stories yang kemudian ramai dibagikan ulang.
Pevita menceritakan bahwa sejak pagi hari ia terus-menerus mendengar bunyi “tut-tut-tut” yang tak kunjung berhenti. Karena tidak mengetahui sumber suara tersebut, pikirannya langsung dipenuhi berbagai kemungkinan buruk yang membuatnya merasa gelisah. Aktris film 5 CM ini pun mengakui sempat mengira suara tersebut seperti hitungan mundur bom atau sinyal akan terjadinya ledakan.
“Jadi dari pagi tadi itu ada bunyi-bunyi yang bikin aku takut banget, karena tut tut tut tut,” ujarnya.
“Aku kira kayak bunyi bom atau bunyi ada yang mau meledak. Ternyata ini dong,” imbuh Pevita sambil menunjuk kWh meter dalam video lanjutan.
Setelah menelusuri asal bunyi tersebut, Pevita akhirnya menyadari bahwa suara itu berasal dari meteran listrik prabayar di rumahnya. Bunyi tersebut menandakan pulsa token listriknya hampir habis dan harus segera diisi ulang.
Kesadaran itu justru membuat Pevita menertawakan kepanikan yang sudah ia rasakan sejak pagi hari.
Tak berhenti di situ, Pevita juga membagikan cerita lucu lain soal letak kWh meter di rumahnya yang terpasang terlalu tinggi. Ia mengaku kerepotan karena tidak bisa menjangkaunya dan terpaksa mengambil tangga.
“Terus (ternyata) token listrik. Aku kulik kan, aku enggak tahu caranya. Akhirnya ya sudah aku kulik-kulik, aku sudah tahu caranya, akhirnya aku menyadari lagi,” ujar Pevita.
“Mas token, kenapa itu dipasang tinggi banget? Aku kan enggak sampai, aku (jadinya) harus naik tangga,” ucapnya.







