Tien Kung Ultra: Robot Humanoid yang Mencuri Perhatian di Beijing
Tien Kung Ultra menjadi salah satu robot humanoid yang menarik perhatian di ajang World Humanoid Robot Games 2026. Robot buatan Tiongkok ini mampu berlari 100 meter dalam waktu 9,39 detik dan menyelesaikan 400 meter dalam 38,15 detik. Angka tersebut jauh lebih cepat daripada rekor dunia manusia yang dipegang oleh Usain Bolt dan Wayde van Niekerk.
Di balik pencapaian tersebut, Tien Kung Ultra tidak hanya sekadar mesin yang diprogram untuk berlari. Robot setinggi manusia ini dirancang untuk menguji kemampuan mobilitas, keseimbangan, kecerdasan buatan, serta daya tahan robot humanoid sebelum teknologi tersebut digunakan di dunia nyata.
Sehari setelah mencatat rekor lari 100 meter, Tien Kung Ultra kembali menunjukkan kemampuannya dengan memenangkan nomor 400 meter kategori robot humanoid berukuran besar. Waktu yang dicatatnya, 38,15 detik, jauh lebih cepat daripada rekor dunia manusia 400 meter milik Wayde van Niekerk, yakni 43,03 detik.
Desain dan Ukuran Tien Kung Ultra
Tien Kung Ultra merupakan robot humanoid berukuran penuh dengan tinggi sekitar 180 sentimeter dan berat sekitar 55 kilogram. Proporsi tubuhnya membuatnya memiliki ukuran yang mendekati tubuh manusia. Bagi robot berkaki dua, ukuran besar bukan sekadar persoalan desain. Semakin tinggi dan berat sebuah robot, semakin besar tantangan untuk menjaga keseimbangan, menggerakkan sendi, mengelola energi, dan menahan benturan ketika kaki menghantam permukaan.
Pengembangnya menyebut Tien Kung Ultra sebagai robot humanoid berperforma tinggi yang dirancang untuk kemampuan mobilitas, termasuk berlari dalam jarak jauh dan melewati berbagai jenis medan.
Pengembangan Bertahap
Kemampuan Tien Kung Ultra tidak muncul secara tiba-tiba. Robot ini merupakan hasil pengembangan bertahap yang sejak 2025 telah digunakan untuk menguji batas kemampuan robot humanoid dalam berlari, beradaptasi dengan medan, hingga menyelesaikan jarak panjang.
Pada 2025, robot tersebut menjadi juara dalam ajang half marathon humanoid di Beijing setelah menempuh jarak 21,0975 kilometer dalam waktu 2 jam 40 menit 42 detik. Saat itu, Tien Kung Ultra menjadi robot humanoid pertama yang menyelesaikan half marathon.
Peningkatan Kecepatan Berlari
Salah satu kemampuan utama yang terus dikembangkan adalah kecepatan berlari. Menurut Beijing Humanoid Robot Innovation Center, kemampuan lari Tien Kung berkembang dari sekitar 6 kilometer per jam menjadi 10 kilometer per jam, kemudian mencapai kecepatan maksimum sekitar 12 kilometer per jam.
Robot tersebut juga diuji untuk berlari di berbagai kondisi, termasuk lereng, tangga, rumput, kerikil, pasir, hingga salju. Kecepatan saja tidak cukup bagi robot humanoid. Robot berkaki dua harus terus menghitung posisi tubuh, menjaga pusat gravitasi, mengatur gerakan setiap sendi, serta menyesuaikan langkah ketika permukaan tanah berubah.
Sistem Kendali Gerak Tien Kung-Lab
Salah satu bagian penting dari pengembangan Tien Kung Ultra justru berada di balik gerakannya. Beijing Humanoid Robot Innovation Center mengembangkan sistem kendali gerak yang disebut Tien Kung-Lab. Kerangka tersebut menggunakan teknik reinforcement learning dan data gerakan manusia untuk membantu robot menghasilkan gerakan yang lebih natural, efisien, dan stabil.
Sistem tersebut memungkinkan robot belajar menghadapi berbagai gangguan. Dalam pengujian, Tien Kung dikembangkan agar mampu menaiki tangga, melewati permukaan tidak rata, berlari di salju, serta mempertahankan keseimbangan ketika mendapatkan gangguan dari luar.
Dari Lomba ke Dunia Nyata
Kompetisi olahraga robot humanoid tidak hanya menjadi tontonan. Lari, sepak bola, tenis meja, angkat beban, hingga berbagai skenario pekerjaan digunakan sebagai cara untuk menguji kemampuan robot dalam kondisi yang berbeda.
Tien Kung Ultra sendiri telah diarahkan untuk menjadi platform yang dapat digunakan dalam pengembangan lebih lanjut. Pada 2025, Beijing Humanoid Robot Innovation Center bahkan membuka kerangka kendali gerak Tien Kung-Lab untuk komunitas pengembang. Sistem tersebut ditujukan untuk membantu pengembangan robot humanoid dalam berbagai lingkungan, termasuk industri, logistik, dan pekerjaan khusus.
Tantangan dan Masa Depan
Meski mampu mengalahkan catatan waktu manusia, Tien Kung Ultra masih memperlihatkan satu persoalan penting: robot belum selalu mampu mengendalikan dirinya setelah mencapai kecepatan tinggi. Dalam kompetisi di Beijing, sejumlah robot mengalami kesulitan mengerem setelah melewati garis finis. Tien Kung Ultra bahkan dilaporkan mengalami insiden setelah perlombaan dan terbakar setelah menabrak matras pengaman.
Peristiwa tersebut justru memperlihatkan tantangan sebenarnya dalam pengembangan robot humanoid. Membuat robot berlari cepat adalah satu persoalan. Membuatnya berhenti dengan aman, berbelok, menghadapi rintangan, dan tetap stabil dalam situasi yang tidak terduga adalah persoalan yang berbeda.
Dengan demikian, lari cepat hanyalah salah satu demonstrasi kemampuan Tien Kung Ultra. Ada adegan menarik di final 400 meter: Tien Kung Ultra sempat tersandung robot lain yang jatuh di lintasan, tetapi berhasil mempertahankan keseimbangan dan terus berlari. Ini justru menjadi contoh kemampuan kontrol geraknya menghadapi gangguan tak terduga.
Rekor manusia bukan berarti robot sudah sempurna. Yang lebih penting adalah seberapa jauh kemampuan itu bisa diterjemahkan menjadi kemampuan bekerja secara aman dan mandiri di dunia nyata. Untuk saat ini, Tien Kung Ultra telah menunjukkan bahwa robot humanoid tidak lagi sekadar berjalan pelan di laboratorium. Robot setinggi manusia itu sudah mampu berlari, menempuh jarak lebih dari 21 kilometer, melewati medan sulit, dan bahkan mencatat waktu yang lebih cepat daripada rekor dunia manusia dalam beberapa nomor atletik.
Pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah robot bisa berlari secepat manusia. Melainkan, apa yang akan dilakukan robot ketika sudah mampu berlari, berpikir, dan bekerja di dunia nyata?







