Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jateng Tuntaskan Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik

    14 Mei 2026

    Perkuat kemitraan dengan media, Grand Qin Hotel Banjarbaru hadirkan promo kuliner terbaru

    14 Mei 2026

    Kawin Kontrak Hui Ju dan Putra Mahkota Terbongkar, Siapa Bocorkan Rahasia?

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 15 Mei 2026
    Trending
    • Jateng Tuntaskan Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik
    • Perkuat kemitraan dengan media, Grand Qin Hotel Banjarbaru hadirkan promo kuliner terbaru
    • Kawin Kontrak Hui Ju dan Putra Mahkota Terbongkar, Siapa Bocorkan Rahasia?
    • Hasil Akhir Bali United vs Borneo: Pesut Etam Samakan Poin Persib, Perburuan Gelar Makin Sengit
    • Dyastasita, Juri LCC 4 Pilar Diduga Antikritik dan Mundur dari Jabatan di Setjen MPR
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat 5 Waktu: Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei
    • Kinerja Resilien FY25, Telkom Tingkatkan Fundamental dan Return Pemegang Saham 35,7%
    • Kasus Penculikan Keluarga di Jombang Disebabkan Bisnis Rokok Ilegal
    • Opini: Menantang “Timor Kau”
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Prospek Emiten Rokok 2026: Persaingan HMSP vs GGRM

    Prospek Emiten Rokok 2026: Persaingan HMSP vs GGRM

    adm_imradm_imr7 April 202623 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Industri Rokok di Tahun 2025

    Pada tahun 2025, sebagian besar emiten rokok mengalami penurunan penjualan. Hal ini sejalan dengan kondisi industri yang menunjukkan produksi rokok nasional hanya mencapai 307,85 miliar batang, menjadi level terendah sejak 2019.

    PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mengalami koreksi pada penjualan, namun berhasil meningkatkan laba bersih berkat efisiensi. Di sisi lain, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) mengalami penurunan penjualan dan laba bersih, tetapi memiliki peluang yang baik di segmen bebas asap yang tumbuh dua digit.

    Di segmen konsumen menengah ke bawah, PT Wismilak Inti Makmur Tbk. (WIIM) mencatat pertumbuhan laba dan penjualan, dengan produk sigaret kretek mesin (SKM) miliknya tumbuh, berbeda dengan milik GGRM dan HMSP yang kompak mengalami koreksi.

    Sementara itu, PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) yang berada dalam klasemen yang sama dengan WIIM mencatat koreksi pada laba dan penjualan, mengindikasikan bahwa menyasar segmen ekonomis tidak selalu menggaransi pertumbuhan kinerja.

    Analisis dari Ekky Topan

    Ekky Topan, analis Infovesta Kapital Advisori, menilai bahwa 2026 bisa menjadi fase perbaikan kinerja emiten rokok, tetapi belum benar-benar menjadi sektor yang menarik bagi investor pasar modal. Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok dan harga jual eceran [HJE] pada 2026 memberi ruang napas bagi produsen, terutama karena beban cukai selama ini menjadi komponen biaya yang sangat besar. Namun, secara umum, kondisi industri masih belum kuat.

    Menurut Ekky, yang paling menarik secara strategi adalah HMSP dan WIIM, tetapi dengan alasan yang berbeda. GGRM berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang cukup tinggi di 2025, namun perbaikannya lebih banyak datang dari efisiensi, bukan pemulihan permintaan yang kuat. HMSP dinilai masih punya nilai lebih karena relatif defensif dan mulai menunjukkan pertumbuhan pada segmen produk bebas asap. Di sisi lain, WIIM juga menarik karena mampu menangkap segmen rokok ekonomis di tengah tekanan daya beli.

    Performa Finansial Emiten Rokok

    Berikut adalah data kinerja finansial beberapa emiten rokok:

    EmitenPenjualan Bersih (2025)Penjualan Bersih (2024)YoYBeban Pokok Penjualan (2025)Beban Pokok Penjualan (2024)YoYLaba Bersih (2025)Laba Bersih (2024)YoY
    HMSP112.171.993117.880.017-4,8%91.554.48599.348.233-7,8%6.609.4566.645.774-0,5%
    GGRM89.369.75898.655.483-9,4%80.385.28489.275.859-10,0%1.556.533980.80558,7%
    WIIM6.381.6904.750.89034,3%4.973.3823.678.37335,2%419.208298.68240,4%
    ITIC313.448324.484-3,4%246.049255.175-3,6%20.33521.241-4,3%

    Data dalam juta rupiah, data laporan keuangan 2025 diolah.

    Performa Pasar Modal

    Saham emiten rokok sepanjang 2026 cenderung positif. Saham GGRM naik 0,35% ke Rp14.150, atau menguat 1,07% (year to date/YtD). Saham HMSP turun 0,68% ke Rp735, naik 1,38% (YtD). Saham WIIM naik 1,12% ke Rp1.805, naik 9,39% (YtD). Di sisi lain, saham ITIC turun 28,89% (YtD), di perdagangan Kamis (2/4/2026) tak berubah di level Rp256.

    Perspektif Investor

    Investor kemungkinan masih melihat saham rokok lebih sebagai pilihan defensif atau dividend play, bukan growth driver. Secara keseluruhan, sektor ini ada perbaikan, tetapi belum cukup kuat untuk menjadi sektor favorit. Pendekatannya tetap harus selektif, dan emiten yang menarik pun lebih cocok diposisikan sebagai pilihan defensif ketimbang motor utama portofolio.

    Analisis dari Rully Arya Wisnubroto

    Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai minat investor terhadap saham emiten rokok akan selektif. Pasar akan cenderung mencari kombinasi yield dividen yang baik, neraca yang solid, dan bukti eksekusi strategi efisiensi maupun penyesuaian portofolio produk.

    Outlook Industri Rokok

    Analis Senior Indonesia Strategic and Economics Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita memandang 2026 tidak akan menjadi tahun yang gampang untuk emiten rokok raih pertumbuhan. Namun, downside risk jelas lebih terkendali. Keputusan pemerintah menahan kenaikan cukai dan HJE memang memberi breathing space bagi margin, namun tidak serta-merta mengembalikan pertumbuhan volume.

    Tantangan dan Peluang

    Tahun ini, industri rokok tetap dihadapkan oleh masalah utama seperti downtrading konsumen, tekanan daya beli, dan pergeseran preferensi. Dengan demikian, 2026 lebih sebagai fase stabilisasi margin ketimbang fase ekspansi agresif.

    Menilik kekuatan masing-masing emiten rokok mengarungi 2026, Ronny menilai positioning GGRM relatif kuat dalam efisiensi operasional. Kemampuan menjaga bahkan meningkatkan laba di tengah kontraksi volume menunjukkan cost discipline dan optimalisasi produksi berjalan efektif. Sementara itu, HMSP unggul dari sisi opsionalitas jangka menengah lewat portofolio smoke-free products. Segmen ini memang bukan kontributor utama saat ini, tetapi dinilai menjadi strategic hedge terhadap perubahan regulasi dan preferensi generasi muda. Kemudian, WIIM menurutnya justru menjadi emiten yang paling adaptif terhadap downtrading. Di sisi lain, ITIC sedang berada dalam posisi paling tertekan karena eksposur ke kelas menengah yang justru paling tergerus daya belinya.

    Tantangan dan Peluang Industri Rokok

    Dari sisi tantangan, faktor daya beli yang belum pulih secara penuh menjadi isu utama. Inflasi Maret 2026 moderat, tetapi real income growth masih terbatas. Sementara rokok sangat sensitif terhadap elastisitas harga di segmen bawah. Berikutnya, struktur cukai tetap berat meski tahun ini tidak naik. Kondisi ini membuat ruang ekspansi margin berbasis pricing sangat terbatas.

    Selanjutnya, ada perubahan demografi dan regulasi. Tekanan global terhadap konsumsi tembakau konvensional akan terus meningkat, baik melalui regulasi maupun perubahan gaya hidup. Terakhir, ada faktor stagnansi volume struktural. Produksi nasional yang turun ke level terendah sejak 2019 menandakan bahwa ini bukan siklus biasa, melainkan indikasi secular decline.

    Peluang Industri Rokok

    Peluang stabilisasi harga dan pemulihan margin. Tanpa kenaikan cukai, perusahaan bisa lebih presisi dalam mengelola average selling price (ASP) dan biaya. Sedangkan, fenomena downtrading bisa dimanfaatkan sebagai sumber volume driver baru, dan ini terbukti melihat keberhasilan relatif WIIM.

    Peluang lainnya adalah produk alternatif yang bisa dikembangkan emiten rokok. Sebagai contoh, HMSP bisa memanfaatkan produk bebas asap sebagai long-term growth engine, meski monetisasinya masih bertahap. Terakhir, ada peluang berupa strategi efisiensi dan otomasi. Menurutnya, industri tembakau saat ini semakin bergerak ke arah lean operation. Perusahaan yang mampu menekan biaya akan tetap profitable meski volume penjualan stagnan.

    Ramalan Jangka Panjang

    Menurut Ronny, industri rokok Indonesia sedang berada dalam fase transisi dari volume-driven ke margin-driven, dan dalam jangka panjang akan bergerak ke innovation-driven. Emiten yang hanya mengandalkan efisiensi tanpa reposisi produk berisiko kehilangan relevansi dalam 5–10 tahun ke depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja Resilien FY25, Telkom Tingkatkan Fundamental dan Return Pemegang Saham 35,7%

    By adm_imr14 Mei 20262 Views

    Dosen FTIK UIN Saizu Masuk Scopus Q1, Dr. Saefudin Soroti Pendidikan Kritis untuk Petani

    By adm_imr14 Mei 20261 Views

    Laba Telkom Anjlok 20% Jadi Rp17,8 Triliun

    By adm_imr14 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jateng Tuntaskan Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Listrik

    14 Mei 2026

    Perkuat kemitraan dengan media, Grand Qin Hotel Banjarbaru hadirkan promo kuliner terbaru

    14 Mei 2026

    Kawin Kontrak Hui Ju dan Putra Mahkota Terbongkar, Siapa Bocorkan Rahasia?

    14 Mei 2026

    Hasil Akhir Bali United vs Borneo: Pesut Etam Samakan Poin Persib, Perburuan Gelar Makin Sengit

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?