Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya

    13 Juni 2026

    Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan

    13 Juni 2026

    Mengapa Permen Diletakkan Dekat Kasir?

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 17 Juni 2026
    Trending
    • Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya
    • Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan
    • Mengapa Permen Diletakkan Dekat Kasir?
    • Pelanggaran yang Dicari Polisi dalam Operasi Patuh Semeru 2026 di Surabaya Tiba-Tiba Ditunda
    • Renungan Katolik: Kekayaan di Mata Allah, Senin 8 Juni 2026
    • 5 Alasan Orang Kelelahan Akibat Gangguan Tidur
    • Asal Usul Tengkleng: Dari Gembreng Jadi Masakan Khas Solo
    • Jaga Keamanan Saat Liburan: 5 Tips Solo Travel Pertama untuk Wanita
    • Harga dan Buyback Emas Pegadaian 8 Juni 2026: Galeri 24, Antam, UBS
    • 5 Kekacauan Internasional: Pembunuhan WNI di Hokkaido dan Demo di Korea Selatan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Puluhan Siswa SD Jayapura Dikarantina 3 Bulan Karena Absen Halalbihalal, Ini Pernyataan Kepala Sekolah

    Puluhan Siswa SD Jayapura Dikarantina 3 Bulan Karena Absen Halalbihalal, Ini Pernyataan Kepala Sekolah

    adm_imradm_imr27 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Klarifikasi Sekolah Terkait Sanksi Skorsing yang Diberikan kepada Siswa

    Beberapa orangtua murid dari SD Inpres Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, mengadukan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan setempat. Aduan ini dipicu oleh sanksi skorsing selama tiga bulan yang dijatuhkan pihak sekolah kepada puluhan siswa, sehingga mereka tidak dapat mengikuti ujian akhir semester.

    Salah satu orangtua murid, Archi Medes Kreuta, mengungkapkan bahwa surat skorsing tersebut sebenarnya ditandatangani oleh kepala sekolah sejak 15 April 2026. Namun, para orangtua mengklaim baru menerima surat tersebut pada 13 Mei 2026, tepat beberapa hari menjelang ujian kenaikan kelas yang berlangsung pada 17-22 Mei 2026.

    “Surat skorsing berlaku sejak 15 April sampai tiga bulan ke depan. Namun, kami baru menerima surat itu tanggal 13 Mei menjelang ujian,” ujar Archi saat ditemui, Jumat (22/5/2026) sore.

    Disebut karena Absen Halalbihalal

    Archi menjelaskan, para orangtua sempat mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi. Berdasarkan keterangan wali kelas, sanksi skorsing tersebut diberikan karena para siswa tidak menghadiri kegiatan halalbihalal yang digelar sekolah pada 14 April 2026.

    Hal inilah yang dipertanyakan oleh pihak orangtua. Menurut Archi, kegiatan tersebut bersifat seremonial dan tidak masuk dalam kurikulum wajib sekolah.

    “Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa anak-anak kami diskors hanya karena tidak mengikuti halalbihalal? Padahal, halalbihalal itu tidak ada dalam aturan sekolah dan tidak ada dalam mata pelajaran,” tegasnya.

    Karena tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan meminta penjelasan langsung dari kepala sekolah, para orangtua akhirnya memutuskan untuk membawa masalah ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan lembaga terkait lainnya.

    Sekolah: Masalah Bolos Berbulan-bulan

    Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala SD Inpres Doyo Baru, Grace Mehue, membantah narasi yang menyebutkan siswa diskors hanya karena melewatkan acara halalbihalal.

    Grace menegaskan, sanksi berat tersebut dikeluarkan karena puluhan siswa yang bersangkutan melakukan pelanggaran disiplin berat, yakni kerap membolos dalam waktu yang sangat lama.

    “Sebenarnya masalahnya bukan karena tak mengikuti halalbihalal sekolah saja, namun karena disiplin para siswa yang diberikan skorsing ini jarang masuk sekolah. Bahkan ada siswa yang tingkat alpanya mencapai 60 sampai 100 hari,” kata Grace kepada Kompas.com, Jumat sore.

    Grace yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Jayapura ini menjelaskan, surat skorsing sengaja dikeluarkan sebagai bentuk peringatan keras kepada orangtua agar lebih mengontrol pendidikan anak.

    “Tujuan surat skorsing itu agar orangtua lebih peduli kepada anak-anaknya dan menyuruh mereka datang ke sekolah. Pendidikan kepada anak itu bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga orangtua di rumah,” jelasnya.

    Mengapa Baru Diberlakukan Saat Ujian?

    Mengenai keluhan orangtua yang baru menerima dampak sanksi saat ujian semester, Grace memberikan pembelaan. Ia menyebut, meski surat terbit sejak April, sekolah tidak pernah mengusir siswa dari kelas selama masa belajar harian.

    Pihak sekolah sengaja mempertegas sanksi tersebut saat ujian semester guna memancing respons dan perhatian serius dari orangtua murid.

    “Surat skorsing itu memang sejak 15 April, tapi kita tidak pernah melarang siswa datang ke sekolah (untuk belajar). Kita baru berlakukan menjelang ujian semester karena di situ akan menjadi atensi orangtua,” ungkap Grace.

    Ia juga menambahkan bahwa penilaian kenaikan kelas mengacu pada performa harian secara akumulatif, bukan sekadar nilai ujian akhir.

    “Kalau anaknya tidak datang ke sekolah berbulan-bulan, bagaimana mau naik kelas? Harapan kami agar orangtua juga berperan. Orangtua harus memastikan anak hadir di sekolah tiap hari, bukan hadir saat ujian saja,” pungkasnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    HWDI NTB: Puskesmas Dibangun, Fasilitas Disabilitas Terabaikan

    By adm_imr13 Juni 20263 Views

    Beasiswa UKT Bontang 2026 Masih Terbuka, Daftar dan Syaratnya

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Berita Terpopuler: Penggusuran di SDN Wolomoni Ende, Warga Empat Desa Merasa Dibuang Pemda

    By adm_imr13 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah pilu Ruben Onsu, perubahan mendadak putrinya di akhir 2025, kini rindu pada anaknya

    13 Juni 2026

    Operasi Patuh 2026 Siap Digelar Polrestabes Surabaya, Korlantas Umumkan Penundaan

    13 Juni 2026

    Mengapa Permen Diletakkan Dekat Kasir?

    13 Juni 2026

    Pelanggaran yang Dicari Polisi dalam Operasi Patuh Semeru 2026 di Surabaya Tiba-Tiba Ditunda

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?